<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665</id><updated>2012-02-19T18:08:12.649-08:00</updated><category term='OLAH RAGA'/><category term='hukum islam'/><category term='peradilan'/><category term='sospol'/><category term='rohani'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='hukum'/><category term='seni'/><category term='MANAFI&apos;'/><category term='khotbah'/><title type='text'>ASMU'I SYARKOWI</title><subtitle type='html'>MENEBAR KATA BERBAGI RASA,
MENEBAR SENYUMAN MENAMBAH TEMAN</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-3432723871224815987</id><published>2012-02-06T23:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T00:11:35.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><title type='text'>Foto jadul III</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3igPb27NdgY/TzDcrX5VshI/AAAAAAAAAGk/3a5-whHdzJI/s1600/Scan_Pic0017.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3igPb27NdgY/TzDcrX5VshI/AAAAAAAAAGk/3a5-whHdzJI/s200/Scan_Pic0017.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706303365585416722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WXJnOby3Dvc/TzDcQl42eYI/AAAAAAAAAGY/wV-iaQyJmnk/s1600/Scan_Pic0012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WXJnOby3Dvc/TzDcQl42eYI/AAAAAAAAAGY/wV-iaQyJmnk/s200/Scan_Pic0012.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706302905484999042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-OZ_PXmHOX0M/TzDWeYPgiZI/AAAAAAAAAGM/Tz3BtzhPFNw/s1600/Scan_Pic0013.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OZ_PXmHOX0M/TzDWeYPgiZI/AAAAAAAAAGM/Tz3BtzhPFNw/s200/Scan_Pic0013.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706296545270335890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demokratis&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Foto ini diambil dalam pemilihan ketua Pondok Pesantren Wahid Hasyim di gaten Yogyakarta tahun 1990. Segera setelah saya memenangi pemilihan dengan sistem votting tertutup, saya diangkut beramai-ramai oleh sejumlah team sukses. Mereka-mereka itulah yang paling berambisi menjadikan aku sebagai pengganti Ketua pondok sebelumnya. Mereka adalah, Masruri ( Lampung ), Zaenuri ( Pati ), Imam Makruf ( Lampung ) Bisri Mustofa ( Ngawi ). Kenapa mereka berambisi? Yang jelas mareka tidak berkepentingan apapun seperti dukung-mendukung para politisi seperti sekarang. Dukungan mereka semata-mata lillahi ta'ala. Tradisi pemilihan ketua dengan sistem votting seperti itu sudah melembaga di Pesantren Wahid Hasyim. Biasanya dilakukan dalam 2 tahap. Sudah barang tentu pemungutan suara ini dilakukan setelah tahap pengesahan tata tertib rapat yang -- layaknya sidang DPR--pengesahannya berjalan sanagat alot dan memakan waktu berjam-jam. Tahap pertama, tahap pencalonan. Hanya calon yang memenuhi quota suara tertentu saja yang boleh diajukan ke tahap berikutnya. Biasanya terdiri dari 2 sampai 4 calon. Tahap kedua, tahap final. Pada tahap ini hasil penyaringan calon pada tahap pencalonan dipilih melalui pemungutan suara setelah sebelumnya setiap calon dimintai kesediaannya. Dan, hampir semua dengan nada elegan atau vulgar hampir semua calon menyatakan ketidak sediaannya. Hanya saja, ketidak sediaan itu biasanya diabaikan oleh para peserta rapat. Votting tertutuppun kemudian dilakukan. calon yang memperolah suara terbanyak 'harus mau' memimpin Pondok. Sebuah pembelajaran berdemokrasi yang berharga. Rapat pemilihan ketua pondok yang dimulai sekitar pukul 19.30 ini biasanya selesai sekitar pukul 02.00 dini hari. Bandingkan dengan demokrasi dalam dunia politik sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-3432723871224815987?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/3432723871224815987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-jadul-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/3432723871224815987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/3432723871224815987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-jadul-iii.html' title='Foto jadul III'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3igPb27NdgY/TzDcrX5VshI/AAAAAAAAAGk/3a5-whHdzJI/s72-c/Scan_Pic0017.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-6694511611824877437</id><published>2012-02-06T23:25:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T00:35:00.234-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n1kTbhk7Mks/TzDSTVykERI/AAAAAAAAAF0/DW-Hbvhj8KA/s1600/Scan_Pic0021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-n1kTbhk7Mks/TzDSTVykERI/AAAAAAAAAF0/DW-Hbvhj8KA/s200/Scan_Pic0021.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706291957586989330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto ini diambil sekitar tahun 1994 di Jalan Hamengku Buwono IX Atambua. Jalan yang terjal dengan pemandangan sekitar yang kering kerontang ini adalah jalan menuju kantor Pengadilan Agama Atambua. Bersama Pak Ratip si kaur Umum Pengadilan Agama setempat pagi itu saya sedang berjalan menuju tempat tugas. Saya harus menempuh jalan l.k 1 kilometer itu, setelah turun dari angkutan kota. Jalan itu sendiri sebenarnya salah satu jalan dari 2 jalan alternatif yang bisa saya tempuh. Sebenarnya kalao mau ngirit saya bisa menempuh jalan alternatif lainnya. Akan tetapi, jalan itu agak jauh, yaitu sekitar 3 kilometer dari rumah kos. Biasanya jalan terakhir inilah yang sering kami tempuh bersama teman-teman kos ketika berangkat kantor di pagi hari. Sedangkan, jalan yang terlihat dalam gambar biasanya kami tempuh ketika pulang kantor  saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-6694511611824877437?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/6694511611824877437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-ini-diambil-sekitar-tahun-1994-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6694511611824877437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6694511611824877437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-ini-diambil-sekitar-tahun-1994-di.html' title=''/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-n1kTbhk7Mks/TzDSTVykERI/AAAAAAAAAF0/DW-Hbvhj8KA/s72-c/Scan_Pic0021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-2133456937517486238</id><published>2012-02-06T23:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T23:21:07.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><title type='text'>foto jadul</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ar8LKi6p_YM/TzDPvDCFFQI/AAAAAAAAAFQ/K93stgL68lY/s1600/Scan_Pic0003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ar8LKi6p_YM/TzDPvDCFFQI/AAAAAAAAAFQ/K93stgL68lY/s200/Scan_Pic0003.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706289135053247746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Nailul Hikam&lt;div&gt;Lahir 15 Oktober 1996&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di Pandan, Kembiritan, Genteng Banyuwangi, Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foto ini diambil di Atambua waktu ia berusia 1,5 tahunan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di rumah kos bebak berukuran 3 X 5 m ia bereksen di depan kamera manualnya om Shodikin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-2133456937517486238?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/2133456937517486238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-jadul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/2133456937517486238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/2133456937517486238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/02/foto-jadul.html' title='foto jadul'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ar8LKi6p_YM/TzDPvDCFFQI/AAAAAAAAAFQ/K93stgL68lY/s72-c/Scan_Pic0003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-4501212704553945876</id><published>2012-01-08T22:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T22:15:46.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sospol'/><title type='text'>PERCERAIAN, SOLUSI ATAU FRUSTASI ( bagian II )</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:enableopentypekerning/&gt;    &lt;w:dontflipmirrorindents/&gt;    &lt;w:overridetablestylehps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Bagian II&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Pertengkaran, dalam suatu rumah tangga, memang sulit dihindari. Dua hati yang berbeda yang semula hidup terpisah, latar belakang pendidikan dan lingkungan, dan kerakteristik cara berfikir gender, manjadi beberapa alasan mengapa suami istri berselisih. Jangankan orang awam. Para panutan saja punya riwayat pernah berselisih dengan pasangannya. Hanya saja beliau-beliau itu, mampu mengatasinya dengan cara yang elegan. Beliau-beliau tahu dan faham betul pesan Al Qur’an : Al Imsak bil makruf atau al-tasrih bi ihsan. Artinya, seharusnya suami menggauli istri sebaik mungkin. Dan sebaliknya, istripun memperlakukan suami suami seindah mungkin. Dengan satu tekad, jika memang terus ingin hidup dalam satu rumah tangga yang diisyaratkan Kitab Suci : sebagai keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Segala kelebihan yang dimiliki pasangannya harus disyukuri, sebaliknya terhadap kekurangan yang kebetulan ada pada pasangan harus disikapi dengan penuh kesabaran. Bukankan tidak ada manusia yang sempurna seratus persen. Tidak ada manusia yang sepenunya baik, karena manusia memang bukan Malaikat. Sebaliknya, tidak ada manusia yang sepenuhnya jahat, karena manusia memang bukan setan. Kondisi seperti ini harus dicamkan oleh setiap pasangan, baik suami atau istri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Tujuannya satu, supaya tidak membayangkan datangnya angin surga saja dari pasangannya tanpa menyadari bahwa kita sedang hidup di dunia. Di Surga memang tidak ada kesedihan dan kesusahan, sedangkan di dunia memang tempat kesusahan dan kesenangan. Kesusahan dan kesenangan bercampur aduk menjadi satu. Suatu saat kesenangan dan kesusahan akan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;terpisah. Kapan? Yaitu besuk di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Selagi di dunia setiap orang pasti mengalami kesusahan dan kesengan itu. Perbedaan yang satu dengan yang lain hanya menyangkut porsinya saja. Ada orang yang kesenangannya lebih banyak dari&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kesusahannya, ada orang yang kesenangannya dan kesusahannya seimbang, dan orang yang kesusahannya lebih banyak dari kesenangannya. Kita mungkin membayangkan, si Anu itu. Alangkah enaknya hidup seperti dia. Mau apa saja terpenuhi. Tapi tahukan yang sesungguhnya tentang orang itu. Ternyata dia baru saja divonis dokter dia terkena penyakit lever. Atau, orang yang kita lihat hidup enak itu ternyata juga susah karena anaknya nakal-nakal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Sebaliknya, kita merasakan kepedihan diri kita sendiri karena hidup serba kekurangan. Tetapi tetangga kita diam-diam iri pada kita. Mengapa? Tetangga kita iri melihat kita hidup damai walaupun dalam kekurangan. Jadi hidup ini hanya wang-sinawang, begitu jargon orang Jawa. Tidak ada orang yang sepenunya senang dan sebaliknya tidak ada orang sepenuhnya susah. Di saat senang pasti ada susahnya, entah kapan waktunya. Di saat susah pasti ada senangnya, juga kapan waktunya. Hanya saja sering hati kita tidak tanggap. Kita hanya mengedepankan keluhan dari pada syukur. Jika keluhan it uterus dibiasakan akan membuat hidup ini menyiksa.JIka siang matahari terasa menyengat waktu malam terasa gelap gulita. Jadi sama-sama nggak ada enaknya. Dunia terasa sempit. Sangking sempitnya seolah lebih sempit dari daun kelor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt;Pada gilirannya cara pandang terhadap kehidupan seperti tadi juga berpengaruh terhadap kelanggengan atau kegagalan suatu pasangan suami istri. Bagi yang menyadari&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bahwa hidup ini memang tidak hanya menjadi tempat kesenangan tetapi juga tempat kesusahan, biasanya bisa syukur dan sabar. Berbeda dengan yang hanya menganggap dunia ini sebagai tempat kesengan atau kesusahan saja. Di saat senang dia lupa daratan di saat susah dia mudah frustasi. Cara pintas, bahkan terlalu gampang &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;ditempuh. Termasuk bercarai………..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font: minor-latin"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-4501212704553945876?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/4501212704553945876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/01/perceraian-solusi-atau-frustasi-bagian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4501212704553945876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4501212704553945876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/01/perceraian-solusi-atau-frustasi-bagian.html' title='PERCERAIAN, SOLUSI ATAU FRUSTASI ( bagian II )'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-4309172598604121725</id><published>2012-01-08T19:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-08T19:56:10.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sospol'/><title type='text'>Percaraian : Solusi atau Frustasi?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:enableopentypekerning/&gt;    &lt;w:dontflipmirrorindents/&gt;    &lt;w:overridetablestylehps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   $3Cw:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Courier New&amp;quot;"&gt;Angka percaraian dari tahun mengalami peningkatan baik kuantitas maupun kualitas. Peningkatan kualitas, dapat dilihat dari data statistik. Yang dahulu hanya puluhan menjadi ratusan, yang dahulu ratusan menjadi ribuan. Data stistik di setiap Pengadilan Agama menunjukkan, bahwa hampir semua PA yang mengalami lonjakan perkara. Bahkan ada PA yang jumlah aparatnya tidak sebanding dengan peningkatan perkara masuk. Sehingga tidak mengherankan jika banyak Pengadilan Agama yang kualahan menghadapi overload jumlah perkara ini. Dari segi kualitas, alasan perceraian tampaknya tidak sesederhana dahulu. Problem baru mengenai rumah tangga yang dulu tidak ada kini bermunculan. Orang yang ingin berperkarapun tidak bisa menghadap sendiri. Alasannya, di samping gak mau repot bolak-balik Pengadilan, kompleksitas persoalan yang muncul juga menjadi alasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Courier New&amp;quot;"&gt;Fenomena tersebut jelas menimbulkan pertanyaan, mengapa semakin banyak orang cerai dan apa apa pula alasannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Courier New&amp;quot;"&gt;Tentang mengapa perceraian meningkat, memang belum ada hasil penelitian khusus melaporkan. Tetapi sebagai orang yang berkecimpung di 'dunia perceraian' penulis secara empirik tahu. Pengalaman penulis menunjukkan bahwa ada kecenderungan kini orang menggampangkan perceraian. Gaya hidup tampaknya menjadi salah satu pemicu. Perubahan gaya hidup ini diakibatkan oleh ketidaksiapan orang menghadapi kemajuan dunia global dan kemajuan teknologi yang demikian pesat. Sebagai contoh, dulu mau nonton TV sangat susah. Sekarang semua orang bisa melihat TV. Dari TV orang dapat belajar semua hal. Mulai dengan cara hidup, cara berpakaian, dan cara berumah tangga. Orang lupa bahwa itu hanya tontonan. Tetapi, suguhan acara yang hanya dimaksudkan sebagai tontonan dijadikannya tuntunan. Adegan kekerasan, cara berkata, cara berpakaian para selebriti di filem hanyalah sebuah tontonan fiksi belaka. Tetapi orang mempraktekkannya di dunia nyata. Pada saat yang sama suami atau istri terlihat seperti biasa. Obsesi keindahan yang didapat dari menonton TV atau filem jelas tidak dapat dalam rumah tangganya. Melihat istri kok tidak halus seperti Shahrini atau melihat suami kok tidak maco seperti Ade Ray. Kebosanan melihat pasanganpun timbul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Courier New&amp;quot;"&gt;Mobilitas manusia yang mudah juga menjadi pemicu. Dulu orang sulit bepergian. Sekarang, orang bisa kemanapun mau. Mau keliling Indonesia atau bahkan dunia, pasti bisa. Tergantung dua hal : Kamauan dan Duit. Kesempatan untuk melanggar komitmen perkawinanpun sangat luas alias terbuka lebar. Tergantung mau atau tidak. Pada saat bepergian jauh, baik suami atau istri mempunyai kesempatan sama untuk melanggar komitmen itu. Sekali lagi, tergantung mau atau tidak. Bagi laki-laki, ada yang bilang, iman boleh kuat tapi 'imron' mana tahan. Dan sebaliknya, pancingan perselingkuhan terbuka lebar di depan mata. Anak dan suami jauh di sana. Di depan hanya ada sang pujaan yang siap memberikan mimpi indah, Setelah, pada saatnya harus kembali ke kampung kesan itu tetap terbawa. Sesamapai di kampung kecurigaan melihat perubahan gaya hidup pasanganpun mulai timbul. Tutur kata dan cara berpakaian menambah sejuta tanda tanya bagi pasangan. Akibatnya, kecemburuanpun muncul dan membuka pintu pertengkaran. Pertengkaran kali ini bukan sekedar pertengkaran penyedap romantika rumah tangga. Tetapi, pertengkaran yang menjadi awal karamnya bahtera rumah tangga. ( bagian pertama )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-4309172598604121725?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/4309172598604121725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/01/percaraian-solusi-atau-frustasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4309172598604121725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4309172598604121725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2012/01/percaraian-solusi-atau-frustasi.html' title='Percaraian : Solusi atau Frustasi?'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-7945608690008984752</id><published>2011-09-14T00:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T01:53:59.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sospol'/><title type='text'>Penentuan 1 Syawal</title><content type='html'>Baru-baru  ini umat Islam di Indonesia harus berlebaran secara berbeda lagi. Kali ini ada ada 2 kelompok besar : Yang pro pemerintah dan Muhammadiyah. Yang pro pemerintah, dalam hal ini hampir seluruh ormas Islam, berlebaran 31 Agustus 2011  sedangkan Muhammadiyah berlebaran 1 hari mendahului pemerintah. Keputusan pemerintah diambil setelah mendengar berbagai laporan hasil team rukyat yang diselenggarakan di setiap titik seluruh wilayah Indonesia dan mendengar pendapat para peserta sidang isbat yang diikuti seluruh ormas Islam termasuk Muhammadiyah. Sedangkan, Muhammadiyah jauh-jauh hari memang telah mendeklarasikan akan berlebaran 30 Agustus 2011. Alasan pemerintah antara lain karena 2 hal : pertama pada tanggal 30 Agustus ketinggian hilal memang belum mencapai 2 derajat ( batas minimal imkanur rukyah yang menjadi kesepakatan bersama ) dan kedua, semua rukyat yang dilakukan team rukyat menyatakan tidak bisa melihat hilal serta hampir semua peserta, illa Muhammadiyah, setuju jika 1 Syawal ditetapkan pada tanggal 31 Agustus. Alasan Muhammadiyah adalah bahwa pada 30 Agustus 2011 sekalipun bulan masih belum mencapai 2 darajat, tetapi pada hakikatnya bulan baru sudah ada yang berarti bulan baru harus sudah dimulai sejak saat itu.&lt;br /&gt;Sekalipun secara umum perbedaan ini tidak menimbulkan gejolak, akan tetapi memang patut disayangkan. Mengapa? setidaknya ada   alasan mengapa kita perlu menyayangkan terjadinya perbedaan mulai lebaran ini yaitu :&lt;br /&gt;Pertama, Indonesia adalah penduduk Muslim terbesar di dunia. Keberadaannya akan menjadi pusat perhatian ummat-ummat Islam lain di belahan dunia. Perbedaan pendapat yang terjadi antar sesama Islam membuat contoh pemandangan kurang bagus bagi ummat Islam di negara lain.&lt;br /&gt;Kedua, Indonesia adalah bukan negara Islam. Terdapat setidaknya 5 agama lain di luar Islam. Perbedaan yang sering terjadi di internal Ummat Islam tidak saja membuat ummat Islam kurang kompak tetapi lebih dari itu, setuju atau tidak, jelas menunjukkan bahwa ummat Islam sejatinya tidak konsekuen dengan ajaran persatuan yang diamanatkan oleh kitab sucinya. Al Qur'an mengjarkan wa'tashimu bihablillahi jami'an wala tafarroqu dan As Sunnah mengajarkan Masalul mukmin kaljasadil wahid....&lt;br /&gt;Ketiga, dari sisi politik perbedaan itu jelas menunjukkan ketidak konsistenan ummat terhadap lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI dan Badan HIsab Rukyat Departemen Agama. Lembaga-lembaga ini dibentuk antara lain sebagai wadah bersama yang diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan ummat islam sekaligus sebagai wadah 'penyatuan' pendapat. Secara politis wadah-wadah tersebut sebenarnya sangat strategis. Dalam wadah itu ummat Islam dapat berpikir dan bersikap secara kompak dalam menghadapi tantangan bersama untuk melakukan dakwah di negara yang rakyatnya hiterogen ini dalam arti luas.&lt;br /&gt;Lembaga MUI yang diserahi memegang otoritas keagamaan juga sering tidak berkutik. SEkalipun yang duduk di dalamnya juga berbagai wakil-wakil ormas Islam, tetapi otoritasnya fatwanya sering dipandang sebelah mata oleh ummat islam.&lt;br /&gt;Ada sementara pihak mengatakan, bahwa masalah praktik keagaamaan, seperti penetapan 1 syawal adalah wilayah keyakinan yang pelaksanaannya dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, negara harus menjamin dan melindungi para pelakunya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, pertanyaan kita, apakah memang hal ini didasarkan alasan keyakinan atau karena alasan yang lain, semisal politik?&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui MUhammadiyah adalah sebuah ormas Islam besar. Kiprahnya dalam negara baik dibidang politik dan sosial tidak diragukan lagi. Dalam bidang politik banyak para pemimpin yang lahir dari MUhammadiyah. Dalam bidang sosial, siapa yang tidak mengenal andil MUmammadiyah di dunia pendidikan dan kesehatan. banyak sekolah maupun perguruan tinggi bergensi yang didirikan MUhammadiyah. Banyak rumah sakit kelas eksekutif yang 'disumbangkan' Muammadiyah. Akan tetapi tampaknya negara kurang menghargai MUhammadiyah. Pada era pemerintah ini, sepertinya banyak tokoh Muhammadiyah 'tersingkir' dari kekuasaan. Menteri pendidikan, dipegang oleh NU Menteri Agama juga dari NU. malah menteri terakhir ini tercatat dalam sejarah MUhammadiyah hanya memiliki tidak lebih dari 4 orang dalam sejarah RI, antara lain : Rasyidi, Mukti Ali, dan Malik Fajar. selebihnya adalah NU. Dalam praktik kenegaraan juga lebih diwarnai 'amalan' non Muhammadiyah. Dari sini tampaknya cukup beralasan jika dalam beberapa praktik keagamaan MUhammadiyah cenderung terkesan mengambil sikap asal beda dengan pemerintah yang memang dapat dipersonifikasikan sebagai pemerintah tidak pro Muhammadiyah. Alasan yang dipakai klasik yaitu : wilayah keyakinan yang tidak boleh dicampuri oleh siapapun. Perintah untuk taat terhadap Ulul Amri sebagaimana diperintahkan al Qur'an, menurut MUhammadiyah sangat tidak relevan dalam konteks memulai lebaran. Demikian juga adanya kaidah hukum : Qadho-ul Hakim ilzamun wayarfaul khilaf juga tidak boleh diberlakukan dalam konteks mengakhiri puasa. SEkali lagi karena hal itu wilayah keyakinan. Negara tidak boleh memaksakan kehendak tetapi harus menjamin kebebasan.&lt;br /&gt;Tetapi apakah masalah perbedaan lebaran ini akan berlangsung terus?&lt;br /&gt;Jawabnya pasti :  ya. Tentunya, selama teori yang digunakan berbeda. Sebab,  teori yang dijadikan penentuan awal bulan sangat antagonis. Pemerintah menganut teori rukyatul hilal sedangkan MUhammadiyah memakai teori wujudul hilal. Penyatuan harus dimulai dari penyatuan teori yang digunakan. Pada tataran ini,  adanya diskusi ilmiyah secara intens dengan  menghadirkan pakar  dari berbagai disiplin ilmu terkait harus terus dilakukan. TUjuannya untuk menguji kebenaran teori yang selama ini diyakini. Kedua, pemerintah juga harus tetap mencermati dibalik sikap 'oposisi keagamaan' yang muncul. Tentunya tidak hanya memulai lebaran, tetapi juga dalam masalah lainnya.&lt;br /&gt;Kita sangat memimpikan persatuan dan kesatuan ummat Islam dalam berbagai amal keagamaan khususnya dalam berlebaran. Mengapa ? labaran telah menjadi simbol publik. Ketidak kompakan merayakannya juga menjadi sorotan publik tidak oleh masyarakat non islam Indonesia tetapi juga dunia. Umat Islam dapat menunjukkan kerapuhan dan kekuatan salah satunya melalui cara berlebaran ini. Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-7945608690008984752?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/7945608690008984752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/09/penentuan-1-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7945608690008984752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7945608690008984752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/09/penentuan-1-syawal.html' title='Penentuan 1 Syawal'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-6011803134386528286</id><published>2011-07-04T23:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T00:04:55.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>PENERAPAN LEMBAGA MEDIASI  MENURUT PERMA NOMOR 01 TAHUN 2008 ( Telaah Kritis Tentang Pemberlakuannya di Pengadilan Agama )</title><content type='html'>A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi rahasia umum, bahwa dunia peradilan kini banyak menuai kritik. Penyebab datangnya kritik tersebut memang sangat kompleks. Akan tetapi, jika kita hendak mengambil salah satu contoh di antaranya, dan ini  harus diakui oleh insan peradilan, adalah banyaknya tunggakan perkara di Mahkamah Agung yang dari tahun ke tahun kian menggunung. Kritik itu muncul, karena akibat tunggakan perkara tersebut, secara langsung, telah dirasakan oleh para pencari keadilan. Keadilan yang segera didambakan tidak segera mereka dapatkan. Fenomena ini tentunya dirasakan sebagai ironi. Sebab, pada saat yang sama, dunia peradilan selalu mengumandangkan jargon: peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan. Akan tetapi, kenyataannya untuk memperoleh keadilan yang didambakan tidak sesederhana, secepat, dan seringan yang dibayangkan. Akibat semua itu, muncullah stigma negatif, bahwa lembaga peradilan adalah lembaga yang berbelit-belit lamban dan berbiaya mahal. &lt;br /&gt;  Latar belakang inilah yang mendasari pemikiran terbitnya PERMA Nomor : 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Tujuan utama penerbitan PERMA  ini sebagaimana tertuang dalam konsiderans huruf b adalah dalam rangka ikut mengatasi masalah penumpukan perkara di Pengadilan serta memperkuat dan memakssimalkan  fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa di samping proses pengadilan yang bersifat memutus ( ajudikatif ).&lt;br /&gt;  Tulisan berikut dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi penerapan lembaga mediasi pada Peradilan Agama.&lt;br /&gt;B. SELUK BELUK MEDIASI&lt;br /&gt;1. Pengertian Mediasi&lt;br /&gt; Kata madiasi atau dalam bahasa Inggris mediate, mediation, berarti: (tak langsung, perantaraan ).  &lt;br /&gt;Menurut istilah, mediasi adalah upaya penyelesaian sengketa melalui perundingan dengan bantuan pihak ketiga netral ( mediator ) guna mencari bentuk penyelesaian yang dapat disepakati para pihak. &lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak pengertian mediasi yang dikemukakan para pakar. Semua pengertian tersebut pada intinya menurut penulis tidak ditemukan perbedaan yang prinsip. Akan tetapi, masing-masing justru saling melengkapi.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini, selanjutnya dikemukakan pengertian yang ada dalam PERMA Nomor 2 Tahun 2003, yang pada prinsipnya sama dengan batasan di atas,  yaitu :&lt;br /&gt;Mediasi adalah penyelesian sengketa melalui proses perundingan para pihak dengan dibantu oleh mediator. &lt;br /&gt;Oleh karena pembicaraan mediasi dalam tulisan ini beranjak dari PERMA tersebut, maka pembicaraan mediasi berikutnya juga hanya akan beranjak dari dan menitik beratkan kepada segenap ketentuan yang ada dalam PERMA tersebut.&lt;br /&gt;2. Unsur-unsur dan Asas-asas Mediasi&lt;br /&gt; Dari pengertian mediasi sebgaimana dikemukakan di atas dapat diperoleh gambaran mengenai unsur-unsur sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Mediasi merupakan penyelesaian sengketa dengan melibatkan  pihak ketiga. &lt;br /&gt;Pihak ketiga tersebut adalah pihak yang dalam pelakasanaan mediasi disebut mediator. Selanjutnya, siapa mediator dan siapa yang boleh bertindak sebagai mediator, siapa yang berkompeten mengangkat, apa kewajiban mediator.&lt;br /&gt;Siapa Mediator itu ?&lt;br /&gt;Yang disebut mediator adalah pihak yang bersifat netral dan tidak memihak yang berfungsi membantu para pihak dalam mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa.  &lt;br /&gt;Yang boleh sebagai mediator&lt;br /&gt;Menurut PERMA  mediator ini terdiri dari 2 macam. Yaitu mediator dari dalam Pengadilan dan dari luar pengadilan . Mediator dari dalam Pengadilan bisa dari kalangan hakim dan bukan hakim.  Hakim yang boleh bertindak sebagai mediator ini adalah Hakim yang tidak menangani perkara yang bersangkutan.  Sedangkan, siapa mediator yang bukan hakim, pada PERMA tersebut tidak ada ketentuannya. Akan tetapi, yang penting dalam hal ini adalah, baik mediator dari kalangan Hakim maupun non Hakim adalah mereka yang telah memiliki sertifikat mediator.  Yang dimaksud sertifikat mediator adalah dokumen yang menyatakan, bahwa seorang telah mengikuti pelatihan atau pendidikan mediasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang telah diakreditasi oleh Mahkamah Agung.  &lt;br /&gt;Tentang siapa yang boleh bertindak sebagai mediator dari luar pengadilan, dalam PERMA ini memang tidak ada ketentuan. Akan tetapi, melihat fungsinya sebagai penengah, tampaknya siapa saja memang memungkinkan bertindak sebagai mediator dari luar pengadilan ini. Yang penting, orang tersebut mampu dan dari kalangan pihak ketiga, serta yang lebih penting lagi adalah bisa bersikap netral dan tidak memihak sebagaimana dikehendaki oleh ketentuan Pasal 1 angka 5.&lt;br /&gt;Yang berkompeten mengangkat mediator&lt;br /&gt;Pada Pasal 4 ayat (1) PERMA Nomor 02 Tahun 2003 diberikan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;“Dalam waktu paling lama satu hari kerja setelah sidang pertama para pihak atau kuasa hukum mereka wajib berunding guna memilih mediator dari daftar yang dimiliki oleh Pengadilan atau mediator di luar daftar pengadilan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketentuan tersebut dapat diketahui, bahwa pada prinsipnya yang berkompeten mengangkat mediator adalah para pihak sendiri atau  kuasa hukumnya. Mekanisme seperti ini kiranya tepat jika kita mengingat bahwa mediasi merupakan penyelesaian sengketa oleh para pihak sendiri. Ketika mereka bermaksud menarik pihak ketiga sebagai mediator, otoritas untuk menentukan siapa yang akan dipilih sudah barang tentu juga dimiliki oleh mareka sendiri.&lt;br /&gt;Hanya saja, dalam praktek mungkin tidak selalu mulus. Bisa saja para pihak tidak kunjung sepakat dan bahkan berujung ke jalan buntu hanya untuk menentukan mediator. Mengenai hal ini tampaknya telah diantisipasi oleh PERMA Nomor 02 Tahun 2003. Apabila hal seperti terjadi, menurut PERMA tersebut, maka kewenangan menentukan mediator tidak lagi berada pada para pihak tetapi berpindah kepada ketua Majelis.   &lt;br /&gt;Kewajiban Mediator&lt;br /&gt;Menurut PERMA Nomor 02 Tahun 2003 seorang mediator berkewajiban melakukan hal-hal, antara lain, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Menentukan jadwal pertemuan untuk penyelesaian proses mediasi. &lt;br /&gt;2)  Mendorong para pihak untuk menelusuri dan menggali kepentingan mereka dan mencari berbagai pilihan penyelesaian yang terbagi para pihak. &lt;br /&gt;3) Merumuskan secara tertulis kesepakatan yang dicapai dan ditandatangani oleh para pihak. &lt;br /&gt;4) Memeriksa materi kesepakatan, sebelum ditandatangani para pihak, untuk menghindari adanya kesepakatan yang bertentangan dengan hukum. &lt;br /&gt;5) Menyatakan secara tertulis, jika proses mediasi gagal dan memberitahukan kegagalan tersebut kepada hakim.  &lt;br /&gt;b. Ada sengketa yang perlu diselesaikan.&lt;br /&gt;   Mediasi timbul karena adanya sengketa yang perlu diselesaikan. Jadi adanya sengketa dan sengketa tersebut perlu penyelesaian  merupakan hal yang harus ada dalam mediasi. Keduanya tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain.  Ada sengketa tetapi para pihak tidak perlu menyelesaikannya adalah sesuatu yang tidak mungkin adanya mediasi. Atau, ada yang perlu diselesaikan tetapi tidak ada sengketa juga tidak mungkin ada mediasi. Contoh pertama adalah seperti ada dua orang berkelai di pasar. Setelah berkelai mereka lalu pulang ke rumah masing-masing. Contoh kedua adalah perkara volunter, yaitu perkara yang bukan sengketa.  &lt;br /&gt;c. Ada Proses.&lt;br /&gt;Pelaksanaan mediasi, pada padasarnya adalah langkah-langkah untuk menyelesaikan perkara. Para pihak dianjurkan menempuh langkah-langkah penyelesaian perkara itu sebelum perkara tersebut diperiksa oleh majelis hakim. Target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan mediasi ini adalah tercapainya perdamaian. Untuk mencapai tujuan ini sudah barang tentu tidak mudah. Oleh karena itu dalam palaksaanannya mediasi membutuhkan proses. Proses ini, menurut PERMA Nomor 02 Tahun 2003 dimualai  sejak diadakannya sidang pertama. Secara lebih rinci proses mediasi,  tersebut antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Perintah hakim kepada para pihak, pada sidang pertama, yang mewajibkan mereka menempuh mediasi. &lt;br /&gt;2) Para pihak atau kuasa hukumnya, dalam waktu paling lama satu hari kerja setelah sidang pertama harus sudah berunding untuk menentukan mediator.  &lt;br /&gt;3) Pelaksanaan mediasi, seperti melakukan kaukus dan mengundang ahli hukum bila diperlukan, perumusan kesepakatan dan pemberitahuan hasil mediasi kepada hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PENERAPAN LEMBAGA MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA&lt;br /&gt; Segera setelah terbitnya SEMA nomor 1 Tahun 2002 memang banyak Pengadialn Agama yang serta merta menerapkan lembaga mediasi tersebut. Pelaksanaan mediasi tersebut, beberapa di antaranya adalah juga karena instruksi Pengadilan Tingkat Banding. Bahkan, dengan penuh idealisme beberapa nara sumber dari Mahkamah Agung juga memberikan sosialisasi upaya penerapan mediasi ini. Akan tetapi, efektif dan efisienkah penerapan lembaga tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut perlu dilihat pelaksanan dilapangan selama ini dan secara ideal dalam konteks kewenangan Peradilan Agama?. Analisis berikut kiranya dapat untuk mengukur sejauh mana efektivitas dan efisiensi tersebut.&lt;br /&gt;1. Penerapan di lapangan&lt;br /&gt; Sebagaimana diketehui bahwa penerapan lembaga mediasi selama ini  dijumpai praktek sebagai beriut :&lt;br /&gt;a. Penunjukan mediator.&lt;br /&gt; Mediator ditunjuk oleh Ketua Pengadilan dengan penetapan. Penetapan ini biasanya berlaku untuk satu kasus, perkara. SEMA tersebut memang tidak menjelaskan menganai hal ini. Akan tetapi dalam  PERMA dijelaskan bahwa mediator ditujuk sendiri para pihak. Sebagaaaimana telah dikemukakan di atas, apabila para pihak tidak menemukan jalan buntu dalam menentukan mediator ini, maka kewenangan menunjuk mediator beralih ke Ketua Majelis. Malah ada terjadi, di Pengadilan Agama tertentu, mediator ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Agama yang waktunya hampir bersamaan ketika Penetapan Majelis Hakim ( PMH ) dibuat. &lt;br /&gt;b. Yang bertugas sebagai mediator.&lt;br /&gt;   Menurut SEMA mengenai mediasi ini, yang ‘berkompeten’ menjadi mediator adalah  hakim yang tidak menangani perkara. Dalam praktek yang ditunjuk sebagai mediator oleh Ketua justru bukan hakim. Alasannya, mungkin karena di PA setempat memang Hakim yang akan ditunjuk memang tidak ada, sebab, hakim yang ada semuanya menangani perkara yang bersangkutan ( hanya satu majlis saja ). Ketidakharusan Hakim ini kini tampaknya dibenarkan oleh PERMA. Hal ini memang tidak menjadi soal. Akan tetapi, dengan menilik kondisi PA sekarang, SDM bukan hakim tampaknya sulit diharapkan menjadi mediator ideal sebagaimana dikehendaki PERMA. Apalagi, jika kita mengingat mengenai idealnya seorang mediator yang sebenarnya disyaratkan harus bersertifikat sebagai mediator. Untuk hakim saja bisa diragukan kemampuannya jika belum memiliki kreteria tersebut, apalagi yang bukan hakim. &lt;br /&gt;Pertanyaan kita adalah, pernahkah untuk kepentingan itu diadakan penataran atau semacam pelatihan bagi aparat Pengadilan Agama. Sebagai tolok ukurnya barang kali kita dapat melihat kondisi persiapan penerapan lembaga ini di Peradilan Umum. Kenyataannya, memang jangankan bagi aparat Peradilan Agama, untuk aparat peradilan dari lingkungan peradilan umumpun, yang menurut SEMA berkewajiban menerapkan mediasipun, juga belum pernah terdengar diadakan semacam pelatihan guna memenuhi target SDM bagi pelaksanaan mediasi ini.&lt;br /&gt;Dengan demikian, secara teori SDM aparat Peradilan Agama, baik secara kuantitas maupun kualitas, memang belum ada yang memenuhi syarat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Biaya Mediasi&lt;br /&gt;Biaya mediasi selama ini dikumulasikan dengan panjar biaya perkara. Konsekuensinya, panjar biaya perkara, setelah diterapkan mediasi ini, lebih besar dari biasanya. Akibat labih jauh adalah bahwa pembengkakan biaya perkara ini akan mebebani para pihak. Kenaikan ini akan menjadi sia-sia jika tujuan kenaikan tersebut tidak tercapai. Tujuan yang ingin dicapai dengan kenaikan biaya akibat diterapkannya lembaga mediasi ini adalah agar para pihak bisa damai sebelum perkara dilanjutkan. Jika perkara damai pada awal-awal persidangan tentuya pemkaian panjar juga akan berkurang. Akan tetapi kenyataannya dari sekian perkara yang melalui tahap mediasi jarang, kalau tidak boleh disebut tidak ada sama sekali, yang berakhir damai melalui mediasi. Apalagi jika hal ini dikaitkan dengan SDM yang akan didayagunakan sebagai mediator. Dari segi ini, jika dipaksakan dengan kondisi yang ada selama ini, penerapan mediasi justru menjadi kontra produktif, seperti membuang-buang waktu, tenaga, pikiran dan, tentunya, biaya.&lt;br /&gt;2. Mediasi dan Kewenangan PA&lt;br /&gt;Sebgaimana diketahui bahwa kewenangan PA telah disebutkan pada pasal 49 ayat 1 UU Nomor 7 tahun 1989, dan khusus untuk bidang perkawinan kwenagan tersebut secara limitative telah disebut dalam penjelasan Pasal 49 ayat..&lt;br /&gt;Dari segi jenis perkara yang diterima di peradilan,kewenangan tersebut dibedakan menjadi dua macam yaitu, kewenangan terghadap jenis perkara volunteer dan jeis perkara contensius. Pembahasan mediasi sudah barang tentu tidak akan meneyentuh jenis perkara volunteer, sebab sesuai dengan unsure mediasi salah satunya adalah ada sengketa. SEdangkan perkara volunteer tidak terdapat sengketa. &lt;br /&gt;Untuk jenis perkara kontensius jelas lembaga mediasi secara ideal dapat diterapkan di PA. Perkara yang dapat memakai mediasi tersebut misalnya :&lt;br /&gt;- Perkara perceraian&lt;br /&gt;- Perkara pembagian harta bersama;&lt;br /&gt;- Perkara penguasaan anak di bawah umur;&lt;br /&gt;- Perkara  kewarisan;&lt;br /&gt;- Perkara  gugatan harta wakaf&lt;br /&gt;- Dst.&lt;br /&gt;Beberapa macam perkara contensius tersebut dapat dibedakan mejadi dua, yaitu perkara :&lt;br /&gt;- perkara perceraian murni;&lt;br /&gt;- perkara yang bersangkut paut dengan sengketa kebendaan atau penguasaan anak.&lt;br /&gt;Untuk masalah sengketa perkawinan, dalam hal ini menyangkut perceraaian murni, sekalipun dapat, penerapan mediasi tampaknya kurang tepat. Sebab, dalam kasus ini sebanarnya ada lembaga yang secara sistemik terkait dengannya. Lembaga ini tidak lain adalah lembaga hakam. Penerapan lembaga mediasi dalam kasus demikian, di satu sisi, akan menyebabkan tumpang tindih dan di sisi yang lain, dan ini yang lebih harus dicermati oleh insan peradilan Agama, akan menghilangkan salah satu idiom – idiom Islam yang salah satunya adalah keberadaan lembaga hakam. Yang ironis adalah apabila sampai terjadi bahwa penggunaan lembaga hakam dalam kasus syiqaq hanya bersifat fakultatif,  tetapi justru penggunaan lembaga mediasi justru bersifat imperatif.  &lt;br /&gt;Pada saat yang sama sebenarnya penjelasan Pasal 31 ayat (2) PP Nomor 9 Tahun 1975 telah menyebut orang atau badan lain dalam mendamaikan para pihak yang akan bercerai. Siapa orang atau badan lain tersebut, dalam pasal tersebut, memang tidak ditentukan dengan jelas. Dengan menyimak aspek histories keberadaan Pengadilan Agama selama ini, penulis berasusmsi bahwa yang dimaksud orang tersebut adalah bisa saja tokoh-tokoh informal, seperti Ulama, Kyai dan atau tokoh Islam berpengaruh lain setempat. Sedangkan, yang dimaksud dengan badan lain tersebut bisa saja BP4 yang ada di Departemen Agama. Apabila hal ini bisa berjalan optimal keberadaan PA yang seatap di bawah Mahkamah Agung bersama peradilan lain, tidak akan kehilangan akar sosiologis dan historisnya. Akar sosiologis dimaksud adalah keberadaan PA sebagai institusi umat Islam, yang kantornya sebagai salah satu syiar Islam dan Hakimnya adalah ulama di mata masyarakat. Ini bisa terwujud bila hubungan PA dengan pemuka Islam setempat terus terjaga. Salah satunya adalah ikut melibatkan mereka dalam ‘menangani’ kasus perceraian tersebut. Sedangkan, yang dimaksud akar historis adalah keberadaan PA yang sebelumnya di bawah naungan Departemn Agama. Dengan ikut memerankan BP4 diharapkan tidak saja memelihara hubungan kerja secara lintas sektoral, tetapi lebih dari itu akan memelihara hubungan historis tersebut, di samping, tentunya dengan KUA yang selama ini memang terjalin secara yuridis. &lt;br /&gt;Untuk masalah yang berkaitan dengan penguasaan kebendaan atau anak, tampaknya mediasi, welcome. Hanya saja tumpukan perkara di peradilan tingkat pertama dan pada saat yang sama tenaga yang diperlukan sangat terbatas harus menjadi pertimbangan. Di pengadilan Agama dengan volume perkara yang rata-rata perbulan 100 perkara dengan tenaga hakim yang hanya 3 atau majelis, pengefektifan lembaga mediasi di Peradilan Agama justru akan menjadi masalah. Masalah yang paling jelas adalah ketika Pengadilan harus menyiapkan  tenaga ahli sebagai mediator.&lt;br /&gt;Penggunaan mediator dalam pengadilan juga akan mengganggu kelancaran pelaksanaan penanganan perkara di Pengadilan. Hal ini khususnya terjadi di Pengadilan Agama yang tenaga hakimnya kurang. Urusan teknis yang bersifat pribadi, akan menyebabkan hakim atau panitera yang diehendaki sebagai mediator akan apatis. Urusan teknis tersebut misalnya harus membuat agenda-agenda sidang perkara yang dibebankan Ketua, membuat putusan, dan tugas lain. Urusan sendiri saja menumpuk, kenapa harus membantu urusan orang lain?, begitulah kira-kira gumam mereka jika dipilih sebagai mediator. Dan, yang lebih penting lagi adalah itulah makna salah satu ketentuan PERMA bahwa penggunaan lembaga di selain peradilan umum tidak wajib.&lt;br /&gt;D. KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;1. Kesimpulan&lt;br /&gt; Dari uraian di muka dapat disimpulkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Penggunaan lembaga mediasi di PA dapat diterapkan dengan  melihat sifat perkara;&lt;br /&gt;b. Untuk perkara perceraian murni, tidak perlu diterapkan mediasi karena justru kontra poduktif dan bisa tumpang tindih dengan lembaga semacamnya yang sudah ada;&lt;br /&gt;c. Penggunaan lembaga mediasi pada perkara lain dapat dilaksankan. Akan tetapi, jika melihat kenyataan PA sekarang tidak efektif dan efisien.&lt;br /&gt;2. Saran&lt;br /&gt;a. agar lembaga mediasi dieterapkan hanya pada perkara kebendaan yang memang perlu;&lt;br /&gt;b. Perlu diadakan SDM yang memadai bagi pelaksanaan mediasi; seperti pelatihan, kursus, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan penyiapan mediator yang ideal;&lt;br /&gt;c. Dalam kasus perceraian agar dioptimalkan fungsi lembaga hakam dan isi penjelasan ketentuan Pasal 31 ayat (2) PP Nomor 9 Tahun 1975.&lt;br /&gt;d. &lt;br /&gt;E. PENUTUP.&lt;br /&gt;Demikianlah makalah sederhana ini dapat disajikan. Harapan kami substansi makalah ini dapat menjadi pancingan diskusi rekan seprofesi. &lt;br /&gt;Sekian semoga manfaat, Amin. Walla a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPUSTAKAAN&lt;br /&gt;Mahkamah Agung RI, 2004, Mediasi dan Perdamaian.&lt;br /&gt;Suparto Wijoyo,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-6011803134386528286?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/6011803134386528286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/07/penerapan-lembaga-mediasi-menurut-perma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6011803134386528286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6011803134386528286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/07/penerapan-lembaga-mediasi-menurut-perma.html' title='PENERAPAN LEMBAGA MEDIASI  MENURUT PERMA NOMOR 01 TAHUN 2008 ( Telaah Kritis Tentang Pemberlakuannya di Pengadilan Agama )'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-4153366827679740895</id><published>2011-02-20T05:28:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T05:35:26.105-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>narkoba</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;NARKOBA&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Aku bicara bukan untuk langit dan bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Aku bicara juga bukan untuk bintang dan bulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Aku bicara bukan untuk ranting dan batang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Dan bukan pula aku bicara untuk laksaan binatang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Tetapi dengan kesaksian semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Aku bicara untuk makhluq khalifah Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Wahai anak-anak manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang cerdas jadi bego&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang rajin jadi malas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang kaya jadi gembel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang terhormat jadi hina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang sehat jadi sakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang berduit jadi bokek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang waras jadi gila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang saleh jadi toleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak anak jujur jadi pendusta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang ramah nan lugas &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;jadi pemarah nan beringas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak desa damai jadi kacau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak keluarga sakinah jadi amburadul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang tua ceria jadi pemurung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Telah banyak orang bebas merdeka jadi keluar masuk penjara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Hanya karena narkoba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;Narkoba telah dan akan terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;merenggugut apa saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;hidupmu akan berubah seratus delapan puluh derajat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;hidupmu tak akan punya pangkat dan martabat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;hidupmu akan penat dan kian melarat dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;yang penting...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;hidupmu akan celaka dunia akhirat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;karena narkoba &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;yang mestinya pantas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;kau anggap keparat, karenanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;stop dari sekarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;wahai manusia-manusia terhormat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt"&gt;(asmu’i)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h2&gt;NARKOBA” Jangan sampai deh !!!!&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Hirup pikuk kehidupan yang serba modern sekarang ini mambuat aku sedikit terdorong untuk mengangkat topik masalah “NARKOBA”. Bukankah karena barang itu gak sedikit saudara-saudara kita yang hampir kehilangan hidupnya. Ini pun di dasari pada banyaknya kasus yang telah terkuak di negara kita ini. Dan anehnya pemakai narkoba ini gak pernah berkurang tapi malah bertambah jumlahnya. Heran aku…!!! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai contoh seorang anak muda belia sekarang ini sangat mudah terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa saya bilang begitu, karena tidak sedikit anak yang kedapatan memakai narkoba tuh dari kalangan anak smp dan sma…. Yang seharusnya datang ke sekolah untuk belajar agar kelak bisa sukses dan membahagiakan orangtuanya, malah yang terjadi sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya apa sich keuntungan memakai Narkoba itu ??? Pernah gak terbayang di benak kita bahwa pemakai narkoba itu ada yang sukses jadi pemimpin, atau ada yang karirnya menanjak gara-gara memakai narkoba, atau pula kita sebagai pelajar mendapat Juara umum juga karena narkoba???. Jawabannya cuma satu yaitu tidak. Malah pada kenyataannya yang terjadi adalah kebalikan dari semua itu. Yang kaya jadi bangkrut, yang tenar dan terkenal banyak fans malah sebaliknya jadi kehilangan semuanya…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi buat teman-teman yang sempat baca topik yang singkat ini, saya mengajak secara pribadi maupun sebagai generasi muda bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menyuarakan “Gerakan Anti Narkoba” jauhilah Narkoba. Jangan jadikan slogan “Say No To Drugs” atau “Sehat Yes Narkoba No” cuman sebagai hiasan semata. Akan tetapi betul-betul di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak kok wadah yang bisa kita jadikan untuk memerangi narkoba. Salah satunya lewat blog-blog kita para bloger (meskipun aku baru dalam dunia blog), paling tidak yah mulai dari diri pribadi kita masing-masing…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Jangan hancurkan hidupmu dengan narkoba, tetapi buatlah hidupmu seindah mungkin tanpa narkoba dan berguna bagi orang lain”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salam Anti Narkoba&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;DAMPAK NARKOBA&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;DAMPAK NARKOBA&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;April 16, 2008 at 7:30 am (bAhAyA BaNgEt nArKoBa)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dampak Fisik:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;Dampak Psikis:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;Dampak Sosial:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt"&gt;3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Berkata “Tidak” Pada Tawaran Pemakaian Narkoba&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Semua orang yakin dirinya tidak akan pernah menyalahgunakan narkoba. Namun kenyataannya, semua orang pernah menerima tawaran salah satu jenis narkoba. Penawaran terjadi dalam kehidupan sehari-hari, pada setiap waktu dan di setiap tempat. Awalnya menolak. Karena bujukan, ingin tahu, ingin mencoba, apalagi gratisan, akhirnya mau menerima, dan pemakaiannya berlanjut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itu sebabnya orang tidak siap, ketika menghapdapi situasi penawaran narkoba. Orang harus terampil berkata ?tidak?. Jika tidak, meskipun tahu bahaya narkoba, belum tentu mampu menolaknya. Perlu sikap percaya diri, agar mampu menolak tekanan kelompok sebaya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;a. Berkata ?tidak? dan ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;b. Berkata ?tidak? dan beri alasan yang jelas.&lt;br /&gt;c. Tetap berkata ?tidak?, walaupun dibujuk berkali-kali.&lt;br /&gt;d. Alihkan pembicaraan.&lt;br /&gt;e. Hindari tempat rawa pemakaian/peredaran narkoba.&lt;br /&gt;f. Perkuat jumlah kelompok anti-narkoba.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;Apa Yang Dapat Anda Lakukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Pelajari fakta tentang pengaruh narkoba, mengapa berbahaya. Informasikan&lt;br /&gt;kepada orang-orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Kenali situasi penawaran narkoba. Latih cara menolaknya secara tegas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Dorong teman-teman untuk juga menolaknya. Perkuat kelompok anti-narkoba.&lt;br /&gt;Hormati dan taati mereka yang memiliki otoritas atas Anda (orang tua, guru,&lt;br /&gt;pemimpin, peraturan/undang-undang).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Bangun kehidupan berdisiplin. Tekuni apa yang anda kerjakan. Jadilah teladan&lt;br /&gt;dalam berdisiplin, tidak menggunakan narkoba, dan tidak merokok. &lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h2&gt;CIRI-CIRI PERILAKU PECANDU DI RUMAH &amp;amp; SEKOLAH&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;TANDA-TANDA PERILAKU&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika Diajak Bicara Jarang Mau Kontak Mata&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bicara Pelo/Cadel&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika Keluar Rumah Sembunyi-Sembunyi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keras Kepala/Susah Dinasehati&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Menyalahkan Orang Lain Untuk Kesalahan Yang Dia Buat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak Konsisten Dalam Berbicara (Mencla-Mencle)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Mengemukakan Alasan Yang Dibuat-Buat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Berbohong&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;9.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Mengancam, Menantang Atau Sesuatu Hal Yang Dapat Menimbulkan Kontak Fisik Atau Perkelahian Untuk Mencapai Keinginannya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;10.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berbicara Kasar Kepada Orang Tua Atau Anggota Keluarganya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;11.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semakin Jarang Mengikuti Kegiatan Keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;12.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berubah Teman Dan Jarang Mau Mengenalkan Teman-Temannya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;13.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teman Sebayanya Makin Lama Tampak Mempunyai Pengaruh Negatif&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;14.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mulai Melalaikan Tanggung Jawabnya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;15.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Lebih Sering Dihukum Atau Dimarahi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;16.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bila Dimarahi, Makin Menjadi-Jadi Dengan Menunjukkan Sifat Membangkang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;17.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak Mau Mempedulikan Peraturan Di Lingkungan Keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;18.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Pulang Lewat Larut Malam&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;19.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Pergi Ke Disco, Mall Atau Pesta&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;20.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Manghabiskan Uang Tabungannya Atau Selalu Kehabisan Uang (Bokek)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;21.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Barang-Barang Berharga Miliknya Atau Milik Keluarga Yang Dipinjam Hilang Dan Sering Tidak Dilaporkan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;22.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Merongrong Keluarga Untuk Meminta Uang Dengan Berbagai Alasan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;23.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selalu Meminta Kebebasan Yang Lebih&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;24.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Waktunya Di Rumah Banyak Dihabiskan Di Kamar Sendiri Atau Di Kamar Mandi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;25.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jarang Mau Makan Atau Berkumpul Bersama Keluarga&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;26.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sikapnya Manipulatif&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;27.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Emosi Tidak Stabil (Naik-Turun)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;28.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berani Berbuat Kekerasan Dan Kriminal&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;29.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ada Obat-Obatan, Kertas Timah, Bong (Botol Yang Ada Penghisapnya) Maupun Barang Aneh-Aneh Lainnya (Alumunium Foil, Jarum Suntik, Gulungan Uang/Kertas, Dll), Bau-Bauan Yang Tidak Biasa (Di Kamar Tidur Atau Kamar Mandi)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;30.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Makan Permen Karet Atau Permen Menthol Untuk Menghilangkan Bau Mulut&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;31.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Memakai Kacamata Gelap Dan Atau Topi Untuk Menutupi Mata Telernya&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;32.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Membawa Obat Tetes Mata&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;33.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Omongannya Bas-Basi Dan Menghindari Pembicaraan Yang Panjang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;34.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mudah Berjanji, Mudah Pulai Mengingkari Dengan Berbagai Alasan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;35.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teman-Teman Lamanya Mulai Menghindar&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;36.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pupusnya Norma Atau Nilai Yang Dulu Dimiliki&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;37.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Siklus Kehidupan Menjadi Terbalik (Siang Tidur, Malam Melek/Keluyuran)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;38.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mempunyai Banyak Hutang Serta Menggadaikan Barang-Barang Atau Menjual Barang-Barang)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;39.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bersikap Aneh Atau Kontradiktif (Kadang Banyak Bicara, Kadang Pendiam/Sensitif)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;40.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Paranoid (Ketakutan, Berbicara Sendiri, Merasa Selalu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Yang Mengejar)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;41.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak Mau Diajak Bepergian Bersama Yang Lama (Keluar Kota, Menginap)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;42.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Tidak Pulang Berhari-Hari&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;43.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Keluar Rumah Sebentar Kemudian Kembali Ke Rumah&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;44.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak Memperhatikan Kebersihan/Kerapian Diri Sendiri (Kamar Berantakan, Tidak Mandi)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;45.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menunjukkan Gejala-Gejala Ketagihan ( Demam, Pegal-Pegal, Menguap, Tidak Bisa Tidur Berhari-Hari, Emosi Labil )&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;46.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Meminta Obat Penghilang Rasa Sakit Dengan Alasan Demam, Pegal, Linu, Atau Obat Tidur Dengan Alasan Tidak Bisa Tidur&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;47.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mudah Tersinggung&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;48.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berubahnya Gaya Pakaian Dan Musik Yang Disukai&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;49.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Meninggalkan Hobi-Hobi Yang Terdahulu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;50.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Motivasi Sekolah Menurun (Malas Berangkat Sekolah Atau Mengerjakan Pr Atau Tugas Sekolah)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;51.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Di Sekolah, Sering Keluar Kelas Dan Tidak Kembali Lagi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;52.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Memakai Jaket (Untuk Menutupi Bekas Suntikan, Kedinginan, Dll)&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;53.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sering Menunggak Uang Sekolah Atau Biaya-Biaya Lainnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://kampungbenar.wordpress.com/ciri-ciri-perilaku-pecandu-di-rumah-sekolah/"&gt;http://kampungbenar.wordpress.com/ciri-ciri-perilaku-pecandu-di-rumah-sekolah/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Remaja / Sekolah&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Gejala Dini Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Remaja / Sekolah&lt;br /&gt;Oleh: Tim Data &amp;amp; Info [13 Mei 2009, 09:30 WIB]&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;CIRI-CIRI UMUM :&lt;br /&gt;- Susah diajak bicara&lt;br /&gt;- Mulai sulit untuk diajak terlibat dalam kegiatan keluarga&lt;br /&gt;- Mulai pulang terlambat tanpa alasan&lt;br /&gt;- Mudah tersinggung&lt;br /&gt;- Mulai berani bolos&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;CIRI-CIRI PENYALAHGUNAAN NARKOBA :&lt;br /&gt;Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari&lt;br /&gt;- Jalan sempoyongan, bicara pelo, tampak terkantuk-kantuk&lt;br /&gt;- Kamar tidak mau diperiksa atau selalu terkunci&lt;br /&gt;- Sering menerima telepon atau tamu yang tidak dikenal&lt;br /&gt;- Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar / di&lt;br /&gt;dalam tas&lt;br /&gt;- Terdapat tanda-tanda bekas suntikan atau sayatan dibagian tubuh&lt;br /&gt;- Sering kehilangan uang/barang di rumah&lt;br /&gt;- Mengabaikan kebersihan diri&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perubahan Perilaku Sosial&lt;br /&gt;- Menghindari kontak mata langsung&lt;br /&gt;- Berbohong atau manipulasi keadaan&lt;br /&gt;- Kurang disiplin&lt;br /&gt;- Bengong atau linglung&lt;br /&gt;- Suka membolos&lt;br /&gt;- Mengabaikan kegiatan ibadah&lt;br /&gt;- Menarik diri dari aktivitas bersama keluarga&lt;br /&gt;- Sering menyendiri atau bersembunyi di kamar mandi, di gudang atau tempat-&lt;br /&gt;tempat tertutup&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perubahan Psikologis&lt;br /&gt;- Malas belajar&lt;br /&gt;- Mudah tersinggung&lt;br /&gt;- Sulit berkonsentrasi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;DAMPAK PSIKOLOGIS &amp;amp; SOSIAL LAIN SECARA UMUM&lt;br /&gt;- Emosi yang tidak terkendali&lt;br /&gt;- Kecenderungan berbohong&lt;br /&gt;- Tidak memiliki tanggung jawab&lt;br /&gt;- Hubungan dengan keluarga, guru dan teman serta lingkungannya terganggu&lt;br /&gt;- Cenderung menghindari kontak komunikasi dengan orang lain&lt;br /&gt;- Merasa dikucilkan atau menarik diri dari lingkungan&lt;br /&gt;- Tidak peduli dengan nilai atau norma yang ada&lt;br /&gt;- Cenderung melakukan tindak pidana kekerasan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.25in"&gt;RESIKO PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l2 level1 lfo2; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;Ø&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Umumnya seorang pengguna Narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk&lt;br /&gt;pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk&lt;br /&gt;kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l2 level1 lfo2; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;Ø&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang&lt;br /&gt;kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk&lt;br /&gt;pemulihan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;mso-list:l2 level1 lfo2; tab-stops:list .5in"&gt;&lt;span style="font-family:Wingdings; mso-fareast-font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;Ø&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak dapat kambuh/menggunakan lagi,&lt;br /&gt;sekalipun seorang pecandu sudah pulih beberapa tahun. Pemulihan adalah&lt;br /&gt;perjuangan seumur hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;*Sumber :Majalah Polisi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;JENIS-JENIS NARKOBA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;JENIS-JENIS NARKOBA&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jenis-jenis Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat-obat berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum.&lt;br /&gt;Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kesehatan&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika &amp;amp; Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;OPIAT atau Opium (candu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).&lt;br /&gt;• Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation)&lt;br /&gt;• Menimbulkan semangat&lt;br /&gt;• Merasa waktu berjalan lambat.&lt;br /&gt;• Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk.&lt;br /&gt;• Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang).&lt;br /&gt;• Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;MORFIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena)&lt;br /&gt;o Menimbulkan euforia.&lt;br /&gt;o Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).&lt;br /&gt;o Kebingungan (konfusi).&lt;br /&gt;o Berkeringat.&lt;br /&gt;o Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar.&lt;br /&gt;o Gelisah dan perubahan suasana hati.&lt;br /&gt;o Mulut kering dan warna muka berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;HEROIN atau Putaw&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Denyut nadi melambat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tekanan darah menurun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Otot-otot menjadi lemas/relaks.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar-debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;GANJA atau kanabis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.&lt;br /&gt;• Denyut jantung atau nadi lebih cepat.&lt;br /&gt;• Mulut dan tenggorokan kering.&lt;br /&gt;• Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.&lt;br /&gt;• Sulit mengingat sesuatu kejadian.&lt;br /&gt;• Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.&lt;br /&gt;• Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.&lt;br /&gt;• Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.&lt;br /&gt;• Gangguan kebiasaan tidur.&lt;br /&gt;• Sensitif dan gelisah.&lt;br /&gt;• Berkeringat.&lt;br /&gt;• Berfantasi.&lt;br /&gt;• Selera makan bertambah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;KOKAIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Timbul masalah kulit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Kejang-kejang, kesulitan bernafas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Sering mengeluarkan dahak atau lendir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Merokok kokain merusak paru (emfisema).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Paranoid.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Gangguan penglihatan (snow light).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Kebingungan (konfusi).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;ü&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bicara seperti menelan (slurred speech).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;ECSTASY atau AMFETAMIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Suhu badan naik/demam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tidak bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Merasa sangat bergembira (euforia).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menimbulkan hasutan (agitasi).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Banyak bicara (talkativeness).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menjadi lebih berani/agresif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Kehilangan nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mulut kering dan merasa haus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tekanan darah meningkat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mual dan merasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Sakit kepala, pusing, tremor/gemetar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Timbul rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt; font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.&lt;br /&gt;Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B &amp;amp; C akibat pemakaian jarum bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Perilaku aneh atau menunjukkan tanda kebingungan proses berpikir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Nampak bahagia dan santai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bicara seperti sambil menelan (slurred speech).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Jalan sempoyongan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tidak bisa memberi pendapat dengan baik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;INHALANSIA atau SOLVEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pada mulanya merasa sedikit terangsang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bernafas menjadi lambat dan sulit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Tidak mampu membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mual, batuk dan bersin-bersin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Kehilangan nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Halusinasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap, keletihan otot, gangguan irama jantung, radang selaput mata, kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;mso-ascii-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family: Symbol"&gt;&lt;span style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:Symbol"&gt;Ø&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh, kebakar, tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian.&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;EFEK SAMPING &amp;amp; CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;EFEK SAMPING &amp;amp; CIRI – CIRI PECANDU NARKOBA&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Efek narkotika tergantung kepada dosis pemakaian, cara pemakaian, pemakaian sebelumnya dan harapan pengguna. Selain kegunaan medis untuk mengobati nyeri, batuk dan diare akut, narkotika menghasilkan perasaan “lebih membaik” yang dikenal dengan eforia dengan mengurangi tekanan psikis. Efek ini dapat mengakibatkan ketergantungan. tanda tanda fisik, dapat dilihat dari tanda – tanda fisik si pengguna, seperti :&lt;br /&gt;1. mata merah&lt;br /&gt;2. mulut kering&lt;br /&gt;3. bibir bewarna kecoklatan&lt;br /&gt;4. perilakunya tidak wajar&lt;br /&gt;5. bicaranya kacau&lt;br /&gt;6. daya ingatannya menurun&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;"&gt; pun tanda – tanda dini anak yang telah menggunakan narkotik dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. anak menjadi pemurung dan penyendiri&lt;br /&gt;2. wajah anak pucat dan kuyu&lt;br /&gt;3. terdapat bau aneh yang tidak biasa di kamar anak&lt;br /&gt;4. matanya berair dan tangannya gemetar&lt;br /&gt;5. nafasnya tersengal dan susuh tidur&lt;br /&gt;6. badannya lesu dan selalu gelisah&lt;br /&gt;7. anak menjadi mudah tersinggung, marah, suka menantang orang tua&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu bagaimana mengetahui bahwa anggota keluarga jadi pecandu obat terlarang itu? Mardan Sadzali memberikan ciri-ciri yang mudah diketahui pada pecandu narkoba.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;• Pecandu daun ganja : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;• Pecandu putauw : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;• Pecandu inex atau ekstasi : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;• Pecandu sabu-sabu : &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family:Verdana"&gt;STOP MULAI SEKARANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt; font-family:Verdana"&gt;Setelah anda tahu bahaya narkoba dengan segala jenisnya tersebut, anda harus segera berpikir :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.75pt;text-align:justify;text-indent: -24.75pt;mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 42.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana"&gt;Bahwa anda diciptakan Allah sebagai makhluq mulia, jangan anda nodai kemuliaan tersebut dengan memilih cara hidup hina karena narkoba;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.75pt;text-align:justify;text-indent: -24.75pt;mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 42.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana"&gt;Bahwa anda punya masa depan yang indah, jangan kau hilangkan masa depan anda dengan narkoba;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.75pt;text-align:justify;text-indent: -24.75pt;mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 42.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana"&gt;Bahwa anda akan hidup normal ( berkeluarga, bermasyarakat, dan beragama ) jangan ubah hidup anda menjadi tidak normal karena narkoba;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.75pt;text-align:justify;text-indent: -24.75pt;mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 42.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana"&gt;Bahwa semua yang anda perbuat akan dipertanggungjawabkan nanti di kehidupan abadi ( di akhirat ), jangan anda menyesal selamanya di kehidupan abadi itu karena narkoba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:42.75pt;text-align:justify;text-indent: -24.75pt;mso-list:l1 level1 lfo3;tab-stops:list 42.75pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:Verdana"&gt;Bahwa anda harus punya anggapan sendiri, bahwa narkoba sebenarnya adalah musuh anda : yang membuat hidup anda dan membuat badan anda semakin rusak serta yang merusak masa depan anda sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;text-align:justify"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family: Verdana"&gt;Stop dari sekarang....! Kalau mau pasti bisa....!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-4153366827679740895?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/4153366827679740895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/02/narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4153366827679740895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/4153366827679740895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2011/02/narkoba.html' title='narkoba'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-6049246458100940380</id><published>2010-12-02T02:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T02:06:55.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OLAH RAGA'/><title type='text'>BOLA ATAU NASI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Akhirnya bisa dimulai,”ujar Horst Koeler, Presiden Jerman, pada acara pembukaan Piala Dunia 2006 di Muenchen &lt;i&gt;(Kompas, 10/6/2006 ). &lt;/i&gt;Tepukan gemuruh pun muncul dari 66.000 penonton di stadion menyambut teurnamen olah raga terbesar di dunia ini. Terbesar ? Ya even ini harus dibilang terbesar. Mengapa ? Kemunculannya kali ini konon ditonton lebih dari 1,5 milyar penduduk dunia. Fantastis bukan ?. Kepopuleran olah raga yang menggunakan 11 pemain ini bukan hanya terjadi sekarang. Tetapi, sudah tampak sejak dulu. Mungkin itulah sebabnya mengapa tahun 1920 Jules Rimet, si Presiden FIFA waktu itu, mengusulkan agar pertandingan sepak bola ini dijadikan sebagai turnamen yang terpisah dengan Olimpiade. Meskipun agak lama akhirnya usul tersebut&lt;i&gt; goal &lt;/i&gt;juga ketika pesta olah raga ini digelar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk pertama kalinya pada tahun 1930 di Uruguay dan si tuan rumah berhasil keluar sebagai kampiunnya. Gelar tersebut sekaligus sebagai hadiah ulang tahun ke-100 kemerdekaan negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selanjutnya, even empat tahunan tersebut memang telah menjelma menjadi industri hiburan global. Revolusi bidang teknologi informasi membuat dampak dari perhelatan sepak bola&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukan hanya lebih mondial tetapi sajiannya juga lebih menghibur. Dampak yang diakibatkan penyelengaraannya tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga berdampak sosial, politik, dan ekonomi. Simak saja kehidupan para bintangnya. Kebintangan di dunia persepakbolaan telah menempatkan mereka setara dengan para tokoh kelas dunia. Orang-orang Inggris saja heran dan kadang tidak bisa menjawab, mengapa gaji seorang pemain bintang sepak bola&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa lebih tinggi dari gaji seorang perdana menteri. Mau contohnya? Bintang muda Inggris Wayne Rooney yang masih berusia 20 tahun itu mampu mengumpulkan kekayaan kebih dari 30 juta poundsterling atau sekitar 450 miliar. Sebuah kekayaan yang tidak mungkin bisa dikumpulkan oleh seorang PNS Indonesia golongan IV/e sekalipun jika, maaf,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak mau korupsi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kejuaraan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cabang olah raga, yang memperebutkan Piala Jules Rimet karya Abel Lafleur sang pematung Perancis, ini juga telah menjadi ikon budaya abad 20-21. Olah raga asal Inggris ini juga telah menjadi bagian simbolisme kebanggaan heroik bangsa di ranah global. Kehadirannya telah membuat hampir setiap orang tergila-gila dalam ilusi imajiner yang juga dengan cara yang gila-gilaan, seolah-olah semuanya nyata adanya. Tidak terkecuali kita tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam konteks ini kita memang tidak akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempersoalkan bagaimana Trinidad dan Tobago, gara-gara bola sebuah negara kecil yang terletak antara Amerika Utara dan Amerika Selatan dan hanya berpenduduk 1,3 juta jiwa ini tiba-tiba menjadi terkenal ke seantero dunia. Kita hanya menyoroti atau lebih tepat meratapi diri kita. Mengapa kita yang sedari dulu mengkalaim sebagai “negara yang paling” ini sampai sekarang hanya bisa menempati posisi penonton.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Simbol-simbol kebanggan seperti Indonesia Raya, Pancasila Sakti, Indonesia yang kaya raya tidak pernah tampak nyata dalam even bernama sepak bola atau bahkan untuk sebagian besar cabang olah raga lainnya. Setiap empat tahun sekali kita hanya punya kebanggaan nonton bareng, menyisihkan sebagian uang kita untuk membeli alat penangkap siaran, dan semua jenis penunjang untuk yang bernama “nonton bola”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menjadi penontonpun kita mungkin belum tergolong penonton yang baik. Simak saja sejumlah bonek ( bondo nekad ) ketika timnya usai bertanding, baik menang apalagi kalah. Menang mereyakan dengan cara yang gila kalah pun mengamuk dengan cara yang gila pula. Jadi, gara-gara sepak bola, kita selalu “gila-gilaan”. Setiap usai pertandingan selalu saja kita baca berita pembakaran kendaraan, amuk masa di jalan, adu otot antar suporter, dan sejumlah peristiwa anarkhis lainnya. Tidak jarang peristiwa tersebut di samping menelan korban harta juga nyawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekalipun peristiwa seperti itu bukan monopoli penonton Indonesia, tapi untuk sebuah negara yang tidak pernah menjadi juara dunia seperti kita rasanya memang ironis. Mengapa ? Akibat yang ditimbulkan dengan sebuah kegiatan nonton bola sering harus dibayar mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada Piala dunia ini kita memang tidak mungkin akan melakukan tindakan brutal seperti para suporter ketika Persebaya melawan PSIS, misalnya. Tetapi, kita harus “waspada” dengan perilaku kita juga. Ketika jiwa sudah mulai terjebak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan jago menjagoi sebuah kesebelasan favorit kita, biasanya tanpa terasa ada sesuatu ketertarikan pula untuk berbuat sekedar menjagoi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Taruhan !.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ya, pada mulanya memang dimulai dari yang kecil-kecilan seperti mentraktir bakso atau membelikan sebungkus rokok. Tapi ketika ilusi kita sudah mulai terbangun, tanpa terasa sedikit demi sedikit omset taruhanpun semaikin besar. Tak urung, kebiasaan seperti itu sampai menimbulkan jargon &lt;i&gt;“ kaya mendadak dan miskin mendadak”&lt;/i&gt;. Dulu pernah ada tetangga saya yang bercerai gara-gara nonton bola. Sang istri marah besar dan sangat kecewa dengan suaminya. Pasalnya, seekor sapi kesayangan keluarga tiba-tiba raib. Kemana ? Karena telah dipertaruhkan oleh sang suami ketika babak final berlangsung. Pada hal, semua orang kampung tahu dia adalah keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Makanpun susah di dapatnya. Dengan bercermin pada contoh tetangga saya tersebut, setiap nonton bola ini, secara radikal, kita memang perlu selalu bertaya kepada diri kita : &lt;b&gt;&lt;i&gt;bola atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nasi ?.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Nasi yang dimaksud di sini bisa berarti denotatif atau konotatif. Secara denotatif, yang dimaksud jelas nasi itu sendiri. Secara konotatif yang dimaksud nasi jelas sekedar simbol. Simbol dari sesuatu yang lebih urgen dalam hidup kita dari sekedar sepak bola. Konkretnya, bisa berupa waktu yang kita gunakan untuk mencari nafkah, jam yang kita gunakan untuk masuk kantor sebagai pelayan masyarakat, atau biaya pendidikan anak kita. Dan, perlu kita ingat bersama, piala dunia ini kebetulan memang terjadi pada saat menjelang tahun ajaran baru. Jangan sampai gara-gara berasyik masyuk dengan bola kita melupakan jadwal kita untuk berpikir mengenai pendidikan anak kita. Atau lebih konkret, jangan-jangan karena nonton bola pendidikan anak kita jadi terabaikan. Dan, kita semua tahu mutu pendidikan kita, saat ini, mengalami degradasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang luar biasa. Sekali lagi, bola atau nasi ? Sekedar mengingatkan lo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Waingapu, Medio Juni 2006&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-6049246458100940380?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/6049246458100940380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/12/bola-atau-nasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6049246458100940380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6049246458100940380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/12/bola-atau-nasi.html' title='BOLA ATAU NASI'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-1661046234409082522</id><published>2010-11-29T16:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T16:12:58.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotbah'/><title type='text'>SIFAT AMARAH</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Para&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; hadirin jama’ah Jum’at rahimakumullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengawali khutbah siang hari ini, perkenankanlah khatib mengajak kita semua untuk senantiasa bersyukur kapada Allah SWT. Selanjutnya rasa syukur tersebut marilah kita wujudkan dengan kesediaan kita untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Dalam arti menjalankan semua perintah Allah dan sebaliknya menjauhi larangan Allah SWT. Karena hanya dengan takwa itulah setiap manusia, termasuk kita, akan menjadi orang yang mulia dalam pandangan Allah SWT. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ma’asyiral muslimin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temukan kejadian demi kejadian yang kelihatannya sepele tetapi kemudian berubah menjadi persoalan besar atau bahkan berakibat sangat fatal. Penyebabnya memang bermacam-macam. Salah satu diantaranya yang akan kita sampaikan di sini adalah karena adanya sifat amarah pada manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ma’asyiral muslimin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Marah merupakan perasaan kejiwaan berupa rasa tidak senang terhadap sesuatu yang biasanya diekspresikan dalam bentuk ucapan, tindakan, dan sikap atau sikap, ucapan dan tindakan sekaligus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam kehidupan sehari marah timbul biasanya akibat seseorang tidak senang melihat atau merasakan sesuatu terjadi dan ketidaksenangan tersebut akhirnya menekan perasaan atau emosi yang secara phisik biasanya ditandai dengan naiknya tekanan darah. Sehingga, apabila sesutu yang tidak disenangi tersebut terjadi dan menekan perasaan, muncullah marah tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seseorang tidak menginginkan anaknya bermain di jalan. Tetapi anak tersebut bermain juga. Maka marahlah orang tersebut. Kita tidak menginginkan seseorang mengotori masjid. Tetapi tiba-tiba datang anak-anak yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mengotori masjid. Maka marahlah kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seorang suami tidak menginginkan istrinya diganggu. Tiba-tiba ada orang jahil mengganggu. Maka marahlah si suami tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selanjutnya, perasaan marah tersebut biasanya diwjudkan dalam bentuk sikap, kata-kata, dan/atau perbuatan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketika marah harus diwujudkan dalam bentuk ucapan itulah sangat memungkinkan terjadinya hal hal yng membahayakan baik kepada yang bersangkutan atau orang lain atau mungkin bagi kedua-duanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagai contoh seorang bisa menyakiti orang lain hanya karena marah akibat kalah berebut uang 1000 rupiah. Akibat tindakan tersebut bisa juga berbalik membahayakan diri sendiri ketika orang yang disakiti tersebut membalas untuk menyakiti. Dengan alasan pembalasan lebih kejam, bisa saja akibat marah tersebut berubah menjadi malapetaka ketika kedua-duanya saling bersitegang dan bertindak lebih jauh seperti kedua-duanya berkelai dengan saling membawa senjata tajam. Akibat marah karena mempertahankan uang seribu, yang menurut ukuran normal sepele, bisa berakibat fatal karena dengan perkaleaian yang saling memanfaatkan senjata tajam tersebut risiko saling kehilangan nyawapun sangat mungkin terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Melalui tayangan mas media sering kita baca dan kita saksikan, seseorang tega menghabisi nyawa saudaranya hanya karena tersinggung akibat ucapan yang dilontarkan. Anak menghabisi nyawa orang tua hanya karena tidak dibelikan sepeda motor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa bulan yang lalu di Surabaya seorang bocah cerdas juga harus mati di tangan kedua orang tuanya Di harian Pos Kupang juga pernah diberitakan seorang anak balita juga harus kehilangan nyawa akibat dianiaya oleh kandungnya sendiri. Lagi-lagi hal itu akibat amarah yang tidak terkendali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Maasyiral muslimin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Gambaran beberapa contoh peristiwa tadi hanya untuk memeberikan peringatan kepada kita bahwa perasaan marah yang tidak terkendali bisa berakibat fatal terhadap diri sendiri atau orang lain atau bahkan mungkin juga bisa berakibat buruk kepada masyarakat luas. Oleh karena sifat marah tersebut bisa dialami oleh siapa saja, maka akibat fatal marahpun juga sangat mungkin menimpa siapa saja, termasuk tentunya kita semua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengingat bahaya yang ditimbulkan sifat amarah itulah agama kita perlu mengingatkan secara khusus mengenai hal tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Al Qur’an memberikan peringatan, bahwa mengendalikan marah menjadi salah satu ciri orang yang bertakwa. Oleh Al Qur’an orang yang sanggup mengendalikan marah disebut &lt;i&gt;al kadhimin al ghaidho&lt;/i&gt;. Dan, orang yang biasa sanggup mengendalikan marah tersebut termasuk salah satu kelompok orang yang dijanjikan masuk surga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Allah brfirman dalam surat Ali Imran ayat 133-134 :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Artinya :&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan bersegera kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu, orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Artinya :&lt;i&gt; Orang yang kuat itu bukanlah orang yang dapat berkelai, tetapi orang kuat adalah yang dapat menguasai dirinya di waktu marah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam kitab shahih-nya, al Bukhary meriwayatkan bahwa, seorang laki-laki suatu ketika datang kepada rasulullah SAW agar ia diberi wasiyat. Rasulullah SAW berwasiyat kepada laki-laki tersebut dengan hanya mengatakan : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Janganlah suka marah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Wasiyat singkat tersebut beliau ulang sampai tiga kali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah SAW juga pernah berulang-ulang menasihati sahabat Mu’awiyah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Wahai Mu’awiyah jauhkan olehmu sifat amarah. Karena amarah itu dapat merusak iman seseorang sebagaimana makanan pahit merusakkan madu yang manis.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk mengatasi marah yang sedang melanda yang mungkin melanda manusia, rasullah SAW juga mengingatkan kita. Kata beliau, bahwa marah itu berasal dari syaitan dan syaitan dijadikan dari api. Api hanya bisa padam oleh air. Oleh karena itu, kata rasulullah SAW, apabila seseorang sedang marah handaknya segera mengambil air wudlu ( berwudlu ). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Wahai anak Adam, sebutlah namaku (Allah) ketika engkau marah agar aku ingat pula kepadamu. Dengan demikian apabila engkau marah Aku tidak menimpakan adzab kepadamu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari sabda rasulullah tersebut diperoleh pelajaran bahwa marah bisa menyebabkan datangnya adzab Allah. Adzab Allah yang paling mungkin terjadi adalah hal-hal yang bisa fatal akibat rasa marah kita. Agar hal-hal buruk dan fatal tersebut tidak terjadi, saat rasa marah mulai merasuki perasaan kita, kita diperintahkan untuk segera meneyebut asma Allah ketika marah tersebut datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Siakh Abu al-Laits As-Samarqandy dalam Tanbihul Ghafilin juga menulis sebuah hadits, bahwa dalam suatu kesempatan rasulullah SAW pernah memberikan nasihat dengan sabdanya :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Artinya : &lt;i&gt;Bahwasanya amarah itu merupakan segumpal bara dari neraka. Jika salah seorang di antara kalian mendapati amarah itu ketika sedang berdiri, maka duduklah dan apabila mendapati amarah tersebut sedang dalam keadaan duduk, maka berbaringlah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Para sufi sangat menaruh perhatian pada sifat marah ini dengan menyebutnya sebagai ghadlob. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oleh kaum sufi ghadlab ( marah ) dikelompokkan ke dalam sifat-sifat tercela yang bisa menimbulkan maksiyat bathin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam pandangan sufi marah menjadi salah satu ukuran baik tidaknya seseorang. Ketika kita ingin mengetahui seseorang itu baik atau buruk maka perlu dilihat ketika orang tersebut sedang dalam keadaan marah, bukan di saat dalam suasana riang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selanjutnya, apakah hubungan marah dengan ketakwaan kita yang merupakan inti setiap khutbah Jum’at?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Para sufi berpandangan bahwa penyebab marah adalah karena seseorang lupa kepada Allah. Kalau dia ingat Allah tidak mungkin seseorang akan marah. Sebab, hanya Allahlah yang berhak marah ketika ada seseorang berbuat salah atau maksiyat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu ketika seorang mukmin sedang marah lantas ingat kepada Allah, mestinya marahnya bisa segera hilang. Ketika sudah menyebut asma Allah, tetapi tetap saja rasa marah meluap-luap maka sebanernya perlu kita pertanyakan ketakwaan kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Suatu ketika Umar Bin Khattab sedang meluap-luap amarahnya. Tetapi tiba-tiba luluh saat mendengar bacaan Al Qur’an, yang tidak lain adalah kalam Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kaum sufi juga mengajarkan kepada kita bahwa untuk menghilangkan marah yang terlanjur menjadi sifat kita sehari-hari, kita harus selalu mengingat kesabaran yang dimiliki oleh para rasul, nabi-nabi, para wali dan orang-orang salih. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kesabaran yang dimiliki senantiasa sanggup mengalahkan perasaan marah yang mungkin datang sewaktu-waktu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Suatu ketika &lt;i&gt;Junaid Al Baghdady&lt;/i&gt;, seorang sufi, pernah disiram oleh orang dengan air cucian ikan tatkala ia keluar dari masjid sehabis salat Jum’at. Dengan tidak bereaksi sedikitpun beliau langsung pulang ke rumah berganti pakaian dengan pakaian istrinya. Beliaupun kemudian mengerjakan salat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sikap beliau itu tampaknya sejalan dengan sikap rasulullah SAW, yaitu ketika rasullah SAW tidak pernah ambil peduli terhadap wanita tua yang meludahi setiap beliau pergi ke masjid. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Satu-satunya kepedulian rasulullah SAW kepada wanita jahat tersebut ialah ketika rasulullah SAW menjadi penjenguk pertama saat wanita tua malang itu jatuh sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;AKHIRNYA&lt;/i&gt;, mudah-mudahan khutbah ini dapat mengingatkan kita semua akan bahaya amarah, berikut dapat menjadikan kita tergolong orang-orang yang pandai mengendalikan amarah. Amin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Waingapu, 3 September 2004&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Teks khutbah ini disampaikan di sampaikan di Masjid At-Taqwa Kemalaputi pada tanggal 3 September 2004&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-1661046234409082522?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/1661046234409082522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-amarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/1661046234409082522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/1661046234409082522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-amarah.html' title='SIFAT AMARAH'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-6612723328511841214</id><published>2010-11-29T16:08:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T16:09:45.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotbah'/><title type='text'>SIFAT HASUD</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Maasyiral muslimin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengawali khutbah siang hari ini perkenankan khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT, yaitu menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seruan ini senantiasa diserukan oleh setiap khatib pada setiap jum’at tidak lain karena pentingnya takqwa ini. Takwa menjadi sesuatu yang sangat penting kerana takwa merupakan inti keberagamaan seseorang. Maka tidak heran jika Allah menegaskan bahwa hanya dengan ukuran takwa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itulah tinggi rendahnya derajat seseorang di mata Allah diukur. Karena pentingnya takwa itu pulalah mengapa seruan takwa ini menjadi seruan wajib mingguan yanag harus diucapkan oleh setiap khatib dalam khutbahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mudah-mudahan seruan takwa setiap jumat ini bukan merupakan formalitas belaka. Tetapi menjadi seruan yang benar dihayati oleh setiap kita yang hadir shalat jum’at. Dalam rangka menuju tkwa itu pulalah khutbah tentang sifat hasud berikut disampaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ma’asyiral muslimin &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluq sempurna, Akan tetapi dibalik kesempurnaan tersebut manusia tetaplah makhluq yang memiliki kekurangan. Sebabnya adalah karena di samping manusia bisa mempunyai sifat-sifat yang baik bisa pula memiliki sifat-sifat tercela. Sifat tercela ini terkadang begitu menguasai manusia sehingga terwujud dalam perilaku yang jahat yang merugikan, bahkan mencelakaan orang lain. Dalam ajaran Islam, khususnya yang telah dicontohkan oleh para sufi, mengetahui sifat-sifat tercela bagi masing manusia ini amat penting. Bahkan, menurut tuntutan mereka membicarakan sifat-sifat tercela ini lebih penting untuk didahulukan. Sebab, hanya dengan mengetahui sifat-sifat tercela, sekaligus bahaya sifat tercela itulah, seseoranag dapat berusaha membersihan diri dari sifat-sifat tercela tersebut. Usaha menghindar dari sifat tercela tersebut dalam tradisi sufi disebut takhliyah. Yaitu, usaha membersihkan diri dan jiwa. Berikut jiwa yang telah bersih tersebut diisi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan latihan membiasakan diri sifat-sifat terpuji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Salah satu sifat tercela yang harus dilenyapkan dari jiwa setiap orang adalah sifat hasud. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat hasud dalam bahasa Indonesia biasa juga dikenal dengan sifat dengki atau irihati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Prof. Dr. Abu Bakar Aceh, salah seorang pakar mengenai dunia tasawuf mendefinisikan Hasad atau hasud, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;yaitu membenci nikmat Tuhan yang dianugerahkan kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang lain dengan keinginan agar nikmat orang lain tersebut terhapus&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan kata lain, orang hasud adalah orang yang tidak senang jika orang lain mendapat nikmat Allah. Bahkan tidak hanya sekedar tidak senang, orang yang di hatinya ada sifat hasud, juga selalu gelisah jika nakmat itu masih dinikmati orang lain tersebut. Oleh karena itu dia selalu menginginkan agar nikmat tersebut hilang darinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengenai bahaya hasud ini rasulullah mengingatkan dengan sabdanya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Artinya :Hasud itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut hadits tersebut, seorang akan percuma berbuat kebaikan selama di hatinya masih terdapat sifat hasud, sebab sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan, selama masih ada sifat dengki, pahala kebaikan tersebut akan musnah. Dalam hadits, musnahnya pahala kebaikan tersebut digambarkan seperti kaya bakar kering yang dalam waktu singkat musnah karena terbakar api. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itulah sebabnya, mengapa dalam tradisi sufi tidak ada kejahatan tersembunyi yang lebih besar dan merugikan diri sendiri kecuali sifat hasud atau dengki. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah SAW juga pernah bersabda agar kita waspada terhadap orang yang dengki atau hasud ini &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ketahuilah sesunggahnya pada nikmat-nikmat Allah itu terdapat musuh. Para sahabat bertanya. Siapa musuh-musuh nikmat Allah itu. Rasulullahpun menjawab : Musuh-musuh nikmat Allah adalah orang-orang yang dihatinya ada persaan dengki terhadap kemulyaan yang diberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Allah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat hasud tersebut dapat merugikan diri sendiri sebab sebelum hasud tersebut mencapai maksudnya, orang yang dihatinya ada sifat hasud akan membinasakan dirinya dengan lima hal, Kelima hal itu adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; orang hasud akan berlarut-larut dalam penderitaan batin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; orang yang dengki akan mendapat musibah yang tidak dapat ditolong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; orang yang dengki atau hasud akan memperoleh murka Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; dan kelima, orang yang dengki atau hasud akan ditutup dari pintu hidayat dan taufiq.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Al Faqih Abul Laits berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tiga kelompok orang yang tidak akan dikabulkan do’anya,yaitu orang yang suka makan barang haram, orang yang suka menggunjing orang lain, dan orang yang dalam hatinya ada perasaan dengki terhadap sesame muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagian ahli hikmah juga mengatakan, bahwa sifat dengki adalah sifat yang pertama yang menyebabkan durhaka kepada Allah di langit, yaitu sebagaimana yang ditunjukkan oleh Iblis ketka dia dengki dengan Nabi Adam dan menyebabkan Iblis durhaka kepada Allah karena tidak mau memenuhi peritah Allah untuk bersujud kepada Adam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat Hasud juga merupakan sifat pertama yang meneyebabkan perbuatan durhaka di bumi, yaitu sebagaimana yang dilakaukan oleh Qabil ketika ia membunuh saudaranya Habil karena dengki kepadanya. Dalam kisah tercatat bahwa Qabil dengki kepada Habil karena Habil dikawinkan dengan wanita yang lebih cantik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Karena bahaya sifat hasud yang bisa merusak tidak saja terhadap urusan pahala, tetapi juga urusan pergaulan hidup inilah, mengapa sebabnya para sufi mengingatkan kita agar membersihkan hati kita dari sifat hasud atau dengki ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Syaikh Hasan al Bashri salah seorang sufi besar juga mengingatkan kita :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hai anak Adam janganlah engkau hasud atau dengki terhadap saudaramu. Jika ia beroleh kemuliaan dari Allah, maka mengapa engkau dengki terhadap orang ayang telah dimuliyakan Tuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebaliknya, jika ia beroleh sesuatu yang bukan diridai Allah, maka apakah layak kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengki atau iri hati terhadap orang yang akan masuk neraka ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mudah-mudahkan, khutbah ini menjadi bahan renungan kita dalam rangka menuju taqwa kepada Allah SWT, Amin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Artinya : Sebagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka bisa mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah&lt;/i&gt; Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah : 109 )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-6612723328511841214?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/6612723328511841214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-hasud_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6612723328511841214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6612723328511841214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-hasud_29.html' title='SIFAT HASUD'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-8784304312114903757</id><published>2010-11-29T15:55:00.001-08:00</published><updated>2010-11-29T16:08:21.937-08:00</updated><title type='text'>SIFAT HASUD</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ma'asyiral muslimin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengawali khutbah siang hari ini perkenankan khatib mengajak kita semua untuk meningkatkan takwa kepada Allah SWT, yaitu menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seruan ini senantiasa diserukan oleh setiap khatib pada setiap jum’at tidak lain karena pentingnya takqwa ini. Takwa menjadi sesuatu yang sangat penting kerana takwa merupakan inti keberagamaan seseorang. Maka tidak heran jika Allah menegaskan bahwa hanya dengan ukuran takwa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itulah tinggi rendahnya derajat seseorang di mata Allah diukur. Karena pentingnya takwa itu pulalah mengapa seruan takwa ini menjadi seruan wajib mingguan yanag harus diucapkan oleh setiap khatib dalam khutbahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mudah-mudahan seruan takwa setiap jumat ini bukan merupakan formalitas belaka. Tetapi menjadi seruan yang benar dihayati oleh setiap kita yang hadir shalat jum’at. Dalam rangka menuju tkwa itu pulalah khutbah tentang sifat hasud berikut disampaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ma’asyiral muslimin &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluq sempurna, Akan tetapi dibalik kesempurnaan tersebut manusia tetaplah makhluq yang memiliki kekurangan. Sebabnya adalah karena di samping manusia bisa mempunyai sifat-sifat yang baik bisa pula memiliki sifat-sifat tercela. Sifat tercela ini terkadang begitu menguasai manusia sehingga terwujud dalam perilaku yang jahat yang merugikan, bahkan mencelakaan orang lain. Dalam ajaran Islam, khususnya yang telah dicontohkan oleh para sufi, mengetahui sifat-sifat tercela bagi masing manusia ini amat penting. Bahkan, menurut tuntutan mereka membicarakan sifat-sifat tercela ini lebih penting untuk didahulukan. Sebab, hanya dengan mengetahui sifat-sifat tercela, sekaligus bahaya sifat tercela itulah, seseoranag dapat berusaha membersihan diri dari sifat-sifat tercela tersebut. Usaha menghindar dari sifat tercela tersebut dalam tradisi sufi disebut takhliyah. Yaitu, usaha membersihkan diri dan jiwa. Berikut jiwa yang telah bersih tersebut diisi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan latihan membiasakan diri sifat-sifat terpuji.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Salah satu sifat tercela yang harus dilenyapkan dari jiwa setiap orang adalah sifat hasud. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat hasud dalam bahasa Indonesia biasa juga dikenal dengan sifat dengki atau irihati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Prof. Dr. Abu Bakar Aceh, salah seorang pakar mengenai dunia tasawuf mendefinisikan Hasad atau hasud, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;yaitu membenci nikmat Tuhan yang dianugerahkan kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang lain dengan keinginan agar nikmat orang lain tersebut terhapus&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan kata lain, orang hasud adalah orang yang tidak senang jika orang lain mendapat nikmat Allah. Bahkan tidak hanya sekedar tidak senang, orang yang di hatinya ada sifat hasud, juga selalu gelisah jika nakmat itu masih dinikmati orang lain tersebut. Oleh karena itu dia selalu menginginkan agar nikmat tersebut hilang darinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengenai bahaya hasud ini rasulullah mengingatkan dengan sabdanya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Artinya :Hasud itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut hadits tersebut, seorang akan percuma berbuat kebaikan selama di hatinya masih terdapat sifat hasud, sebab sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan, selama masih ada sifat dengki, pahala kebaikan tersebut akan musnah. Dalam hadits, musnahnya pahala kebaikan tersebut digambarkan seperti kaya bakar kering yang dalam waktu singkat musnah karena terbakar api. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Itulah sebabnya, mengapa dalam tradisi sufi tidak ada kejahatan tersembunyi yang lebih besar dan merugikan diri sendiri kecuali sifat hasud atau dengki. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah SAW juga pernah bersabda agar kita waspada terhadap orang yang dengki atau hasud ini &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ketahuilah sesunggahnya pada nikmat-nikmat Allah itu terdapat musuh. Para sahabat bertanya. Siapa musuh-musuh nikmat Allah itu. Rasulullahpun menjawab : Musuh-musuh nikmat Allah adalah orang-orang yang dihatinya ada persaan dengki terhadap kemulyaan yang diberikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh Allah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat hasud tersebut dapat merugikan diri sendiri sebab sebelum hasud tersebut mencapai maksudnya, orang yang dihatinya ada sifat hasud akan membinasakan dirinya dengan lima hal, Kelima hal itu adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; orang hasud akan berlarut-larut dalam penderitaan batin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; orang yang dengki akan mendapat musibah yang tidak dapat ditolong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; orang yang dengki atau hasud akan memperoleh murka Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Keempat,&lt;/i&gt; dan kelima, orang yang dengki atau hasud akan ditutup dari pintu hidayat dan taufiq.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Al Faqih Abul Laits berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tiga kelompok orang yang tidak akan dikabulkan do’anya,yaitu orang yang suka makan barang haram, orang yang suka menggunjing orang lain, dan orang yang dalam hatinya ada perasaan dengki terhadap sesame muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagian ahli hikmah juga mengatakan, bahwa sifat dengki adalah sifat yang pertama yang menyebabkan durhaka kepada Allah di langit, yaitu sebagaimana yang ditunjukkan oleh Iblis ketka dia dengki dengan Nabi Adam dan menyebabkan Iblis durhaka kepada Allah karena tidak mau memenuhi peritah Allah untuk bersujud kepada Adam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sifat Hasud juga merupakan sifat pertama yang meneyebabkan perbuatan durhaka di bumi, yaitu sebagaimana yang dilakaukan oleh Qabil ketika ia membunuh saudaranya Habil karena dengki kepadanya. Dalam kisah tercatat bahwa Qabil dengki kepada Habil karena Habil dikawinkan dengan wanita yang lebih cantik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Karena bahaya sifat hasud yang bisa merusak tidak saja terhadap urusan pahala, tetapi juga urusan pergaulan hidup inilah, mengapa sebabnya para sufi mengingatkan kita agar membersihkan hati kita dari sifat hasud atau dengki ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Syaikh Hasan al Bashri salah seorang sufi besar juga mengingatkan kita :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hai anak Adam janganlah engkau hasud atau dengki terhadap saudaramu. Jika ia beroleh kemuliaan dari Allah, maka mengapa engkau dengki terhadap orang ayang telah dimuliyakan Tuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebaliknya, jika ia beroleh sesuatu yang bukan diridai Allah, maka apakah layak kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengki atau iri hati terhadap orang yang akan masuk neraka ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mudah-mudahkan, khutbah ini menjadi bahan renungan kita dalam rangka menuju taqwa kepada Allah SWT, Amin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Artinya : Sebagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka bisa mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah&lt;/i&gt; Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah : 109 )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-8784304312114903757?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/8784304312114903757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-hasud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/8784304312114903757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/8784304312114903757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sifat-hasud.html' title='SIFAT HASUD'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-7643887542523140459</id><published>2010-11-29T05:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T05:47:24.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum islam'/><title type='text'>LEMBAGA PENGANGKATAN ANAK   DALAM KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOuvA4IG4I/AAAAAAAAAEI/E66xx6HPwMQ/s1600/anak%2Bangkat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 76px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOuvA4IG4I/AAAAAAAAAEI/E66xx6HPwMQ/s200/anak%2Bangkat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544967688935709570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1032"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pendahuluan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;Keinginan mengembangkan keturunan adalah naluri setiap manusia. Untuk kepentingan itu manusia perlu melakukan pernikahan. Dari pernikahan tersebut terjalinlah sebuah ikatan suami isteri yang pada gilirannya terbentuk sebuah sebuah keluarga berikut keturunannya berupa anak-anak. Dengan demikian kehadiran anak tidak hanya dipandang sebagai konsekuensi adanya hubungan biologis antara janis kelamin laki-laki dan perempuan, tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih dari itu, juga merupakan keinginan yang sudah melembaga sebagai naluri setiap manusia. Oleh karenanya, rasanya kurang lengkaplah sebuah keluarga tanpa kehadiran seorang anak. Bahkan, dalam kasus tertentu tanpa kehadiran seorang anak dianggap sebagai aib yang menimbulkan rasa kurang percaya diri bagi pasangan suami istri. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: 31.65pt; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi, karena berbagai hal atau alasan tertentu keinginan memperoleh anak tidak dapat tercapai. Dalam keadaan demikian berbagai perasaan dan pikiran akan timbul dan pada tataran tertentu tidak jarang perasaan dan pikiran tersebut berubah menjadi kecemasan. Kecemasan tersebut, selanjutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diekspresikan oleh salah satu pihak atau kedua pihak, suami istri, dalam bentuk tindakan-tindakan tertentu. Salah satu tindakan suami istri, ketika keturunan berupa anak yang didambakan tidak diperoleh secara natural adalah dengan cara mengambil alih anak orang lain. Selanjutnya, anak tersebut dimasukkan ke dalam anggota keluarganya sebagai pengganti anak yang tidak bisa diperoleh secara alami tersebut. Cara memperoleh anak dengan cara ini, dalam istilah hukum Perdata Barat lazim disebut sebagai adopsi yang dalam tulisan ini disebut penulis sebut sebagai pengangkatan anak.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;Pengangkatan anak yang ada di Indonesia sekarang, memang telah dimulai sejak lama. Dalam masyarakat yang memiliki adat tertentu, telah lama dijumpai praktek pengangkatan anak ini. Hanya saja, motivasi dan cara serta akibat pengangkatan anak tersebut berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan yang lain. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Meskipun praktek pengangkatan anak telah lama melembaga di berbagai suku bangsa di tanah air, akan tetapi di satu sisi, sebagaimana diakui Mahkamah Agung, aturan hukum yang mengatur mengenai hal itu sampai saat ini belum memadai.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Di sisi yang lain, pengesahan pengangkatan anak tersebut telah diklaim sebagai lembaga hukum yang menjadi kewenangan mutlak Pengadilan Negeri. Pada hal, pada saat yang sama sejak diberlakukannya KHI Pengadilan Agamapun merasa ‘berkepentingan’ pula untuk menangani pengesahan pengangkatan anak ini. Alasannya adalah KHI telah secara eksplisit istilah anak angkat menurut versinya. Ketantuan KHI tersebut berikut, secara yuridis formal, telah tertuang dalam ketentuan dalam penjelasan Pasal 49 ayat 1 huruf&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;UU Nomor 3 Tahun 2006.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;Letak persoalannya adalah, bahwa sampai saat ini belum ada ‘juklak’ yang tegas dari Mahkamah Agung terkait dengan praktek pengangkatan anak versi Hukum Islam di lingkungan Peradilan Agama. Kondisi demikian tidak saja akan membingungkan para pencari keadilan ketika akan mengajukan “permasalahannya”, tetapi juga akan menimbulkan benturan pemahaman ketika produk peradilan itu harus berhubungan dengan institusi lain non peradilan dalam sistem kenegaraan.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30.05pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tulisan berikut, dimaksudkan untuk membahas seputar pengangkatan anak dengan mencari jawaban atas rumusan masalah sebagai sebagaui berikut :&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 42pt; text-indent: -12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana pandangan Hukum Barat, Hukum Adat, dan Hukum Islam terhadap lembaga pengangkatan anak;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana Pengadilan Agama melaksanakan kewenangan pengesahan pengangkatan Anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengertian Pengangkatan Anak dan Macam-macamnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengertian &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam Kamus Hukum kata adopsi yang berasal dari bahasa latin &lt;i&gt;adoptio&lt;/i&gt; diberi arti : Pengangkatan anak sebagai anak sendiri.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Rifyal Ka’bah, dengan mengutip &lt;b&gt;&lt;i&gt;Blackl’s Law Dictionary&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, mengemukakan bahwa adopsi adalah penciptaan hubungan orang tua anak oleh perintah pengadilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara dua pihak yang biasanya tidak mempunyai hubungan (keluarga ).&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Macam-macamnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilihat dari jenis norma hukumnya, bahwa setidaknya dikenal 3 macam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengangkatan anak yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak yang bersumber dari Hukum Barat;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak yang bersumber dari Hukum Adat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak yang bersumber dari Hukum lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; line-height: 150%;"&gt;Pengangkatan anak versi ketiga ini termasuk di dalamnya pengangkatan anak yang bersumber dari Hukum Islam. Dalam pembahasan ini pengangkatan jenis inilah yang mendapat porsi inti pembahasan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dilihat dari segi subjek dan objeknya, ada tiga macam pengangkatan anak :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak oleh dan kepada sesama WNI;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak oleh WNI kepada anak WNA;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak oleh WNA kepada anak WNI;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan pertimbangan urgensinya dan keterbatasan ruang, dalam pembahasan berikut, penulis hanya membahas pengangkatan jenis pertama, yaitu pengangkatan anak oleh dan kepada WNI.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aturan Hukum Yang Berkaitan Dengan Pengangkatan Anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan terdahulu bahwa adopsi merupakan istilah yang dikenal dari lembaga hukum yang berasal dari hukum perdata Barat (Belanda ). Oleh karena sampai saat ini, Indonesia sebagian hukum perdatanya juga masih memberlakukan Hukum Perdata Barat, dalam hal ini Burgelijk wet Boek ( BW ), maka ketentuan-ketentuan menganai pengangkatan anak tersebut, dapat dilihat pada ketentuan-ketantuan yang ada dalam BW. Akan tetapi kenyataannya BW sendiri tidak mengatur mengenai adopsi sebagaimana yang terjadi dalam praktek. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana dikemukakan oleh R. Soeroso, adopsi yang diatur dalam BW hanya adopsi atau pengangkatan &lt;i style=""&gt;anak luar kawin&lt;/i&gt;, yaitu sebagaimana termuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada Buku I Bab XII Bagian III pasal 280 sampai dengan 290. Sedangkan, pengangkatan anak sebagaimana terjadi dalam praktek di masyarakat dan dunia peradilan sekarang, tidak hanya terbatas pada pengangkatan anak luar kawin, tetapi sudah mencakup pengangkatan anak dalam arti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian, sebenarnya, BW tidak mengatur pengangkatan anak sebagaimana dikenal sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya saja kemudian, untuk memenuhi tuntutan masyarakat, oleh Pemerintah Belanda dikeluarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stb. 1917 Nomor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;129 yang memberikan ketantuan mengenai adopsi bagi masyarakat Tionghoa, dalam hal ini diatur dalam ketentuan Pasal 5 sampai dengan Pasal 15. Di dalamnya diatur tentang siapa yang boleh mengangkat, siapa yang boleh diangkat sebagai anak angkat, dan tatacara pengangkatan anak, termasuk di dalamnya syarat-syarat pengangkatan anak.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Menurut R. Soeroso&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Staatsblad tersebut merupakan satu-satunya pelengkap dari BW. Oleh karena itu, segala persoalan menyangkut adopsi versi Barat semata-mata harus beranjak dari Staatsblaad tersebut.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Melihat praktek permohonan pengangkatan anak di peradilan dari hari ke hari semakin marak, terlepas dari motivasi yang melatarbelakangi pemohon, dan aturan yang mengatur mengenai hal itu masih dirasa kurang, maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mahkamah Agung memandang perlu untuk memberikan tambahan aturan yang bersifat teknis mengenai pengangkatan anak tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kepedulian Mahkamah Agung tersebut diwujudkan dengan mengeluarkan aturan dalam bentuk Surat Edaran.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Paling tidak sudah ada 4 ( empat ) Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) mengenai pengangkatan anak tersebut, antara lain:&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Surat Edaran Nomor 2 Tahun 1979.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 1983.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.35pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 1989.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1cm; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketiga Surat Edaran yang isinya saling melengkapi tersebut disamoping berisi koreksi seperlunya terhadap praktek pengesahan pengangkatan anak yang selama ini dilakukan oleh Pengadilan Negeri, juga berisi tambahan petunjuk teknis pengangkatan anak yang ideal. Beberapa petunjuk teknis tersebut antara lain sebagai berikut :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syarat dan bentuk surat permohonan;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Isi Surat Permohonan;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syarat calon orang tua angkat dan anak angkat;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seputar teknis pemeriksaan perkara dalam persidangan;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Format putusan;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian, beberapa tambahan petunjuk teknis tersebut ada yang menyangkut Hukum Acara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan Anak Menurut Hukum Barat dan Hukum Adat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Hukum Adat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut catatan Ter Haar, sebagaimana dikutip oleh J. Satrio, pengangkatan anak di dalam Hukum Adat bukan merupakan sesuatu lembaga yang asing. Lembaga ini dikenal luas hampir di seluruh Indonesia.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt; &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; Alasan&lt;/i&gt; yang menjadi pertimbangan pengangkatan anak juga bermacam-macam. Ada yang karena untuk kepentingan pemeliharaan di hari tua dan ada yang kerana kasihan terhadap anak yatim piatu. Bahkan, ada kalanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengangkatan anak dilakukan dengan pertimbangan yang mirip dengan adopsi yang diatur oleh ketentuan adopsi ( Stb Nomor 129 tahun 1917 ) yaitu untuk menghindari punahnya suatu keluarga.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Tentang &lt;i&gt;siapa yang boleh mengangkat anak&lt;/i&gt; tidak ada ketentuannya. Akan tetapi menurut R. Soeroso, dijumpai ketentuan minimal berbeda 15 tahun. Demikian juga tentang siapa yang boleh diadopsi juga tidak ada ketentuan harus anak laki-atau anak perempuan.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt; &lt;/span&gt;Batas usia anak yang dapat diangkat juga berbeda antara dearah hukum yang satu dengan daerah hukum yang lain. &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Hal ini wajar mengingat perbedaan-perbedaan adat di suatu tempat juga memungkinkan terjadinya perbedaan nilai-nilai hukum mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun &lt;i&gt;akibat hukum&lt;/i&gt; pengangkatan anak menurut adat, menurut J.Satrio, bahwa anak itu mempunyai kedudukan seperti anak yang lahir dari perkawinan suami istri yang mengangkatnya dan hubungannya dengan keluarga asal menjadi putus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penerimaan anak angkat sebagai keluarga adoptan datang tidak hanya dari keluarga adoptan, tetapi juga dari masyarakat lingkungannya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Tentang akibat hukum pengangkatan anak menurut Hukum Adat ini R. Soeroso, S.H. menulis :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;“ Dengan demikian, khususnya masalah pengangkatan anak atau adopsi mempunyai sifat-sifat yang sama antara berbagai daerah hukum, meskipun karakteristik masing-masing daerah tertentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mewarnai kebhinekaan cultural suku bangsa Indonesia”.&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 150%;"&gt;Bertitik tolak dari yang dikemukakan R. Soeroso tersebut dapat dikemukakan, bahwa sebagai akibat kebhinekaan kultural, perbedaan akibat hukum adopsi menurut Hukum Adatpun juga dimungkinkan terjadi. Dengan kalimat lain, akibat hukum adopsi yang menurut J. Satrio melepas hubungan anak angkat dengan orang tua asalnya tersebut, belum tentu terjadi di semua di daerah hukum Adat. Masih dimungkinkan terjadi akibat hukum yang tidak menyebabkan terputusnya hubungan antara anak angkat dengan orang tua asalnya. Perkiraan seperti ini didukung oleh yang ditulis oleh R. Soeroso, bahwa di Bali perbuatan pengangkatan anak melepaskan anak itu dari pertalian keluarganya dengan orang tuanya sendiri dengan memasukkan anak itu ke dalam keluarga pihak bapak angkat. Sedangkan, di Jawa pengangkatan anak tidak menyebabkan putusnya hubungan pertalian keluarga.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Di samping itu, menurut penulis,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di daerah-daerah hukum yang komunitas masyarakatnya muslim yang taat tentu tidak membenarkan pengangkatan anak yang menyebabkan putusnya hubungan nasab dengan orang tua asalnya. Sebab, akibat hukum seperti itu jelas dilarang dalam ajatan Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Hukum Barat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Yang dimaksud Hukum Barat di sini adalah Kitab Undang-undang Hukum Perdata / BW.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt; &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; Sebagaimana telah dikemukakan di atas, bahwa pengangkatan anak dalam istilah Hukum Perdata Barat disebut adopsi. Dasar hukum adopsi adalah Staatsblad Tahun 1917 nomor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;129. Oleh karena itu pembicaraan mengenai adopsi Hukum Perdata Barat hanya bersumber dari Staatsblad tersebut, sebab keberadaannya merupakan satu-satunya pelengkap bagi BW yang di dalamnya memang tidak mengenal masalah adopsi.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Yang diatur dalam BW hanya adopsi atau pengangkatan anak luar kawin. Yang perlu dicatat adalah bahwa adopsi yang diatur dalam ketentuan Staatsblad tersebut adalah hanya berlaku bagi masyarakat Tionghoa.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Ketentuan yang berkaitan dengan pengangkatan anak versi Hukum Barat ini diatur dalam Staatsblad Pasal 5 s.d. 15 antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Suami istri atau duda yang tidak mempunyai anak laki-laki yang sah dalam garis laki-laki baik keturunan dari kelahiran atau keturunan karena pengangkatan. Orang demikian diperbolehkan mengangkat anak laki-laki sebagai anaknya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seorang janda (cerai mati ) yang tidak mempunyai anak laki-laki dan tidak dilarang oleh bekas suaminya dengan suatu wasiyat. (Pasal 5 );&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yang boleh diangkat adalah anak Tionghoa laki-laki yang tidak beristri dan tidak beranak dan tidak sedang dalam status siangkat oleh orang lain. (Pasal 6)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Usia yang diangkat harus 18 tahun lebih muda dari suami dan 15 tahun lebih muda dari istri. (Pasal 7 ayat 1);&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Adopsi harus dilakukan atas kata sepakat; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pengangkatan anak harus dilakukan dengan akta notaris. (Pasal 10)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan terhadap anak perempuan dan pengangkatan dengan cara tidak membuat akta otentik batal demi hukum. ( Pasal 15 ayat 2 ). Di sampingitu adopsi, atas tuntutan oleh pihak yang berkepentingan juga dapat dinyatakan batal;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Suatu adopsi tidak dapat dibatalkan dengan kesepakatan para pihak. ( Pasal 15 ayat 1 ). Pasal tersebut merupakan penyimpangan dari ketentuan Pasal 1338 ayat (2) KUH Perdata ( BW ) yang menyatakan bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu perjanjian yang dibuat secara sah dapat dibatalkan dengan sepakat para pihak yang membuat perjanjian yang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Secara yuridis formal, motif tidak ada ketentuannya,. Akantetapi, secara cultural motif pengangkatan anak dalam system adat Tionghoaagar dapat meneruskan keturunan, agar dapat menerima abu leluhur, dan sebagai pancingan agar dapat memperoleh keturunan laki-laki.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Akibat Hukum pengangkatan anak tersebut, antara lain :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pasal 12 memberikan ketentuan, bahwa adopsi menyebabkan anak angkat tersebut berkedudukan sama dengan anak sah dari perkawinan yang orang tua yang mengangkatnya. Termasuk, jika yang mengangkat anak tersebut seorang janda, anak angkat ( adoptandus) tersebut harus dianggap dari hasil perkawinan dengan almarhum suaminya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Adopsi menghapus semua hubungan kekeluargaan dengan keluarga asal, kecuali dalam hal :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penderajatan kekeluargaan sedarah dan semenda dalam bidang perkawinan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketentuan pidana yang didasarkan atas keturunan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengenai perhitungan biaya perkaradan penyanderaan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengenai pembuktian dengan saksi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 72pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menganai saksi dalam pembuatan akta autentik.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh karena akibat hukum adopsi menyebabkan hubungan kekeluargaan dengan keluarga asalnya menjadi hapus, maka hal ini berakibat juga pada hukum waris, yaitu : Anak angkat tidak lagi mewaris dari keluarga sedarah asalnya, sebaliknya sekarang mewaris dari keluarga ayah dan ibu yang mengadopsi dirinya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn21" name="_ftnref21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Ketentuan-ketentuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asal mengenai adopsi tersebut kini memang tidak berlaku secara konsisten. Seiring dengan perkembanagan zaman pelaksanaannyapun mengalami perubahan. Menurut J. Satrio setidaknya ada dua perubahan mendasar dari penerapan ketentuan adopsi tersebut, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keberlakuan Staatsblad nomor 129 tahun 1917 kini tidak lagi berlaku bagi golongan Tionghoa;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anak yang diangkat tidak hanya anak laki-laki saja tetapi juga anak perempuan.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn22" name="_ftnref22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan Anak Menurut Hukum Islam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Salah satu hal yang sering menjadikan pertanyaan kita, mengenai pengangkatan anak ini, adalah apakah Islam mengenal adopsi?. Biasanya pertanyaan ini mengemuka ketika kita melihat praktek adopsi yang sering dilakukan oleh sebagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat di sekitar kita.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn23" name="_ftnref23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tampaknya telah merespon praktek adopsi –yang dalam literatur ke-Islam-an dikenal istilah &lt;i&gt;tabanny&lt;/i&gt;--ini, melalui ajaran-ajarannya. Ajaran tersebut dapat diketahui dari ketentuan Allah SWT yang tertuang dalam Al Qur’an dan ajaran-ajaran Rasulullah SAW yang tertuang dalam Al Sunnah.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa ketentuan Allah SWT dalam Al Qur’an mengenai Adopsi tersebut antara lain :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Allah berfirman :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Dan dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai anak kandungmu sendiri; yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar. ( Al Ahzab : 4 ).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Allah berfirman :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Panggillah mereka anak angkat itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka, iulah yang paling adil di hadapan Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka panggillah mereka sebagai sadaramu dan hamba sahaya yang dimerdekakan ( Al Ahzab : 5 )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Allah berfirman :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, teapi ia adalah rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pembicaraan Islam menganai adopsi dengan mengambil rujukan Al Qur’an biasanya selalu beranjak dari ketiga ayat tersebut. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan petunjuk Rasulullah SAW yaang tertuang dalam &lt;i&gt;Al Sunnah&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn24" name="_ftnref24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;a. Rasulullah SAW brsabda :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;”Tidak seorangpun yang mengakui (membangsakan diri) kepada bukan ayah yang sebenarnya, sedang ia tahu bahwa ia iu bukan ayahnya melainkan ia telah kafir. ( HR Bukhari dan Muslim dari Abi Dzar r.a. ).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;”Barang siapa yang mengakui ( membangsakan diri ) kepada bukan ayahnya pada hal ia ahu bahwa ia itu bukan ayah kandungnya,. Maka haram baginya surga. ( HR. Bukhari dan Muslim dari Saad bin Abi Waqash).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Artinya : &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Barang saiapa yang mengakui ( membangsakan diri ) kepada yang bukan ayahnya, maka wajiblah ia mendapat kutukan Allah, malaikat-malaikat, dan sekalian manusia serta Allah tidak akan menerima darinya tasrruf dan kesaksiannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dr. Muhammad Ali Al Shabuny&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam tafsirnya menyatakan :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;“Sebagaimana Islam telah membatalkan Zihar, maka demikian pula dengan tabanny ( pengangkatan anak ). Syari’at Islam telah mengharamkannya, karena tabbny itu menisbatkan seorang anak kepada yang bukan ayahnya, dan itu termasuk dosa besar yang mewajibkan pelakunya mendapat murka dan kutukan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;”.&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn25" name="_ftnref25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seaklipun demikian beliau juga mengutip pendapat &lt;i&gt;Allusy&lt;/i&gt; dari tafsirnya &lt;i&gt;Ruhul Ma’any&lt;/i&gt; yang menyatakan bahwa secara tekstual ayat yang menyatakan keharaman memanggil anak kepada yang bukan anaknya dan bapak kepada yang bukan bapaknya&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn26" name="_ftnref26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah dalam konteks masa Jahiliyyah, yaitu adanya kesengajaan memanggil bapak kepada selain bapaknya. Adapun jika tidak dengan maksud demikian seperti untuk maksud kasih sayang, seperti orang mengatakan : ”Hai anakku!, seperti yang biasa terjadi tidak termasuk yang dilarang ( diharamkan ).&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn27" name="_ftnref27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pendapat tersebut juga senada dengan pendapat Ibnu Katsir.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn28" name="_ftnref28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;Syaikh Mahmud Syalthout, mantan Rektor Al Azhar dalam kitabnya Al Fatawa, sebagaimana dikutip oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai landasan fatwanya tentang hal ini, mengemukakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai berikut :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;“Untuk mengetahui hukum Islam dalam masalah tabanny perlu difahami bahwa tabanny itu ada dua bentuk, salah satu di antaranya adalah bahwa seorang mengambil anak orang lain untuk diperlakukan seperti anak kandung sendiri, dalam rangka memberi kasih sayang , nafkah pendidikan dan keperluan lainnya, dan secara hukum anak itu bukan anaknya.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn29" name="_ftnref29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;Tabanny&lt;/i&gt; seperti itu menurut beliau adalah perbuatan yang pantas dikerjakan oleh orang-orang yang luas rezekinya (berkecukupan), namun ia tidak dikaruniai anak.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn30" name="_ftnref30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selanjutnya, beliau juga menegaskan bahwa perbuatan mengangkat anak seperti itu bagi orang kaya terhadap anak yatim piatu atau anak orang miskin agar mendapat kasih sayang dan untuk membantu pendidikan mereka merupakan perbuatan terpuji dan dianjurkan oleh agama serta akan mendapat pahala.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn31" name="_ftnref31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Senada dengan Syaltout, Dr. Yusuf Al Qardhawi juga menyatakan bahwa adopsi dalam pengertiannya yang konvensional diharamkan oleh Islam. Adopsi tersebut ialah yang menjadikan seseorang sebagai anak secara hukum dan dinisbatkan kepada keluarga yang mengangkatnya padahal sebenarnya dia bukanlah anak sendiri. Bahkan, dikukuhkan oleh hukum yang mengatur tentang anak, dengan menetapkan berbagai akibat hukumnya, seperti diperbolehkannya bercampr baur, haram dinikahi, juga hak-hak pewarisan. Akan tetapi, mengambil anak dalam pengertian untuk pengasuhan dan mengambil alih fungsi pendidikan dari orang tua asalnya, seperti mengambil anak yatim dan anak terlantar lalu diperlakukannya seperti anak sendiri dalam hal kasih sayang, perhatian, dan pendidikan dengan tidak menisbatkan kepada diri si pengambil anak dan tidak pula mengukuhkan hukum anak tersebut sebagaimana anak sendiri diperbolehkan oleh Islam. Menurutnya, praktek seperti itu sangat dipuji oleh Islam.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn32" name="_ftnref32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Majelis Ulama Indonesia&lt;/b&gt; melalui Musyawarah Kerja Nasional yang diselenggarakan pada bulan Maret 1984 memfatwakan sebagai berikut :&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" lang="IN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 71.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Islam mengakui keturunan (nasab) yang sah, ialah anak yang lahir dari perkawinan ( pernikahan ).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 71.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Mengngkat anak ( adopsi ) dengan penegertian anak tersebut putus hubungan nasab dengan ayah dan ibu kandungnya adalah bertentangan dengan syari’at Islam.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 71.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Adapun pengangkatan anak dengan tidak mengubah status nasab nasab dan agamanya, dilakukan atas rasa tanggung jawab sosial untuk memelihara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengasuh, dan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang, seperti anak sendiri adalah perbuatan terpuji dan termasuk amal saleh yang dianjurkan oleh agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 71.85pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;Pengangkatan anak Inbdonesia oleh Warga Negara Asing selain bertentangan UUD 1945 Pasal 34, juga merendahkan martabat bangsa.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn33" name="_ftnref33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  &gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 53.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30.05pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa tampaknya ada praktek ‘adopsi’ versi lain yang ditolerir oleh Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau, bisa dikatakan bahwa lembaga pengangkatan anak sebenarnya tidak dihapus oleh Islam. Islam hanya menghapus beberapa hal sebagai koreksi seperlunya. Bebera hal yang dikoreksi tersebut adalah pandangan masyarakat tentang akibat hukum pengangkatan anak yang tidak sejalan dengan syari’at, yaitu :&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -11.95pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;a. Pandangan bahwa anak angkat adalah seperti anak kandung dan bapak angkat seperti bapak kandung.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" lang="IN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:10pt;" &gt;Pandangan bahwa anak angkat dan bapak angkat dapat saling mewaris.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Secara &lt;i&gt;a contrario&lt;/i&gt;, dapat dikatakan bahwa prinsip pengangkatan anak menurut hukum Islam tidak akan berimplikasi terhadap hal-hal sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak tidak mengakibatkan perubahan nasab. Ketentuan seperti ini dapat dikembangkan kepada hal-hal sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 66pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;hubungan anak angkat dengan orang tua asalnya masih tetap ada;hubungan anak angkat dengan orang tua angkat hanya berbentuk hubungan hukum berupa peralihan tanggung jawab dari orang tua asalnya. Atau meminjam istilah Rifyal Ka’bah, bahwa pengangkatan anak versi Islam sebenarnya hanya merupakan hukum &lt;b&gt;&lt;i&gt;hadlanah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang diperluas.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn34" name="_ftnref34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 66pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebagai konsekuensi poin 1 diatas adalah adanya implikasi yang sama terhadap hukum-hukum yang terjadi pada munakahat; seperti :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika anak angkat laki-laki anak angkat tersebut dibolehkan menikah dengan janda dari bapak angkatnya dan sebaliknya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Larangan menikah dengan mahram akibat pertalian nasab dengan orang tua asalnya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Larangan menikah dengan mahram akibat pertalian hubungan susuan dengannya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 84pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Larangan menikah dengan maharam akibat hubungan semenda dengan keluarga asalnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak tidak mengekibatkan akibat hukum saling mewarisi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;F.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan Anak Menurut Kewenangan Pengadilan Agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa lembaga pengesahan pengangkatan anak ditinjau dari sudut litigasi termasuk dalam wilayah yurisdiksi volunteer. Pada wilayah hukum ini pengadilan sama sekali dilarang menerimanya sebagai perkara jika tidak ada ketentuan peraturan peruindangan-undangan yang secara tegas membolehkannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jika dihubungkan dengan kewenangan absolut Pengadilan Agama perlu diajukan pertanyaan mendasar: Apakah ada aturan yang membolehkan Pengadilan Agama untuk menerima permohonan pengesahan pengangkatan anak tersebut?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebelum berlakuknya UU Nomor 3 Tahun 2006, memang belum ada aturan yang tegas membolehkan Pengadilan Agama untuk menangani lembaga hukum tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penjelasan UU Nomor 7 Tahun 1989 yang secara absolut dan limitative menyebut kewengan PA di bidang perkawinan tidak ditemukan satu itempun yang menyebut lembaga hukum tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi, kemudian dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kompilasi Hukum Islam yang untuk sementara dipandang sebagai Hukum Materiil Islam, istilah anak angkat secara tegas disebut. Dengan alasan ini pulalah ada beberapa Pengadilan Agama yang secara “diam-diam’ menangani permohonan pengesahan pengangkatan anak versi Islam. Praktek ‘illegal’ dari beberapa Pengadilan Agama tersebut ternyata cukup ampuh untuk menciptakan budaya hukum yang kemudian mendapat respon dari para legislator. Puncaknya adalah dengan diundangkannya UU Nomor 3 tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bersama dengan sejumlah tambahan kewenangan lain yang dibebankan Pengadilan Agama, lembaga pengesahan pengangakatan anak itu, secara tegas disebut pula dalam UU tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada penjelasan Ketentuan Pasal 49 huruf a poin 20 yang sebelumnya hanya berbunyi : Penetapan asal-usul seorang anak” sekarang berbunyi : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ penetapan asal-usuk anak dan penetapan pengangkatan anak berdasarkan hukum Islam”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Penegasan tersebut, di satu sisi menunjukkan adanya pengakuan dari negara terhadap eksistensi lembaga pengangkatan anak versi Islam. Di sisi lain, pada saat yang sama, menepis keragu-raguan masyarakat muslim dan para praktisi hukum Peradilan Agama untuk memanfaatkan lembaga tersebut. Bagi masyarakat muslim, kalau penetapan pengangkatan anak dapat diajukan ke Pengadilan Agama yang memakai norma hukum Islam kenapa harus diajukan ke pengadilan lain yang memakai norma hukum lain ( baca : hukum Barat atau Adat ). Sedangkan bagi Pengadilan Agama, dituntut kesiapan teknisnya, yaitu penguasaan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan mekanisme guna melayani setiap pemohon penetapan pengangkatan anak tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lantas bagaimana tatacara penetapan pengangkatan anak versi Islam ini diajukan ke Pengadilan Agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pertenyaan mengenai bagaimana tatacara dalam dunia peradilan sudah berang tentu akan mengacu kepada Hukum Acara. Pertanyaan berikut, hukum acara mana yang akan dipakai oleh Pemohon dan /atau Pengadilan Agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana diketahui, bahwa tidak ada satu pasalpun baik dalam UU Nomor 7 Tahun 1989 ataupun peraturan perundang-undangan lain yang secara eksplisit menyebut hukum acara tentang Hukum Acara tentang penetapan pengangkatan anak ini bagi Pengadilan Agama. Akan tetapi, yang demikian bukan berarti bahwa jika Pengadilan Agama menangani kewenangan tersebut tidak bisa karena tidak ada hukum acaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketentantuan Pasal 54 UU Nomor 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2006 pada pokoknya telah menegaskan, bahwa hukum acara yang berlaku bagi Peradilan Agama adalah hukum acara yang berlaku bagi peradilan umum kecuali yang diatur secara khusus oleh undang-undang tersebut. Oleh karena hukum acara tentang penetapan pengangkatan anak tersebut, secara khusus tidak ditemukan dalam UU Nomor 7 Tahun 1989, maka harus dilihat hukum acara yang dipakai oleh Peradilan Umum. Secara praktis, dengan kalimat lain, dapat dikatakan bahwa segala aturan hukum acara yang berkaitan dengan penetapan pengangkatan anak yang berlaku bagi peradilan umum, dengan mengacu ketentuan Pasal 54 tersebut, harus dibaca berlaku pula bagi Pengadilan Agama. Kaitannya dengan praktek pengangkatan anak tersebut dapat dikatakan, bahwa segala sesuatu menganai prosedur yang berkaitan dengan pengesahan pengangkatan anak ini juga berlaku bagi Pengadilan Agama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beberapa aturan mengenai prosedur yang berkaitan dengan pengangkatan anak tersebut adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Staatblad Tahun 1917 Nomor 129 tanggal 29 Maret 1917.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;UU Nomor 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;SE Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 1983 tentang Penyempurnaan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 1979 mengaenai Pengangkatan Anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Di antara aturan teknis prosedural tentang pengangkatan anak tersebut yang paling penting adalah sebagaimana yang tertuang dalam ketiga Surat Edaran Mahkamah Agung Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984 di atas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beberapa hal penting mengenai pengangkatan anak berdasarkan SEMA dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984 tersebut, antara lain sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syarat Pengajuan Perkara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syarat bagi Orang Tua Angkat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak yang langsung dilakukan antar orang tua kandung dengan orang tua angkat diperbolehkan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak yang dilakukan oleh seorang yang tidak terikat dalam perkawinan sah/belum menikah juga dibolehkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kaitannya dengan syarat pengangkat anak ini ada syarat lain yang penting, sebegaimana dituangkan dalam ketentuan Pasal 39 ayat 3 UU nomor 23 Tahun 2002, yaitu : Orang tua angkat harus seagama dengan yang dianut oleh calon anak angkat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984 orang yang mengangkat anak harus memenuhi syarat :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;sudah berstatus kawin dan berumur minimal 25 tahun atau maksimal 45 tahun;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;selisih antara orang tua angkat dengan anak angkat minimal 20 tahun;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada saat mengajukan permohonan pengangkatan anak sudah kawin 5 tahun dengan mengutamakan yang keadaannya, antara lain, sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;tidak mungkin mempunyai anak dengan bukti surat keterangan dokter, atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bewlum mempunyai anak, atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;mempunyai anak kandung seorang; atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam keadaan mampu ekonomi berdasarkan surat keterangan dari pejabat yang berwenang, serendah-rendahnya lurah/Kepala Desa setempat;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berkelakuan baik berdasarkan surat keterangan dari Kepolisian RI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengajukan pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semata-mata untuk kepentingan kesejahteraan anak; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syarat bagi Anak yang diangkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam hal calon anak angkat terbut berada dalam asuhan Yayasan Sosial harus dilampirkan surat izin tertulis dari Menteri Sosial bahwa Yayasan yang bersanagkutan telah diizinkan bergerak dibidang kegiatan pengangkatan anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Calon anak angkat yang berada dalam asuhan Yayasan Sosial yang dimaksud di atas harus pula memiliki izin tertulis dari Menteri Sosial atau Pejabat yang ditunjuk bahwa anak angkat tersebut diizinkan untuk diserahkan sebagai anak angkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 41/HUK/KEP/VII/1984 disebut, antara lain bahwa calon anak angkat harus berumur kurang dari lima tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknik Pengajuan Perkara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bentuk dan Alasan Permohonan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bentuk Permohonan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana pengajuan perkara di pengadilan pada umumnya, permohonan pengesahan pengangkatan anak dapat diajukan melalui 2 cara, yaitu secara lisan atau tertulis.( SEMA Nomor 6 Tahun 1983 A1. item 1.2.) Konsekuensinya, antara lain, juga bisa ditandatangani oleh pemohon sendiri atau kuasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena permohonan pengesahan pengangkatan anak ini merupakan perkara volunteer murni, maka surat permohonan harus dibuat sesuai formalaitas yang harus ada dalam surat permohonan perkara serupa pada umumnya. Formalitas yang paling peinting adalah bahwa dalam permohonan tersebut tidak bersifat sengketa dan tidak bersifat partai ( ada pihak lain sebagai termohon / Tergugat ). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Isi Permohonan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Adapun isi permohonan antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Diuraikan dengan jelas dasar yang mendorong ( motif ) diajukan permohonan pengesahan /pengangkatan anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Harus tampak, bahwa permohonan tersebut dilakukan terutama untuk kepentingan anak yang bersangkutan dan digambarkan kemungkinan kehidupan hari depan si anak setelah pengangkatan anak terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Isi petitum bersifat tunggal, seperti : &lt;b&gt;&lt;i&gt;“agar anak dari B ditetapkan sebagai anak angkat dari C”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Tidak boleh disertai ( &lt;i&gt;in samenloop met &lt;/i&gt;) petitum lain, seperti : &lt;b&gt;&lt;i&gt;agar ditetapkan anak bernama A tersebut, ditetapkan sebagai ahli waris dari C”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alamat Permohonan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana pengajuan perkara pada umumnya, maka yang dimaksud alamat dalam surat permohonan pengangkatan anak adalah alamat pengajuan perkara. Alamat tersebut adalah menjawab atas pertanyaan : ke Pengadilan Agama manakah permohonan diajukan yang dalam formalitas permohonan biasanya ditulis : Kepada Yth. Ketua Pengadilan Agama ………..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam hal permohonan pengangkatan anak ini menurut SEMA adalah ditujukan ke Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat tinggal/domisili anak yang akan diangkat. Domisili anak tersebut dijelaskan dalam lampiran SEMA Nomor 6 Tahun 1983 romawi 4&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Domisili anak mengikuti domisili orang tuanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anak yang orang tuanya bercerai mengikuti kediaman walinya. Kalau menurut KHI, anak yang belum mumayiz mengikuti ibunya, atau yang dipilih anak tersebut antara ayah atau ibu, jika anak sudah mumayiz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anak di luar nikah mengikuti tempat tinggal/tempat kediaman ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anak yang dibesarkan oleh selain orang tuanya mengikuti domisili yang sehari-hari merawat anak tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Teknik Pemeriksaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Adapun teknik pemeriksaannya, menurut SEMA tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengadilan harus mendengar langsung :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;calon orang tua angkat dan orang yang di kemudian hari akan berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;orang tua yang sah atau walinya yang sah/keluarga yang berkewajiban merawat, mendidik, dan membesarkan anak tersebut;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Badan/Yayasan Sosial yang telah mendapat izin dari Depsos/Pejabat Instansi Sosial setempat untuk bergerak di bidang pengangkatan anak, kalau anak angkat tersebut berasal dari Badan/Yayasan Sosial ( bukan private adoption )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seorang Petugas/Pejabat Instansi Sosial setempat yang akan memberikan penjelasan tentang latar belakang kehidupan social ekonomi anak jika anak tersebut berasal dari Badan/yayasan Sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Calon anak angkat kalau menurut umurnya sudah dapat diajak bicara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pihak Kepolisian setempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memeriksa dan meneliti alat bukti lain yang dapat menjadi dasar permohonan ataupun pertimbangan putusan, antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Akta Kelahiran Akta-akta, surat-surat resmi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Akta notaris, surat-surat di bawah tangan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Surat-surat keterangan, Laporan Sosial, pernyataan-pernyataan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Surat Keterangan dari Kepolisian tentang calon orang tua angkat dan calon anak angkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengarahkan pemeriksaan persidangan terhadap hal-hal sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Latar belakang/motif dari pihak yang melepaskan anak dan pihak yang akan mengangkat;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seberapa jauh dan seberapa dalam kesungguhan, ketulusan, dan kesadaran kedua belah pihak akan akiba-akibat dari perbuatan hukum melepas dan mengangkat anak tersebut. Haki menjelaskan hal tersebut keduabelah pihak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk mengetahui keadaan ekonomi, kesadaran rumah tangga (kerukunan, keserasian , kehidupan keluarga ) serta cara mendidik dan mengasuh calon orang tua angkat;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk menilai bagaimana tanggapan anggota keluarga terdekat ( anak-anak yang telah besar ) dari kedua belah pihak calon orang tua angkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengadakan pemeriksaan setempat di mana calon anak angkat itu berada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bentuk dan Isi Keputusan Pengadilan Agama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 54pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bentuk Keputusan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 54pt;"&gt;Menurut SEMA bentuk keputusan pengangkatan anak ada dua macam, yaitu &lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;penetapan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;putusan&lt;/span&gt;. Berbentuk penetapan jika pengangkatan anak terjadi antar WNI dan berbentuk putusan jika terjadi antara WNI dengan WNA atau WNI dengan WNA. Oleh karena dalam pembahasan ini hanya membahas pengangkatan anak antar WNI sudah barang tentu keputusan Pengadilan Agama yeng menjadi produk adalah berupa penetapan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 54pt;"&gt;Oleh karena berupa penetapan maka sistematikanya seperti sistematika penetapan perkara volunteer pada umumnya. Tidak perlu ada judul : Tentang Jalannya Kejadian dan Tentang Pertimbangan Hukum, seperti pada putusan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 54pt;"&gt;Sedangkan redaksi amarnya, menurut SEMA tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 54pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;MENETAPKAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Menyatakan sah pengangkatan anak yang diajukan oleh pemohon bernama………..alamat…………terhadap anak laki-laki/perempuan bernama…………umur/tanggal lahir…………&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara yang ditetapkan sebesar Rp. ……………………………………………………………&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Isi Keputusan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Tidak sebagaimana pengangkatan anak oleh WIN terhadap WNA atau WNA terhadap WNI, apa saja yang perlu dituangkan dalam putusan tidak ditemukan penjelasannya. Akan tetapi, oleh karena pengangkatan anak yang dibahas ini, pada intinya, adalah yang terjadi di Pengadilan Agama dan memakai norma hukum Islam maka, selain harus dikemukakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa formaalitas sebuah penetapan pada umumnya, dalam keputusan mengenai pengangkatan anak ini perlu dituangkan hal-hal sebagai berukut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bahwa Islam membolehkan pengangkatan anak dengan tujuan memelihara kepentingan anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak menurut Hukum islam sebenarnya hanya peralihan tanggung jawab dari orang tua kandung kepada orang tua angkat dalam hal : pemeliharaan untuk biaya hidupnya sehari-hari, biaya pendidikan, dan sebagainnya;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn35" name="_ftnref35" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengangkatan anak menurut Hukum Islam tidak memutus hubungan nasab dengan orang tua angkatnya, sekaligur juga tidak menciptakan hubungan nasab baru antara orang tua angkat dengan anak angkat yang bersangkutan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila anak angkat berasal dari anak hasil hubungan di luar nikah harus ditegaskan bahwa pengangkatan anak tidak memutuskan hubungan nasab dengan ibu kandung anak angkat tersebut.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn36" name="_ftnref36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Antara orang tua angkat dan anak angkat tidak berakibat hukum saling mewarisi&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn37" name="_ftnref37" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tetapi terikat hubungan keperdataan lain berupa wajibah&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftn38" name="_ftnref38" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%;"&gt;Dalam hal ini perlu ditegaskan, bahwa sekalipun pada prinsipnya segala yang diatur dalam SEMA dan segenap aturan di atas kaitanya dengan praktek penetapan pengangkatan anak di Pengadalan Agama perlu harus dibaca berlaku pula bagi pengadilan Agama akan tetapi kehadirannya harus disikapi secara proporsional. Hal ini disebabkan 2 hal :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: SEMA tersebut terbit jauh sebelum pengangkatan anak versi Islam ini secara yuridis formal belum diakui menjadi kewenangan Pengadilan Agama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; : SEMA tersebut terbit saat aturan-aturan hukum yang berkaitan dengan Pengangkatan Anak belum ada. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena itu, ketika kita membicarakan pengangkatan anak versi Islam ini, dalam rangka menyikapi SEMA tersebut kita harus melakukan hal sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Oleh karena aturan pengenai pengangkatan anak      tersebut, tidak disengaja untuk mengatur pengangkatan anak secara Islam,      maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SEMA tersebut atau bahkan      semua aturan mengatur tentang pengangkatan anak kita ikuti sepenjang tidak      bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam tentang pengangkatan anak;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh karena SEMA tersebut terbit saat aturan yang berkaitan dengan anak angkat belum ada, maka kita hurus pula melihat aturan hukum baru mengenai hal serupa. Sebab, aturan hukum tersebut tampaknya saling melengkapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penutup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kesimpulan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3"&gt;Dari pembahasan di atas penulis mengemukakan kesimpulan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Terdapat perbedaan mendasar pengangkatan anak menurut Hukum Barat /BW dan Hukum Islam. Sedangkan pada Hukum Adat, adakalanya sama dengan Hukum Perdata Barat/BW dan adakalanya mempunyai kesamaan dengan Hukum Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Segala teknis prosedural yang berkaitan dengan permohonan pengangkatan anak di Pengadilan Agama dengan dasar ketentuan Pasal 54 UU Nomor 7 Tahun 1989 sebagai diubah dengan UU Nomor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3 Tahun 2006 dapat mengacu segala ketentuan menganai hal tersebut yang berlaku bagi Pengadilan Negeri, sepenjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam menganai pengangkatan anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kata Penutup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 42pt; line-height: 150%;"&gt;Demikian pembahasan seputar pengangkatan anak ini sengaja dikemukakan. Harapan penulis segenap celah kekurangan yang ada dalam pembahasan diharapkan dapat dilengkapi oleh para pembaca dan hal-hal lain yang bersifat wacana kiranya menjadi bahan diskusi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: 42pt; line-height: 150%;"&gt;Akhirnya sekecil apaun penulis berharap kiranya makalah ini dapat menjadi salah satu khazanah yang berdimensi keilmuan tentang masalah serupa yang bermanfaat bagi pembaca. Amin. &lt;i&gt;Wallahu A’lam.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: right; text-indent: 42pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Waingapu, 15 Mei 2007&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;KEPUSTAKAAN &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Al-Shabuny, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Rawai’ al-Bayan fi Tafsir al-Ahkam,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dar al-Fikr, Singapura&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Andi Hamzah, 1986, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kamus Hukum, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;PT Galia Indonesia, Jakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Departemen Agama RI, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Himpunan Fatwa MUI, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Jakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;J.Satrio, S.H., 2000, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Hukum Keluarga tentang Kedudukan Anak Dalam Undang-undang, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;PT Citra Bakti, Bandung;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Muhammad Joni, Dkk, 1999, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Aspek Hukum Perlindungan Anak dalam Perspektif Konvensi Hak Anak, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;PT Citra Aditya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bakti, Bandung;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Mahkamah Agung RI, 1999, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Himpunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Surat Edaran Mahkamah Agung dan Peraturan Mahkamah Agung Tahun 1951-1997;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;R. Soeroso, S.H., 2001, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbandingan Hukum Perdata, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Cetakan ke-4, Sinar Grafika, Bandung;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;R.Subekti, S.H, 1996, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kitab Undang-undang Hukum Perdata&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, PT Ghalia, Bandung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;Rifyal Ka’bah, 2006, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengangkatan Anak dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 ( artikel ) dalam Suara Uldilag&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Vol. 3 Tahun X;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 60pt; text-align: justify; text-indent: -60pt;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:16pt;"&gt;LEMBAGA PENGANGKATAN ANAK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:16pt;"&gt;DALAM KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="279" height="1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="14"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="14"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td height="21"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td height="245"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td height="21"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoFooter" style=""&gt; &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Disusun oleh :&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14pt;"&gt;Drs.H. Asmu’i Syarkowi, M.H.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;(Ketua Pengadilan Agama Waingapu)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="279" height="7"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="14"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="14"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td height="266"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td align="left" valign="top"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" width="2" height="266" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18pt;"&gt;WAINGAPU&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14pt;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MYACER%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" width="111" height="99" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;   &lt;hr align="left" width="33%" size="1"&gt;    &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Lihat SEMA RI Nomor 6 Tahun 1983&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Andi Hamzah, 1986, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kamus Hukum, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;PT Ghalia, Bandung, halaman 28&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Rifyal Ka’bah, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengangkatan Anak Dalam UU Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UU Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;( Artikel dalam Suara UldilagEdisi Maret 2007 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; R.Soeroso, 2001, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbandingan Hukum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, halaman 179.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mahkamah Agung RI, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Himpunan Surat Edaran Mauhakamah Agung RI, halaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J. Satrio, 262.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn10"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn11"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid, halaman 188-189&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn12"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid, 262-263.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn13"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; R. Soeroso, S.H., halaman 188&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn14"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; R. Soeroso, S.H. 194.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn15"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Sudah barang tentu hal ini perlu ditegaskan agar jangan sampai salah pengertian, bahwa Hukum Barat itu hanya KUH Perdata/BW. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn16"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J. Satrio menulis dalam bukunya—HukumKeluarga tentang Keudukan Anak dalam Undang-undang--, bahwa tidak adanya ketentuan tentang adopsi dalam BW karena ketentuan tersebut memang sengaja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikeluarkan. Ada yang mengatakan, lembaga itu memang hendak dihapus. Menurut pikiran yang berlaku pada masa pembentukan BW tiang dasar mesyarakat Eropa adalah keluarga, yang diwujudkan dalam hubungan suami istri, orang tua anak seperti yang diletakkan dalam BW. Dengan dasar pikiran seperti itu, maka adopsi merupakan hubungan semu yang hanya meniru hubungan orang tua anak. Dengan mengutip pernyataan Ali Afandi dia mengemukakan, dalam catatan kaki, latar belakang tidak dikenalnya adopsi dalam BW, yaitu karena BW memandang suaitu perkawinan sebagai bentuk hidup bersama, bukan untuk mengadakan keturunan. ( J Satrio, 192-193)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn17"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; R. Soeroso, 2001, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Perbandingan Hukum Perdata, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Sinar Grafika, Jakarta, halaman 178-179&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn18"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; R. Soeroso, halaman 180-181.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn19"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J.Satrio, halaman 234-235 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn20"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J. Satrio,236-238.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn21"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref21" name="_ftn21" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J. Satrio, halaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;236&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn22"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref22" name="_ftn22" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; J.Stario, halaman 245&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn23"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref23" name="_ftn23" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[23]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Al Maidah, 5 : 3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn24"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref24" name="_ftn24" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hadits-hadits tersebut penulis kutip dari Buku Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia halaman 179. Oleh MUI Hadits tersebut dijadikan dasar hukum fatwanya mengenai Hukum Pengangkatan Anak Menurut Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn25"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref25" name="_ftn25" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[25]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Muhammad Ali Ash-Shabuny,&lt;b&gt;&lt;i&gt; Rawai’ul Bayan, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Juz II, halaman 263.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn26"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref26" name="_ftn26" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[26]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam hal ini sebagaimana tertuang dalam surat Al Ahzab ayat 4.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn27"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref27" name="_ftn27" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[27]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ash-Shabuny,&lt;b&gt;&lt;i&gt; Op Cit,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; halaman 264.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn28"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref28" name="_ftn28" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ibid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn29"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style=""&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref29" name="_ftn29" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Departemen Agama RI, 2003, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, halaman 181 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn30"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref30" name="_ftn30" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn31"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref31" name="_ftn31" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[31]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn32"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref32" name="_ftn32" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yusuf Al Qardhawi, 2003, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Halal dan Haram dalam Islam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ( alih bahasa oleh Wahid Ahmadi, Dkk ), Era Intermedia, Surakarta, halaman 317-319. Mengenai hal ini memang pernah diisyaratkan oleh rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya :&lt;i&gt;”Aku dan penyantun anak yatim di surga seperti ini. Beliau lalu memberi isyarat dengan jari tengah dan telunjuknya, sambil menggerak-gerakkannya.”&lt;/i&gt; Hadits tersebut diriwayatkan oleh Al Bukhari Abu Daud, dan Turmudzi.&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ibid&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, halaman 319&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn33"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref33" name="_ftn33" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[33]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Depag RI, 2003, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Himpunan Fatwa Mejelis Ulama Indonesia,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tnp, Jakarta, halaman 178&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn34"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref34" name="_ftn34" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Rifyal Ka’bah, Pengangkatan Anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam UU Nomor 3 tahun 2006.....,halaman 46.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn35"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref35" name="_ftn35" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Pasal 171 huruf h&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn36"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref36" name="_ftn36" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 100 KHI, bahwa anak yang lahir di luar perkawinan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn37"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref37" name="_ftn37" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Sebab menurut Hukum Waris Islam sebab saling mewarisi yang paling pokok adalah karena hubungan nasab dan karena perkawinan. Lihat pula KHI Pasal 209 ayat 1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn38"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3168223899983201665#_ftnref38" name="_ftn38" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10pt;"  lang="IN" &gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt; KHI Pasal 209 ayat 1 dan 2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-7643887542523140459?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/7643887542523140459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/lembaga-pengangkatan-anak-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7643887542523140459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7643887542523140459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/lembaga-pengangkatan-anak-dalam.html' title='LEMBAGA PENGANGKATAN ANAK   DALAM KEWENANGAN PENGADILAN AGAMA'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOuvA4IG4I/AAAAAAAAAEI/E66xx6HPwMQ/s72-c/anak%2Bangkat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-6923825473444446597</id><published>2010-11-29T04:54:00.004-08:00</published><updated>2010-11-29T05:24:38.113-08:00</updated><title type='text'>1. MEMAKMURKAN MESJID (I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s1600/kubah%2Bmas.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s200/kubah%2Bmas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544960237758713618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertama-tama, marilah kita panjatkan syukur ke hadlirat Allah SWT atas rahhmat dan nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga pada siang hari ini kita masih berkesempatan menghadiri masjid ini untuk menunaikan sebagian perintah-Nya berupa ibadah jum’at dalam keadaan sehat wal afiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selawat serta salam semoga snantiasa tercurah ke haribaan baginda rasulullah Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaatnya kelak di akherat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selanjutnya, sebagai khatib perkenankanlah mengajak kepada kita semua untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu : menjalankan semua perintah Allah dan senantiasa berusaha menjauhi larangan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita tentunya yakin, bahwa, sesuai dengan janji Allah, hanya dengan taqwalah setiap manusia dapat memperoleh derajat paling mulia di sisi Allah dan hanya dengan takwalah manusia akan mendapat anugerah yang tidak disangka-sangka sebelumnya dan akan mendapatkan jalan keluar setiap kesulitan hidup yang dialami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin....!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, ada baiknya kita renungkan kembali firman Allah SWT sebagaimana termaktub dalam surat At Taubah ayat 17 dan 18.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya dan mereka kekal dalam neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hanyalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut ( kepada siapapun ) selain kepada Allah, maka mereka diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adapun asbabanun Nuzul Ayat tersebut, menurut Al Wakhidy sebagaimana dikutip oleh Dr. Muhammad Ali Ash Shabuny dalam &lt;i style=""&gt;Rawai’ul Bayan&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ketika perang badar usai, ada sekelompok pembesar Quraisy ditawan oleh kaum muslimin. Di antara mereka ada yang bernama Al Abbas bin Abdul Muthallib yang tidak lain adalah pamanda rasulullah SAW sendiri. Kemudian para sahabat menghadap para tawanan tersebut dan mencela mereka karena tetap berada dalam kemusyrikan. Sayyidina Alipun mencela Al Abbas salah seorang tawanan, yang juga pamannya sendiri disebabkan kegiatannya memerangi rasulullah dan memutuskan hubungan sanak keluarga. Mendengar dirinya dicela, al Abbaspun segera menjawab : &lt;i style=""&gt;“ Kalian semua hanya bisa menyebut kejahatan-kejahatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami dan menutup-nutupi kebaikan kami”.&lt;/i&gt;Para sahabatpun bertanya :”&lt;i style=""&gt;Apakah kalian mempunyai kebaikan?”.&lt;/i&gt; Para tawanan tersebut menjawab : &lt;i style=""&gt;“Ya, karena kamilah yang memakmurkan masjidil haram dan memberi penutup Ka’bah serta memberi minum para jama’ah haji.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika para tawanan tersebut menyebut-nyebut kebaikan-kebaikan karena merasa telah memakmurkan masjid itulah, maka turunlah ayat tersebut yang pada pokoknya memberitahukan ketidakpantasan orang musyrik memakmurkan masjid. Dan sebaliknya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada hakekatnya yang berhak memakmurkan mesjid hanyalah orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang beriman kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin kita bertanya, apakah yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid dalam ayat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid, adalah membangun dan mendirikan mesjid serta memperbaiki yang rusak. Menurut Ashabuni, memakmurkan masjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara demikian adalah masuk dalam kategori memakmurkan masjid secara fisik (material ). Memakmurkan masjid dengan cara demikian menurut ajaran agama kita akan mendapat balasan berupa istana di surga. Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :&lt;i style=""&gt; Barang siapa membangun masjid walau hanya berupa galiannya tukang pahat kayu, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meskipun Jumhur Ulama membolehkan orang kafir ikut berpartisipasi pada kegiatan pembangunan masjid, sudah barang tentu hadits tersebut tidak berlaku bagi mereka. Sebab, menurut keyakinan kita, setiap amal kebaikan yang tidak dilandasi dengan iman, maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan masjid dalam ayat tersebut, adalah memakmurkan dengan cara melakukan salat dan ibadah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta melakukan apa saja guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Cara memakmurkan masjid seperti ini disebut memakmurkan masjid secara batin ( spiritual ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terlepas dari adanya dua pendapat tersebut, perintah memakmurkan masjid memang bisa mencakup kedua-duanya, yaitu memakmurkan masjid secara fisik dan memakmurkan mamsjid secara spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketika belum ada masjid atau ketika masjid belum selesai dibangun, maka dalam rangka memakmurkan masjid menuntut kita untuk peduli dalam kegiatan pembangunan masjid. Kepedulian tersebut kita wujudkan dengan keikutsertaan kita dalam kegiatan pembangunan, dengan cara memberikan apa yang kita miliki, mungkin berupa tenaga, pikiran, dan sebagian harta. Atau ketiga-tiganya sekaligus. Yang pasti sekecil apapun kita dituntut untuk memeberi andil pada kegiatan pembangunan masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah kegiatan pembangunan masjid selesai, maka dalam rangka memakmurkan masjid, sudah barang tentu menuntut kita untuk mengiiisi masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah. Dan, kegiatan ibadah yang paling penting untuk kita perhatikan adalah kegiatan salat berjamaah di masjid, terutama bagi yang berada di sekitar masjid. Sebab Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Tidak sempurna shalat orang yang berada di sekitar masjid, kecuali apabila dilakukannya di masjid. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan kata lain, dapat kita katakan, bahwa shalat orang yang bertetangga dengan masjid bisa sempurna hanya apabila dilakukan di masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akan tetapi, salat yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah menyangkut shalat fardlu atau salat wajib. Sedangkan untuk salat sunnat, malah lebih baik dikerjakan di rumah kita masing-masing. Hal ini ditunjukkan oleh rasulullah SAW sesuai dengan sabdanya :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Paling utamanya salat adalah salat seseorang yang dilakukan di rumah, kecuali salat wajib.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adapun rahasianya, mengapa rumah kita, harus juga kita gunakan untuk melakukan salat sunnat adalah dalam rangka memberi syi’ar rumah sehingga dapat dibedakan antara rumah orang Islam dan bukan Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% yellow;"&gt;Cahayailah rumah kalian dengan salat dan bacaan Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Melihat kenyataan yang ada akhir-akhir ini, kita memang patut bersedih. Banyak masjid yang dibangun dengan susah payah, dengan cucuran keringat dan limpahan dana, tetapi ketika masjid sudah indah, malah jarang kita jamah. Sering kita dapati di beberapa tempat, seorang imam harus adzan sendiri, kemudian karena tak seorangpun yang datang, harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iqamat sendiri, dan akhirnya harus salat sendirian pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebanyakan kita mungkin beranggapan bahwa bagi kaum muslimin, telah cukup hadir di masjid setiap hari Jum’at yang hanya seminggu sekali ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anggapan demikian sudah barang tentu, kurang dapat dibenarkan. Sebab, ada saatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita harus memakmurkan masjid dengan cara tertentu. Dan, cara memakmurkan masjid setelah masjid ada, adalah menggunakannya untuk shalat berjamaah. Shalat berjamaah tersebut tidak sebatas salat Jum’at, tetapi, sebagaimana sabda rasulullah SAW di muka, adalah juga termasuk shalat lima waktu. Khususnya, bagi orang yang berada di sekitar masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita memang belum bisa seperti &lt;i style=""&gt;Abdullah bin Umi Maktum&lt;/i&gt; yang meskipun dia buta dan tempat tinggalnya jauh dari masjid, tetapi dengan setia memenuhi perintah rasulullah SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu berjama’ah di masjid hanya karena ia masih mendengar suara adzan dari masjid. Kita juga masih belum bisa memenuhi harapan Khalifah Umar yang akan menyuruh untuk menarik setiap orang yang tidak mau berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi, ada baiknya kita belajar. Kalau tidak bisa setiap lima waktu bisa berjama’ah di masjid, paling tidak satu waktu dalam sehari kita jadikan salat wajib kita di masjid. Jika masih belum bisa, paling tidak dalam satu minggu, selain hari Jum’at, satu waktu saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita mengikuti salat berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KH Abdullah Gymnastiar pernah bilang, dalam berbuat, &lt;i style=""&gt;mulailah dari yang kecil. &lt;/i&gt;Dan yang kecil itu, dalam hal ini, antara lain adalah, belajar mengunjungi masjid untuk melakukan&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;salat berjama’ah, walau hanya 1 kali dalam sehari atau seminggu, selain hari jum’at. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika kita bisa demikian, insya Allah kehidupan kampung kita akan penuh sejahtera dan keberkahan Allah akan diturunkan kepada kita. Sebab, dengan berjama’ah di masjid kita akan saling bertemu dengan saudara kaum muslimin yang lain. Dengan saling bertemu, kita bisa saling membagi rasa antara sesama. Dengan saling membagi rasa, kita akan saling mengetahui problem yang menimpa kaum muslimin. Dengan menegetahui problem kaum muslimin, kita akan melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar. Dan apabila kita mau duduk bermusyawarah antar sesama kaum muslimin dengan penuh semangat kekeluargaan dan kasih sayang, maka Insya Allah Rahmat Allah akan turun kepada kita. Sebab, sebagaimana ditulis oleh Al Sayyid Sabiq, rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tangan Allah akan senantiasa menaungi jama’ah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan yang lebih penting, di akherat nanti, insya Allah kita akan digolongkan oleh Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke dalam salah satu kelompok orang yang akan mendapat naungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah di padang mahsyar. Salah satu kelompok tersebut, sesuai dengan sabda rasulullah SAW, adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai akhir khutbah ini, marilah kita renungkan sebuah kejadian yang dialami oleh ulama masa lampau :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Suatu ketika Imam Abi Hatim rahimahullah pernah tidak berjama’ah di masjid satu kali. Kemudian beberapa kawannya mengunjunginya. Ketika melihat, hanya beberapa orang saja yang datang menjenguknya, Imam Abu Hatim tersebut seketika menangis tersedu-sedu sambil menggerutu dalam hati: ”Seandainya salah seorang anakku meninggal, pasti separo penduduk negeri ini datang mengunjungiku. Akan tetapi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika aku lalai tidak berjama’ah di masjid, hanya beberapa orang saja yang mau menjengukku. Pada hal, seandainya semua anakku meninggal, bagiku terasa lebih ringan dibanding hilangnya kesempatanku untuk berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Marilah kisah tersebut kita renungkan dan kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maknai sendiri. Semoga kita tergolong kelompok orang-orang yang bisa memakmurkan masjid.&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Amin ya rabbal alamin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-6923825473444446597?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/6923825473444446597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i_7678.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6923825473444446597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/6923825473444446597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i_7678.html' title='1. MEMAKMURKAN MESJID (I)'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s72-c/kubah%2Bmas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-5769743812401381194</id><published>2010-11-29T04:54:00.003-08:00</published><updated>2010-11-29T05:19:26.935-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotbah'/><title type='text'>1. MEMAKMURKAN MESJID (I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s1600/kubah%2Bmas.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s200/kubah%2Bmas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544960237758713618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertama-tama, marilah kita panjatkan syukur ke hadlirat Allah SWT atas rahhmat dan nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga pada siang hari ini kita masih berkesempatan menghadiri masjid ini untuk menunaikan sebagian perintah-Nya berupa ibadah jum’at dalam keadaan sehat wal afiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selawat serta salam semoga snantiasa tercurah ke haribaan baginda rasulullah Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaatnya kelak di akherat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selanjutnya, sebagai khatib perkenankanlah mengajak kepada kita semua untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu : menjalankan semua perintah Allah dan senantiasa berusaha menjauhi larangan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita tentunya yakin, bahwa, sesuai dengan janji Allah, hanya dengan taqwalah setiap manusia dapat memperoleh derajat paling mulia di sisi Allah dan hanya dengan takwalah manusia akan mendapat anugerah yang tidak disangka-sangka sebelumnya dan akan mendapatkan jalan keluar setiap kesulitan hidup yang dialami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin....!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, ada baiknya kita renungkan kembali firman Allah SWT sebagaimana termaktub dalam surat At Taubah ayat 17 dan 18.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya dan mereka kekal dalam neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hanyalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut ( kepada siapapun ) selain kepada Allah, maka mereka diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adapun asbabanun Nuzul Ayat tersebut, menurut Al Wakhidy sebagaimana dikutip oleh Dr. Muhammad Ali Ash Shabuny dalam &lt;i style=""&gt;Rawai’ul Bayan&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ketika perang badar usai, ada sekelompok pembesar Quraisy ditawan oleh kaum muslimin. Di antara mereka ada yang bernama Al Abbas bin Abdul Muthallib yang tidak lain adalah pamanda rasulullah SAW sendiri. Kemudian para sahabat menghadap para tawanan tersebut dan mencela mereka karena tetap berada dalam kemusyrikan. Sayyidina Alipun mencela Al Abbas salah seorang tawanan, yang juga pamannya sendiri disebabkan kegiatannya memerangi rasulullah dan memutuskan hubungan sanak keluarga. Mendengar dirinya dicela, al Abbaspun segera menjawab : &lt;i style=""&gt;“ Kalian semua hanya bisa menyebut kejahatan-kejahatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami dan menutup-nutupi kebaikan kami”.&lt;/i&gt;Para sahabatpun bertanya :”&lt;i style=""&gt;Apakah kalian mempunyai kebaikan?”.&lt;/i&gt; Para tawanan tersebut menjawab : &lt;i style=""&gt;“Ya, karena kamilah yang memakmurkan masjidil haram dan memberi penutup Ka’bah serta memberi minum para jama’ah haji.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika para tawanan tersebut menyebut-nyebut kebaikan-kebaikan karena merasa telah memakmurkan masjid itulah, maka turunlah ayat tersebut yang pada pokoknya memberitahukan ketidakpantasan orang musyrik memakmurkan masjid. Dan sebaliknya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada hakekatnya yang berhak memakmurkan mesjid hanyalah orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang beriman kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin kita bertanya, apakah yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid dalam ayat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid, adalah membangun dan mendirikan mesjid serta memperbaiki yang rusak. Menurut Ashabuni, memakmurkan masjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara demikian adalah masuk dalam kategori memakmurkan masjid secara fisik (material ). Memakmurkan masjid dengan cara demikian menurut ajaran agama kita akan mendapat balasan berupa istana di surga. Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :&lt;i style=""&gt; Barang siapa membangun masjid walau hanya berupa galiannya tukang pahat kayu, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meskipun Jumhur Ulama membolehkan orang kafir ikut berpartisipasi pada kegiatan pembangunan masjid, sudah barang tentu hadits tersebut tidak berlaku bagi mereka. Sebab, menurut keyakinan kita, setiap amal kebaikan yang tidak dilandasi dengan iman, maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan masjid dalam ayat tersebut, adalah memakmurkan dengan cara melakukan salat dan ibadah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta melakukan apa saja guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Cara memakmurkan masjid seperti ini disebut memakmurkan masjid secara batin ( spiritual ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terlepas dari adanya dua pendapat tersebut, perintah memakmurkan masjid memang bisa mencakup kedua-duanya, yaitu memakmurkan masjid secara fisik dan memakmurkan mamsjid secara spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketika belum ada masjid atau ketika masjid belum selesai dibangun, maka dalam rangka memakmurkan masjid menuntut kita untuk peduli dalam kegiatan pembangunan masjid. Kepedulian tersebut kita wujudkan dengan keikutsertaan kita dalam kegiatan pembangunan, dengan cara memberikan apa yang kita miliki, mungkin berupa tenaga, pikiran, dan sebagian harta. Atau ketiga-tiganya sekaligus. Yang pasti sekecil apapun kita dituntut untuk memeberi andil pada kegiatan pembangunan masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah kegiatan pembangunan masjid selesai, maka dalam rangka memakmurkan masjid, sudah barang tentu menuntut kita untuk mengiiisi masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah. Dan, kegiatan ibadah yang paling penting untuk kita perhatikan adalah kegiatan salat berjamaah di masjid, terutama bagi yang berada di sekitar masjid. Sebab Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Tidak sempurna shalat orang yang berada di sekitar masjid, kecuali apabila dilakukannya di masjid. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan kata lain, dapat kita katakan, bahwa shalat orang yang bertetangga dengan masjid bisa sempurna hanya apabila dilakukan di masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akan tetapi, salat yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah menyangkut shalat fardlu atau salat wajib. Sedangkan untuk salat sunnat, malah lebih baik dikerjakan di rumah kita masing-masing. Hal ini ditunjukkan oleh rasulullah SAW sesuai dengan sabdanya :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Paling utamanya salat adalah salat seseorang yang dilakukan di rumah, kecuali salat wajib.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adapun rahasianya, mengapa rumah kita, harus juga kita gunakan untuk melakukan salat sunnat adalah dalam rangka memberi syi’ar rumah sehingga dapat dibedakan antara rumah orang Islam dan bukan Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% yellow;"&gt;Cahayailah rumah kalian dengan salat dan bacaan Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Melihat kenyataan yang ada akhir-akhir ini, kita memang patut bersedih. Banyak masjid yang dibangun dengan susah payah, dengan cucuran keringat dan limpahan dana, tetapi ketika masjid sudah indah, malah jarang kita jamah. Sering kita dapati di beberapa tempat, seorang imam harus adzan sendiri, kemudian karena tak seorangpun yang datang, harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iqamat sendiri, dan akhirnya harus salat sendirian pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebanyakan kita mungkin beranggapan bahwa bagi kaum muslimin, telah cukup hadir di masjid setiap hari Jum’at yang hanya seminggu sekali ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anggapan demikian sudah barang tentu, kurang dapat dibenarkan. Sebab, ada saatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita harus memakmurkan masjid dengan cara tertentu. Dan, cara memakmurkan masjid setelah masjid ada, adalah menggunakannya untuk shalat berjamaah. Shalat berjamaah tersebut tidak sebatas salat Jum’at, tetapi, sebagaimana sabda rasulullah SAW di muka, adalah juga termasuk shalat lima waktu. Khususnya, bagi orang yang berada di sekitar masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita memang belum bisa seperti &lt;i style=""&gt;Abdullah bin Umi Maktum&lt;/i&gt; yang meskipun dia buta dan tempat tinggalnya jauh dari masjid, tetapi dengan setia memenuhi perintah rasulullah SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu berjama’ah di masjid hanya karena ia masih mendengar suara adzan dari masjid. Kita juga masih belum bisa memenuhi harapan Khalifah Umar yang akan menyuruh untuk menarik setiap orang yang tidak mau berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi, ada baiknya kita belajar. Kalau tidak bisa setiap lima waktu bisa berjama’ah di masjid, paling tidak satu waktu dalam sehari kita jadikan salat wajib kita di masjid. Jika masih belum bisa, paling tidak dalam satu minggu, selain hari Jum’at, satu waktu saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita mengikuti salat berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KH Abdullah Gymnastiar pernah bilang, dalam berbuat, &lt;i style=""&gt;mulailah dari yang kecil. &lt;/i&gt;Dan yang kecil itu, dalam hal ini, antara lain adalah, belajar mengunjungi masjid untuk melakukan&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;salat berjama’ah, walau hanya 1 kali dalam sehari atau seminggu, selain hari jum’at. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika kita bisa demikian, insya Allah kehidupan kampung kita akan penuh sejahtera dan keberkahan Allah akan diturunkan kepada kita. Sebab, dengan berjama’ah di masjid kita akan saling bertemu dengan saudara kaum muslimin yang lain. Dengan saling bertemu, kita bisa saling membagi rasa antara sesama. Dengan saling membagi rasa, kita akan saling mengetahui problem yang menimpa kaum muslimin. Dengan menegetahui problem kaum muslimin, kita akan melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar. Dan apabila kita mau duduk bermusyawarah antar sesama kaum muslimin dengan penuh semangat kekeluargaan dan kasih sayang, maka Insya Allah Rahmat Allah akan turun kepada kita. Sebab, sebagaimana ditulis oleh Al Sayyid Sabiq, rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tangan Allah akan senantiasa menaungi jama’ah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan yang lebih penting, di akherat nanti, insya Allah kita akan digolongkan oleh Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke dalam salah satu kelompok orang yang akan mendapat naungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah di padang mahsyar. Salah satu kelompok tersebut, sesuai dengan sabda rasulullah SAW, adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai akhir khutbah ini, marilah kita renungkan sebuah kejadian yang dialami oleh ulama masa lampau :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Suatu ketika Imam Abi Hatim rahimahullah pernah tidak berjama’ah di masjid satu kali. Kemudian beberapa kawannya mengunjunginya. Ketika melihat, hanya beberapa orang saja yang datang menjenguknya, Imam Abu Hatim tersebut seketika menangis tersedu-sedu sambil menggerutu dalam hati: ”Seandainya salah seorang anakku meninggal, pasti separo penduduk negeri ini datang mengunjungiku. Akan tetapi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika aku lalai tidak berjama’ah di masjid, hanya beberapa orang saja yang mau menjengukku. Pada hal, seandainya semua anakku meninggal, bagiku terasa lebih ringan dibanding hilangnya kesempatanku untuk berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Marilah kisah tersebut kita renungkan dan kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maknai sendiri. Semoga kita tergolong kelompok orang-orang yang bisa memakmurkan masjid.&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Amin ya rabbal alamin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-5769743812401381194?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/5769743812401381194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/5769743812401381194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/5769743812401381194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i_29.html' title='1. MEMAKMURKAN MESJID (I)'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOn9TFGDxI/AAAAAAAAAEA/Sc9VgbZWUFE/s72-c/kubah%2Bmas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-7632718815798163901</id><published>2010-11-29T04:45:00.001-08:00</published><updated>2010-11-29T04:50:08.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='khotbah'/><title type='text'>1. MEMAKMURKAN MESJID (I)</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertama-tama, marilah kita panjatkan syukur ke hadlirat Allah SWT atas rahhmat dan nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga pada siang hari ini kita masih berkesempatan menghadiri masjid ini untuk menunaikan sebagian perintah-Nya berupa ibadah jum’at dalam keadaan sehat wal afiat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selawat serta salam semoga snantiasa tercurah ke haribaan baginda rasulullah Muhammad SAW yang sangat kita harapkan syafaatnya kelak di akherat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selanjutnya, sebagai khatib perkenankanlah mengajak kepada kita semua untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu : menjalankan semua perintah Allah dan senantiasa berusaha menjauhi larangan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita tentunya yakin, bahwa, sesuai dengan janji Allah, hanya dengan taqwalah setiap manusia dapat memperoleh derajat paling mulia di sisi Allah dan hanya dengan takwalah manusia akan mendapat anugerah yang tidak disangka-sangka sebelumnya dan akan mendapatkan jalan keluar setiap kesulitan hidup yang dialami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin....!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, ada baiknya kita renungkan kembali firman Allah SWT sebagaimana termaktub dalam surat At Taubah ayat 17 dan 18.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah SWT berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya dan mereka kekal dalam neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Hanyalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut ( kepada siapapun ) selain kepada Allah, maka mereka diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adapun asbabanun Nuzul Ayat tersebut, menurut Al Wakhidy sebagaimana dikutip oleh Dr. Muhammad Ali Ash Shabuny dalam &lt;i style=""&gt;Rawai’ul Bayan&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ketika perang badar usai, ada sekelompok pembesar Quraisy ditawan oleh kaum muslimin. Di antara mereka ada yang bernama Al Abbas bin Abdul Muthallib yang tidak lain adalah pamanda rasulullah SAW sendiri. Kemudian para sahabat menghadap para tawanan tersebut dan mencela mereka karena tetap berada dalam kemusyrikan. Sayyidina Alipun mencela Al Abbas salah seorang tawanan, yang juga pamannya sendiri disebabkan kegiatannya memerangi rasulullah dan memutuskan hubungan sanak keluarga. Mendengar dirinya dicela, al Abbaspun segera menjawab : &lt;i style=""&gt;“ Kalian semua hanya bisa menyebut kejahatan-kejahatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami dan menutup-nutupi kebaikan kami”.&lt;/i&gt;Para sahabatpun bertanya :”&lt;i style=""&gt;Apakah kalian mempunyai kebaikan?”.&lt;/i&gt; Para tawanan tersebut menjawab : &lt;i style=""&gt;“Ya, karena kamilah yang memakmurkan masjidil haram dan memberi penutup Ka’bah serta memberi minum para jama’ah haji.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika para tawanan tersebut menyebut-nyebut kebaikan-kebaikan karena merasa telah memakmurkan masjid itulah, maka turunlah ayat tersebut yang pada pokoknya memberitahukan ketidakpantasan orang musyrik memakmurkan masjid. Dan sebaliknya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada hakekatnya yang berhak memakmurkan mesjid hanyalah orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang beriman kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin kita bertanya, apakah yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid dalam ayat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan mesjid, adalah membangun dan mendirikan mesjid serta memperbaiki yang rusak. Menurut Ashabuni, memakmurkan masjid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara demikian adalah masuk dalam kategori memakmurkan masjid secara fisik (material ). Memakmurkan masjid dengan cara demikian menurut ajaran agama kita akan mendapat balasan berupa istana di surga. Rasulullah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya :&lt;i style=""&gt; Barang siapa membangun masjid walau hanya berupa galiannya tukang pahat kayu, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meskipun Jumhur Ulama membolehkan orang kafir ikut berpartisipasi pada kegiatan pembangunan masjid, sudah barang tentu hadits tersebut tidak berlaku bagi mereka. Sebab, menurut keyakinan kita, setiap amal kebaikan yang tidak dilandasi dengan iman, maka amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Segolongan mufassir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan memakmurkan masjid dalam ayat tersebut, adalah memakmurkan dengan cara melakukan salat dan ibadah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta melakukan apa saja guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Cara memakmurkan masjid seperti ini disebut memakmurkan masjid secara batin ( spiritual ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Terlepas dari adanya dua pendapat tersebut, perintah memakmurkan masjid memang bisa mencakup kedua-duanya, yaitu memakmurkan masjid secara fisik dan memakmurkan mamsjid secara spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketika belum ada masjid atau ketika masjid belum selesai dibangun, maka dalam rangka memakmurkan masjid menuntut kita untuk peduli dalam kegiatan pembangunan masjid. Kepedulian tersebut kita wujudkan dengan keikutsertaan kita dalam kegiatan pembangunan, dengan cara memberikan apa yang kita miliki, mungkin berupa tenaga, pikiran, dan sebagian harta. Atau ketiga-tiganya sekaligus. Yang pasti sekecil apapun kita dituntut untuk memeberi andil pada kegiatan pembangunan masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah kegiatan pembangunan masjid selesai, maka dalam rangka memakmurkan masjid, sudah barang tentu menuntut kita untuk mengiiisi masjid dengan kegiatan-kegiatan ibadah. Dan, kegiatan ibadah yang paling penting untuk kita perhatikan adalah kegiatan salat berjamaah di masjid, terutama bagi yang berada di sekitar masjid. Sebab Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Tidak sempurna shalat orang yang berada di sekitar masjid, kecuali apabila dilakukannya di masjid. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan kata lain, dapat kita katakan, bahwa shalat orang yang bertetangga dengan masjid bisa sempurna hanya apabila dilakukan di masjid. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akan tetapi, salat yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah menyangkut shalat fardlu atau salat wajib. Sedangkan untuk salat sunnat, malah lebih baik dikerjakan di rumah kita masing-masing. Hal ini ditunjukkan oleh rasulullah SAW sesuai dengan sabdanya :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;Paling utamanya salat adalah salat seseorang yang dilakukan di rumah, kecuali salat wajib.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adapun rahasianya, mengapa rumah kita, harus juga kita gunakan untuk melakukan salat sunnat adalah dalam rangka memberi syi’ar rumah sehingga dapat dibedakan antara rumah orang Islam dan bukan Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Artinya : &lt;i style=""&gt;&lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% yellow;"&gt;Cahayailah rumah kalian dengan salat dan bacaan Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral Muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Melihat kenyataan yang ada akhir-akhir ini, kita memang patut bersedih. Banyak masjid yang dibangun dengan susah payah, dengan cucuran keringat dan limpahan dana, tetapi ketika masjid sudah indah, malah jarang kita jamah. Sering kita dapati di beberapa tempat, seorang imam harus adzan sendiri, kemudian karena tak seorangpun yang datang, harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;iqamat sendiri, dan akhirnya harus salat sendirian pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebanyakan kita mungkin beranggapan bahwa bagi kaum muslimin, telah cukup hadir di masjid setiap hari Jum’at yang hanya seminggu sekali ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anggapan demikian sudah barang tentu, kurang dapat dibenarkan. Sebab, ada saatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita harus memakmurkan masjid dengan cara tertentu. Dan, cara memakmurkan masjid setelah masjid ada, adalah menggunakannya untuk shalat berjamaah. Shalat berjamaah tersebut tidak sebatas salat Jum’at, tetapi, sebagaimana sabda rasulullah SAW di muka, adalah juga termasuk shalat lima waktu. Khususnya, bagi orang yang berada di sekitar masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita memang belum bisa seperti &lt;i style=""&gt;Abdullah bin Umi Maktum&lt;/i&gt; yang meskipun dia buta dan tempat tinggalnya jauh dari masjid, tetapi dengan setia memenuhi perintah rasulullah SAW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu berjama’ah di masjid hanya karena ia masih mendengar suara adzan dari masjid. Kita juga masih belum bisa memenuhi harapan Khalifah Umar yang akan menyuruh untuk menarik setiap orang yang tidak mau berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi, ada baiknya kita belajar. Kalau tidak bisa setiap lima waktu bisa berjama’ah di masjid, paling tidak satu waktu dalam sehari kita jadikan salat wajib kita di masjid. Jika masih belum bisa, paling tidak dalam satu minggu, selain hari Jum’at, satu waktu saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita mengikuti salat berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;KH Abdullah Gymnastiar pernah bilang, dalam berbuat, &lt;i style=""&gt;mulailah dari yang kecil. &lt;/i&gt;Dan yang kecil itu, dalam hal ini, antara lain adalah, belajar mengunjungi masjid untuk melakukan&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;salat berjama’ah, walau hanya 1 kali dalam sehari atau seminggu, selain hari jum’at. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika kita bisa demikian, insya Allah kehidupan kampung kita akan penuh sejahtera dan keberkahan Allah akan diturunkan kepada kita. Sebab, dengan berjama’ah di masjid kita akan saling bertemu dengan saudara kaum muslimin yang lain. Dengan saling bertemu, kita bisa saling membagi rasa antara sesama. Dengan saling membagi rasa, kita akan saling mengetahui problem yang menimpa kaum muslimin. Dengan menegetahui problem kaum muslimin, kita akan melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar. Dan apabila kita mau duduk bermusyawarah antar sesama kaum muslimin dengan penuh semangat kekeluargaan dan kasih sayang, maka Insya Allah Rahmat Allah akan turun kepada kita. Sebab, sebagaimana ditulis oleh Al Sayyid Sabiq, rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tangan Allah akan senantiasa menaungi jama’ah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan yang lebih penting, di akherat nanti, insya Allah kita akan digolongkan oleh Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke dalam salah satu kelompok orang yang akan mendapat naungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah di padang mahsyar. Salah satu kelompok tersebut, sesuai dengan sabda rasulullah SAW, adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’asyiral muslimin ...!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai akhir khutbah ini, marilah kita renungkan sebuah kejadian yang dialami oleh ulama masa lampau :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Suatu ketika Imam Abi Hatim rahimahullah pernah tidak berjama’ah di masjid satu kali. Kemudian beberapa kawannya mengunjunginya. Ketika melihat, hanya beberapa orang saja yang datang menjenguknya, Imam Abu Hatim tersebut seketika menangis tersedu-sedu sambil menggerutu dalam hati: ”Seandainya salah seorang anakku meninggal, pasti separo penduduk negeri ini datang mengunjungiku. Akan tetapi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika aku lalai tidak berjama’ah di masjid, hanya beberapa orang saja yang mau menjengukku. Pada hal, seandainya semua anakku meninggal, bagiku terasa lebih ringan dibanding hilangnya kesempatanku untuk berjama’ah di masjid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Marilah kisah tersebut kita renungkan dan kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maknai sendiri. Semoga kita tergolong kelompok orang-orang yang bisa memakmurkan masjid.&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Amin ya rabbal alamin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-7632718815798163901?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/7632718815798163901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7632718815798163901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/7632718815798163901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/1-memakmurkan-mesjid-i.html' title='1. MEMAKMURKAN MESJID (I)'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-3058789201888711361</id><published>2010-11-28T05:08:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T03:48:42.565-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>waspadai narkoba</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOS-dH8G6I/AAAAAAAAAD4/Xrmnc1Y-a6s/s1600/korban.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOS-dH8G6I/AAAAAAAAAD4/Xrmnc1Y-a6s/s200/korban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544937167890684834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang ingin anaknya terjerumus ke narkoba. Pastilah tidak ada. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya terbebas dari barang neraka tersebut. Pasalnya, satu kali saja anak terjerumus kepadanya, pasti akan membuat orang tua susah. Berbagai kejadian yang tidak terduga akan terjadi. Saat seperti itu, semua kebaikan dan kasih sayang kita selaku orang  tua, kelucuan anak saat masih bayi yang sangat menggemaskan, pastilah terasa hanya tinggal kenangan. Banyak orang tua yang tidak hanya kecewa menghadapi anak yang kemudian salah jalan itu tetapi juga stres. Tidak jarang di antaranya ada beberapa orang tua yang kemudian sakit-sakitan memikirkan kondisi perubahan watak dan perilaku anak tercintanya ini. Pendek kata, terjerumusnya anak ke dunia narkoba pada akhirnya tidak hanya membawa korban anak itu sendiri tetapi juga orang tuanya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kaitannya dengan narkoba ini, mewaspadai perilaku anak sejak dini amat penting.&lt;br /&gt;Berikut beberapa ciri anak terkena narkoba menurut catatan Yayasan Anak Bangsa sebagaimana dimuat oleh http://www.lintasberita.com :&lt;br /&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Tahap mencoba&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. Suka menyendiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2. Terjadi perubahan lingkungan dan cara pergaulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3. Perubahan cara berpakaian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4. Perubahan aktivitas / hobi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;5. Penurunan prestasi belajar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;6. lebih sering keluar malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;7. Perubahan pola makan. (hilang nafsu makan).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Tahap Pengguna Tetap&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.   Sering bangun terlambat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.   makin sering menyendiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.   suka bolos sekolah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4.   Aktivitas spiritual berkurang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;5.   Telepon telepon aneh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;6.   Merokok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;7.   Problem keuangan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;8.   Penurunan berat badan yang ekstrim&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;9.   Adanya teman-teman tidak sebaya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10. Sering mendapat skors atau teguran dari sekolah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;11. Pemberontak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;12. Menyenangi muik berlirik narkoba&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;13. Menggunakan istilah-istilah junkis&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;14. Lama di kamar mandi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Tahap Kecanduan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1.   Ditemukan alat-alat pecandu di kamarnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2.   Penggunaan uang berlebihan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3.   Bekas suntikan di lengan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4.   Sering tidak pulang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;5.   Mata mengantuk dengan tidak wajar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;6.   Pola pikir yang aneh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;7.   Pilek dengan hidungnya yang gatal&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;8.   Ingin bunuh diri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;9.   Berteman dengan pecandu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10. Obat-obat sering hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;11. Marah jika ditanyakan tentang dirinya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;12. Barang-barang di rumah sering hilang.(lin)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;SEtelah memengetahui beberapa ciri-ciri tersebut ada ada baiknya kita mencermati perilaku anak kita. Kita tidak usah apriori apalagi membela diri dengan mengklaim tidak mungkin anak kita terjerumus hanya dengan alasan kita keturunan orang baik-baik. Mengapa? Pengalaman menunjukkan bahwa 60 sampai 70 persen anak terjerumus narkoba adalah dari keturunan orang baik-baik. Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-3058789201888711361?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/3058789201888711361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/waspadai-narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/3058789201888711361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/3058789201888711361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/waspadai-narkoba.html' title='waspadai narkoba'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TPOS-dH8G6I/AAAAAAAAAD4/Xrmnc1Y-a6s/s72-c/korban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-597097124162510788</id><published>2010-11-25T08:41:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T13:03:16.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sunat Ab'adnya Shalat ada 7 macam :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Berdiri untuk membacaqunut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca qunut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca salawat kepada Nabi Muhammad ketika qunut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca salawat kepada keluarga Nabi ketika qunut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk untuk tasyahhud awal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca salawat kepada Nabi Muhammad ketika Tasyahhud awal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Membaca salawat kepada keluarga Nabi waktu tasyahhud awal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sunnat Hai-at nya salat ada 20, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengangkat tangan waktu takbiratul ihrom,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menaruh taangan kanan diatas tangan kiri setelah takbiarotul Ihram, yaitu di naah dada dan di atas pusat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengangkat tangan waktu mau mau ruku'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengangkat tangan waktu i'tidal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca amin setelah fatihah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca sami'allohu liman hamidah setelah ruku'&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca rabbana lakal hamdu ketika waktu berdiri dari ruku'&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-597097124162510788?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/597097124162510788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sunat-abadnya-shalat-ada-7-macam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/597097124162510788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/597097124162510788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/sunat-abadnya-shalat-ada-7-macam.html' title=''/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-1547684499373052288</id><published>2010-11-24T10:46:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T10:56:48.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>KIAT MEMILIH SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TO1dr02kFII/AAAAAAAAADw/RbmH-roeiiQ/s1600/CIMG0211.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TO1dr02kFII/AAAAAAAAADw/RbmH-roeiiQ/s200/CIMG0211.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543189723866207362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini banyak dan ragam sekolah. Tinggal  kita akan memilih yang bagaimana. Ada sekolah alam, ada sekolah negeri,  ada swasta, ada yang maju, ada yang sedang-sedang, ada yang ketat, ada  yang longgar, ada yang murah, ada yang mahal. Ketika kita dihadapkan  pada tampilan sekolah pasti kita akan bingung untuk memilih. Bingung  karena dua hal. Pertama, ada sekolah yang memiliki kelebihan tertentu  tetapi kurang dalam bidang yang lain. Pendek kata, tidak ada sekolah  yang 100 persen pas dengan idealita kita. Kedua, sekolah tampaknya juga  seperti "kecap". Dia tidak ingin dikatakan sekolahnya jelek, tidak maju,  atau tidak mutu. Semuanya mempromosikan diri : saya adalah sekolah  ideal, walau sejelek apapun. Ironisnya, cara seperti ini juga dilakukan  oleh sebagian sekolah-sekolah bernuansa agama. "Kami adalah sekolah  unggulan", katanya sambil mempromosikan semua program-program bagus yang  membuat setiap orang tua ngiler. Apakah kenyataannya demikian? Ada yang  benar, setangah benar, atau ada  sebagian yang ( maaf ) bohong.  Sekalipun, tentunya tidak akan mau dan menolak keras disebut bohong.&lt;br /&gt;Realitas  tersebut, pastilah membuat pusing orang tua yang berkepentingan  memasukkan sekolah anaknya pada setiap tahun ajaran baru. Tetapi, orang  tua harus segera memilihnya. Dan, pilihan tersebut harus tepat. Begitu  salah pilih akan berbuntut penyesalan di sepanjang hari. Bahkan,  selamanya. Bayangkan, jika setelah kita menentukan pilihan pada sekolah A  kemudian anak kita tidak krasan atau anak kita krasan tetapi di situ  ternyata tempat berkumpulnya anak-anak nakal. Anak kita tidak saja rusak  prestasinya tetapi juga masa depannya. Na'udzu billah.....&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana sikap kita?&lt;br /&gt;Setiap  hendak menentukan pilihan kemana kita akan menyekolahkan anak, kita  harus memperkaya diri dengan informasi tentang sekolah yang akan kita  pilih. Kitapun tidak boleh lantas percaya begitu saja informasi  tersebut, melainkan harus mengecek sendiri ke lapangan.  Sebab, sudah  banyak orang tua dan anak tertipu karena kepandaian sekolah mengiklankan  diri. Kita juga harus bermusyawarah dengan anak kita. Suatu sekolah  mungkin cocok dengan idealisme kita, tetapi belum tentu cocok buat anak  kita. Ibarat orang menikah, kita tidak boleh memaksakan jodoh kepada  anak kita. Karena anak kitalah yang akan mengalami secara langsung. Ini  memang sulit. Kalau tidak hati-hati hal ini tidak saja menimbulkan  konflik antara kita dengan anak tetapi juga menyesalan di kemudian hari.  Oleh sebab itu, banyak juga di antara orang tua yang membawa anaknya ke  psikolog. Tujuannya untuk mengetahui kesesuaian sekolah berikut program  yang ditawarkan dengan kondisi anak kita.&lt;br /&gt;Pada saat demikianlah kita  juga harus merasa tidak berdaya sebagai manusia. Selanjutnya, sangat  dianjurkan usaha lahir kita tadi diimbangi dengan usaha batin. Usaha  batin dimaksud adalah dengan memohon petunjuk kepada Dzat Yang Maha  Mengetahui dengan beristikharah. Bukankah rasulullah SAW pernah  mengingatkan : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak akan merugi orang yang mau beristikharah dan tidak akaan menyesal orang yang mau bermusyawarah"&lt;/span&gt;.  Setelah kita mentukan pilihan sekolah tertentu kita harus pasrah secara  total. Dalam bahasa agama, kepasrahan tersebut sering kita sebut  TAWAKAL. Ini penting agar di kemudian hari, kalau ada apa-apa yang  terjada terhadap anak kita, kita lantas mencari kambing hitam yang sudah  tentu bukan sikap kesatria.&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini ikut membantu pembaca  menentukan pilihan sekolah buat anak-anak kita tersayang. Selamat  memilih sekolah, semoga anak-anak kita menjadi anak yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3168223899983201665-1547684499373052288?l=bonsari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bonsari.blogspot.com/feeds/1547684499373052288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/kiat-memilih-sekolah_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/1547684499373052288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3168223899983201665/posts/default/1547684499373052288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonsari.blogspot.com/2010/11/kiat-memilih-sekolah_24.html' title='KIAT MEMILIH SEKOLAH'/><author><name>Asmu'i Syarkowi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13252292391798927882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/SkB3h-WuArI/AAAAAAAAACc/vMdJz_naank/S220/CIMG0561.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TO1dr02kFII/AAAAAAAAADw/RbmH-roeiiQ/s72-c/CIMG0211.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3168223899983201665.post-3209173792300637326</id><published>2010-11-22T17:51:00.001-08:00</published><updated>2010-12-09T07:09:14.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>YURISPRUDENSI DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TOu__ldpnwI/AAAAAAAAADo/jbo45tMzEZk/s1600/website.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 181px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ArNhS4mhN-M/TOu__ldpnwI/AAAAAAAAADo/jbo45tMzEZk/s200/website.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542734865518665474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;PENDAHULUAN  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Istilah Yurisprudensi lama dikenal dalam studi hukum. Khusus untuk studi hukum di Indonesia istilah tersebut tidak saja dikenal di kalangan perguruan tinggi umum tetapi juga Perguruan Tinggi Agama ( baca : Islam ). Istilah tersebut menjadi masalah yang terus relevan dilakukan kajian ketika bersentuan dengan praktik peradilan. Mengapa, sebab terkesan tidak ada kejelasan daan ketegsan dalam praktik pengadilan. Misalnya, apakah para hakim harus memedomani yurisprudensi atau tidak. Hal ini lebih mengusik kita ketika seorang mengaitkannya dengan salah satu tujuan hukum, yaitu adanya kepastian hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam suatu pidato pengukuhan sebagai guru besar, Prof. Mr. Oen Hock telah menguraikan secara mendalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ilmiyah tentang kedudukan Yurisprudensi sebagaai sumber hukum dengan mengacu kepada pendapat para sarjana dan Penulis Belanda, Perancis, Inggris, dan lain negara yang menerima Yurisprudensi sebagai salah satu sumber hukum. ( Lotulung,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1995 : 174 ). Alasan beliau, sebagaimana diungkap oleh Setiawan ( 1995 : 93 )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengapa yurisprudensi dianggap sebagai salah satu sumber hukum adalah karena ketika melakukan tugasnya Hakim diperkenankan untuk menciptkan hukum. Menurutnya, sebagai akibatnya di samping hukum yang terdapat dalam undang-undang, terdapat pula hukum Hakim ( rechtersrecht ) yang biasa dikenal dengan yurisprudensi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pada saat yang sama seorang Hakim dalam menjalankan tugasnya juga harus mandiri. Keyakinannya tentang kebenaran yang ditemukan dari penilaian sebuah fakta dalam persidangan tidak boleh dipengaruhi dan dikte oleh siapapun. Kalimat “Demi Keadilan Berdasarakan Ketuhanan Yang Maha Esa” yang tertulis dalam setiap kepala putusan hakim mengisayaratkan, bahwa keptusan yang diambil, di samping cermin hasil pergolakan hati nuraninya, lebih dari, itu menjadi bukti bahwa kayakinannya tentang kebenaran yang diambil menjadi sebuah putusan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;SELUK BELUK YURISPRUDENSI&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagaimana telah dikenal dalam setiap studi Pengantar Ilmu Hukum, bahwa di dunia ini terdapat dua madzhab besar hukum, yaitu penganut system hukum Anglo Saxon atau Common Law dan penganut system Kodifikasi atau Sistem Hukum Eropa Kontinental atau juga disebut Sistem Civil-Law. Oleh karena itu sebelum kita membicarakan tentang yurisprudensi, terlebih dahulu perlu dijelaskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbedaan penegertian istilah yurisprudensi pada kedua system hukum tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Sistem Hukum Anglo Saxon Yurisprudensi berarti &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ilmu Hukum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Sedangkan menurut system hukum Eropa Kontinental yurisprudensi berarti &lt;b&gt;&lt;i&gt;putusan pengadilan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Yurisprudensi yang kita kenal sebagai putusan pengadilan dalam Sistem Hukum Anglo Saxon dikenal dengan istilah&lt;b&gt;&lt;i&gt; preseden&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. (Achmad Ali, 1996:136)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pengertian yurisprudensi dalam uraian berikut adalah pengertian yurisprudensi menurut system Hukum yang kedua, yaitu yurisprudensi dalam arti putusan pengadilan. Atau, dengan kata lain, yurisprudensi menurut system hukum Eropa Kontinental.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Pengertian Yurisprudensi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Istilah Yurisprudensi, berasal bahasa Latin, yaitu dari kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jurisprudentia” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang berarti pengetahuan hukum. Kata yurisprudensi sebagai istilah teknis peradilan sama artinya dengan kata&lt;b&gt;&lt;i&gt;” jurisprudentie”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam bahasa Belanda dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jurisprudence” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dalam bahasa Perancis, yaitu peradilan tetap atau hukum peradilan. ( Purnadi Purbacaraka , dkk, 1995: 121 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2001:1278 ) kata yurisprudensi diartikan : 1. ajaran hukum melalui peradilan, 2. himpunan putusan hakim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut istilah, terdapat berbagai definisi yang dikemukakan pada Ahli Hukum. Sebagai contoh berikut dikemukakan beberapa variasi definisi yurisprudensi :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Kansil ( 1993: 20 ) yurisprudensi adalah      keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar      keputusan oleh hakim kemudian mengenai masalah yang sama. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Sudikno Mertokusumo ( 1991 : 92 )      yurisprudensi adalah pelaksanaan hukum dalam hal konkrit terjadi tuntutan      hak yang dijalankan oleh suatu badan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;yang berdiri sendiri dan diadakan oleh negara serta bebas dari      pengaruh apa dan siapapun dengan cara memberikan putusan yang bersifat      mengikat dan berwibawa. Secara ringkas singkat, menurut Sudikno,      yurisprudensi adalah putusan pengadilan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Sudargo Gautama ( 1995 : 147 ),      yurisprudensi adalah ajaran hukum yang dibentuk dan dipertahankan      Pengadilan, dalam hal pengambilan suatu keputusan oleh Mahkamah Agung atas      suatu yang belum jelas pengaturannya, yang telah mempunyai kekuatan hukum      tetap, diikuti oleh Hakim bawahan, yang dihimpun secara sistematis.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut, A. Ridwan Halim (1998 : 57 ) yang dimaksud      yurisprudensi adalah suatu putusan hakim atas suatu perkara yang belum ada      pengaturannya dalam undang-undang yang untuk selanjutnya menjadi      pedoman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi hakim-hakim lainnya      yang mengadili kasus-kasus serupa. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Subekti ( 1974 :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;117 )&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;yurisprudensi adalah putusan Hakim atau Pengadilan yang tetap dan      dibenarkan oleh Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Kasasi atau putusan      Mahkamah Agung sendiri yang sudah tetap.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lantas, bagaimana pengertian yurisprudensi dalam praktik pengadilan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Memang tidak ada statemen resmi dari institusi peradilan tentang pengertian yurisprudensi. Akan tetapi dalam berbagai pelatihan, para pejabat Mahkamah Agung memberikan pernyataan bahwa yang dimaksud yurisprudensi hanyalah putusan Mahkamah Agung. Dalam praktik, putusan-putusan Mahkamah Agung yang terhimpun dalam bentuk buku dengan judul : YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG RI &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itulah yang disebut sebagai yurisprudensi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dari pernyataan tersebut diperoleh pengertian bahwa cakupan yurisprudensi yang menurut definisi para ahli hukum agak luas mengalami reduksi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Yurisprudensi dan Sumber Hukum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Salah satu yang menjadi pembahasan dalam studi ilmu hukum adalah mengenai sumber hukum. Sumber hukum adalah segala seuatu yang menimbulkan atau melahirkan hukum atau asal mulanya hukum. ( Ibid, 46 ) Selanjutnya, sumber hukum menurut Kansil (&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1993 : 14 ) dapat dilihat dari segi materiil dan segi formil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sumber hukum formil antara lain adalah ( Ibid,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;15 ) :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Undang-undang ( statute )&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kebiasaan ( custom )&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Keputusan-keputusan hakim ( yurisprudensi )&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Traktat ( treaty )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Dari uraian tersebut diperoleh pengertian bahwa yurisprudensi merupakan salah satu sumber hukum. Sebagai salah satu sumber hukum,&lt;b&gt; yurisprudensi dapat dimanfaatkan oleh&lt;/b&gt; :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hakim-hakim lainnya dalam mengadili perkara yang sama;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pembentukan peraturan perundang-undangan dalam membentuk atau menciptakan hukum tertulis ( Undang-undang );&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pemerintah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dunia ilmu pengetahuan ( pendidikan hukum ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat luas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Yurisprudensi, Putusan Pengadilan, dan Undang-undang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana disampaikan di muka bahwa yurisprudensi adalah putusan pengadilan. Menurut Sudikno ( Ibid : 92 ) putusan pengadilan adalah hukum sejak dijatuhkan sampai dilaksanakan. Sejak dijatuhkan putusan pengadilan mempunyai kekuatan mengikat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi para pihak yang berpekara, mengikat para pihak untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakui eksistensi putusan tersebut. Setelah dilaksanakan putusan pengadilan tersebut hanyalah merupakan sumber hukum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi putusan pengadilan adalah cikal bakal yurisprudensi atau munculnya yurisprudensi akibat adanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;putusan pengadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bedanya dengan undang-undang ialah kalau putusan pengadilan itu berisi peraturan-peraturan yang bersifat konkret dan mengikat orang tertentu saja, sedangkan undang-undang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berisi peraturan-peraturan yang bersifat abstrak atau umum dan mengikat semua orang. ( Sudikno, Ibid ). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Yurisprudensi dan Aliran Hukum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 42pt; line-height: 150%;"&gt;Kaitannya dengan aliran hukum terdapat 3 pandangan tentang yurisprudensi :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aliran Legisme&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Meneurut aliran ini yurisprudensi tidak atau kurang penting. Aliran ini menganggap bahwa semua hukum sudah terdapat dalam undang-undang. Hakim dalam melakukan tugasnya terikat dengan undang-undang tersebut dengan menggunakan metode berfikir deduktif, Sebagai contoh :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Siapa yang membeli harus membayar ( Premis mayor / undang-undang )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Si A membeli ( premis minor / kasus )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Si A harus membayar ( konklusi/ penerapan hukum ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian menurut aliran ini pengetahuan primer tentang hukum adalah pengetahuan tentang undang-undang sehingga &lt;b&gt;&lt;i&gt;mempelajari yurisprudensi merupakan masalah sekunder&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aliran Freie Rechtsbewegung&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aliran ini beranggapan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa dalam melaksanakan tugasnya Hakim bebas untuk melakukannya menurut Undang-undang atau tidak. Hal ini disebabkan, oleh karena pekerjaan Hakim adalah melakukan penciptaan hukum ( &lt;i&gt;rechtsschepping &lt;/i&gt;). Akibatnya adalah, bahwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;memahami yurisprudensi merupakan hal yang primer&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam mempelajari hukum, sedangkan Undang-undang merupakan hal sekunder.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Aliran Rechtsvinding&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut aliran ini, hakim memang terikat dengan undang undang, akan tetapi tetapi tidaklah seketat dengan yang dimakksudkan oleh aliran legisme. Hakim juga mempunyai kebebasan. Dalam malaksanakan tugasnya hakim mempunyai kebesan. Akan tetapi kebebasan yang dimakssud bukan seperti yang dimaksud oleh aliran kedua. Kebebasan hakim menurut aliran ketiga ini tetaplah kebebsan yang terikat. Kebebasan Hakim tercermin dalam praktik tercermin ketika dia mampu menyelaraskan undang-undang pada tuntutan zaman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut aliran ini, &lt;b&gt;&lt;i&gt;memahami hukum dalam perundang-undangan saja, tanpa mempelajari yurisprudensi tidaklah lengkap. Sehingga mengetahui yurisprudensi menurut aliran ini juga penting&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Sebab, dalam yurisprudensi terdapat garis-garis hukum yang berlaku dalam masyarakat akan tetapi tidak terbaca dalam undang-undang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Kriteria Yurisprudensi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagaimana disampaikan di muka bahwa yurisprudensi adalah putusan pengadilan. Akan tetapi apakah semua putusan pengadilan dapat disebut yurisprudensi. Achmad Ali ( Ibid, 136 ) membedakan yurisprudensi ke dalam 2 macam :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yuriprudensi ( biasa ) yaitu seluruh putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan pasti &lt;b&gt;&lt;i&gt;( in kracht van gewijsde&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ), yang terdiri dari :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;putusan perdamaian ( dalam perkara perdata )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;putusan pengadilan negeri ( agama ) yang tidak dibanding,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;putusan pengadilan tinggi ( agama ) yang tidak dikasasi,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;seluruh putusan Mahkamah Agung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yurisprudensi tetap ( &lt;i&gt;vaste jurisprudentie&lt;/i&gt; ), yaitu putusan hakim yang selalu diikuti oleh hakim dalam perkara sejenis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian menurut Achmad Ali, semua putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap bisa disebut yurisprudensi, tidak peduli apakah putusan tersebut putusan peradilan tingkat pertama, putusan peradilan banding, atau putusan hakim kasasi. Juga tidak dibedakan apakah putusan itu diikuti oleh hakim-hakim berikutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau tidak ketika menghadapi perkara serupa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi, menurut laporan hasil penelitian para Sarjana Hukum ( 1995 : 147 )dengan mengambil responden seluruh Hakim Pengadilan Negeri se wilayah Pengadilan Tinggi Jakarta tidak semua putusan dapat disebut sebagai yurisprudensi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suatu putusan Hakim dapat disebut sebagai yurisprudensi apabila keputusan itu sekurang-kurangnya memiliki 5 unsur, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keputusan atas sesuatu yang belum jelas pengaturannya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keputusan tersebut harus sudah merupakan keputusan tetap;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Telah berulang kali diputus dengan keputusan dan dalam kasus yang sama,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memenuhi rasa keadilan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Keputusan itu dibenarkan oleh Mahkamah Agung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify; text-indent: 17.85pt; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi dengan melihat pengertian yurisprudensi yang terdapat dalam praktik sebagaimana dikemukakan di muka, diperoleh gambaran cakupan yurisprudensi di satu sisi lebih sempit, yaitu hanya putusan Mahkamah Agung RI. Di sisi lain, luas yaitu semua putusan Mahkamah Agung tanpa melihat apakah mengenai putusan mengenai sesuatu yang belum jelas pengaturanny, atau apakah itu putusan itu dijadikan alat memutus perkara yang sama oleh hakim berikutnya, atau apakah memenuhi rasa keadilan atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;YURISPRUDENSI DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESIA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Yurisprudensi sebagai Sumber Hukum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam sistem peradilan di Indonesia sumber hukum yang paling utama adalah undang-undang. Akan tetapi, sebagaimana disadari oleh pihak yang bergelut di bidang hukum bahwa undang-undang mempunyai sifat antara lain mudah mengalami keusangan dan oleh karena itu selalu ketinggalan zaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada saat yang sama seiiring dengan perkembangan zaman, sebagai akibat arus globalisasi, terdapat persoalan baru muncul yang meliputi semua aspek kehidupan, seperti di bidang ekonomi dan keluarga. Persoalan baru yang muncul ini belum ada ketika undang-undang diundangkan. Sudah barang tentu jawaban dari masalah baru yang muncul itu juga tidak semuanya didapatkan dari undang-undang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Terdapat salah satu asas hukum yang menempatkan Hakim sebagai orang yang dianggap tahu hukum ( &lt;i style=""&gt;ius curia novit&lt;/i&gt; ). Implementasi dari asas ini adalah Hakim sebagai salah satu penegak hukum tidak boleh menolak mengadili suatu perkara dengan alasan tidak ada atau kurang jelas hukumnya. Ketika dihadapkan kepadanya suatu perkara apapun dia harus memutusnya. Dan putusan itu selain dipertangungjawabkan kepada masyarakat juga akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa, demikian?.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Persoalannya, bagaimana jika hukum itu oleh hakim tidak ditemukan dalam undang-undang atau undang-undang secara tekstual mengaturnya akan tetapi jika diterapkan bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Kekuasaan Kehakiman ( Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 terakhir sebagaimana diubah dengan UU Nomor 38 Tahun 2009 ) memberikan peluang bagi hakim untuk menemukan hukumnya sendiri melalui ijtihad hukum. Ijtihad hukum ini jika nantinya dituangkan dalam putusan dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung lantas menjadi rujukan bagi hakim lain dalam mengadili perkara serupa menjadi yurisprudensi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Yahya Harahap ( 1995 : 89-90 )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu yurisprudensi tersebut jika benar-benar mengandung &lt;i style=""&gt;common basic idea&lt;/i&gt; yang berdimensi ganda menampung nilai-nalai dasar cita-cita Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang dipadu dengan cita-cita nilai globalisasi, dan kemudian perpaduan itu melahirkan rumusan hukum yang rasional, praktis, dan aktual, sudah selayaknya hakim mengikutinya. Hal itu menurut Yahya Harahap, sesuai dengan fungsi yurisprudensi, antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yurisprudensi berfungsi menciptakan standar hukum,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yurisprudensi berfungsi mewujudkan landasan hukum yang sama dan keseragaman pandangan hukum yang sama.&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menegakkan kepastian hukum,&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam praktik peradilan di Indonesia, terdapat beberapa contoh yurisprudensi yang dijadikan sumber hukum bagi hakim untuk mengadili, antara lain, sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam bidang hukum Perdata Umum.&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ne bis in idem.Putusan Nomor : 1226 K/Pdt/2001, tanggal 20 Mei 2002. Dalam putusan ini terdapat kaidah hukum : MESKI KEDUDUKAN SUBJEKNYA BERBEDA, TETAPI OBJEKNYA SAMA DENGAN PERKARA YANG DIPUTUS TERDAHULU DAN TELAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP, MAKA GUGATAN DINYATAKAN NE BIS IN IDEM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pembayaran uang Asuransi. Putusan Nomor : 2831 K/ Pdt/1996, tanggal 7 Juli 1999. Dalam putusan ini Mahkamah Agung berpendapat bahwa Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan melebihi yang dituntut dan Pemberian uang asuransi harus diberikan kepada tertanggung yang namanya tercantum dalam polis, sehingga sesuai dengan adagium setuap pembayaran asuransi harus selalu melihat polis secara transparan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan menunjuk siapa yang berhak mennerima uang klaim’. Pembayaran asuransi yang menyimpang dari ketentuan polis merupakan perbuatan melawan hokum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jual beli harta bersama. Putusan Nomor : 701 K/Pdt/1997, tanggal 24 Maret 1999. Dalam putusan ini Mahkamah Agung berpendapat, bahwa jual beli tanah yang merupakan harta bersama harus disetujui pihak istri atau suami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam bidang hukum keluarga ( Perdata Agama ) :&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Putusan Nomor 249 K/AG/1996, tanggal 8 Januari 1998, Dalam putusan ini pada intinya Mahkamah Agung berpendapat, bahwa perkara yang Tergugatnya gila pemeriksaannya tetap dilanjutkan dengan diwakili oleh orang tua / walinya, pengampunya dengan tanpa menunggu adanya penetapan curator dari Pengadilan Negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Putusan Nomor 34 K/AG/1997,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanggal 27 Juli 1998. Dalam putusan ini pada pokoknya Mahkamah Agung berpendapat, bahwa gugatan penggugat abscuur libel, karena identitas objek perkara yang tercantum dalam gugatan dan hasil pemeriksaan setempat berbeda, sedangkan Penggugat tidak mengadakan perubahan gugatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Putusan Nomor : 11 K /AG/ 2001 tanggal 29 Mei 2003, Pada putusan ini intinya Mahkamah Agung antara lain berpendapat bahwa tuntutan Penggugat atas penghentian pemotongan gaji Tergugat harus dinyatakan tidak dapat diterima, karena penghentian pemotongan gaji tersebut dilakukan oleh Atasan yang berwenang yang nota bene adalah pejabat tata usaha Negara. OLeh karena itu mestinya tuntutan penggugat diajukan kepada Peradilan Tatausaha Negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tergugat Gila&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Putusan Nomor : 249 K/AG/1996, tanggal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;8 Januari 1998&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mahkamah Agung berpendapat bahwa pemeriksaan tarhadap perkara yang pihak tergugatnya gila tidak perlu menunggu adanya penetapan Kurator dari Pengadilan Negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Waris&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Putusan Nomor : 332 K/AG/2000, 3 Agustus 2005&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam Perkara waris, untuk menetukan harta peinggalan terlebih dahulu harus jelas mana yang merupakan harta bawaan dan mana pula yang merupakan harta bersama. Harta bawaan kembali kepada saudara pewaris dan harta bersama yang merupakan hak pewaris menjadi harta warisan yang dibagikan kepada ahli wairs.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam membagi harta warisan harus dibagikan kepada ahli waris.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Apabila dilakukan hibah kepada pihak lain terhadap harta warisan yang belum dibagikan kepada ahli waris, maka hibah tersebut betal demi hokum karena salah satu syarat hibah adalah barang yang dihibahkan harus milik pemberi hibah sendiri, bukan merupakan harta warisan yang belum dibagi dan bukan pula harta yang masih terikat dengan suatu sengketa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;Yurisprudensi dan Kebebasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hakim&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tentang pengertian yurisprudensi telah dikemukakan dalam pembahasan sebelumnya. Lantas, apa yang dimaksud dengan kebebasan hakim?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Seorang Hakim adalah salah satu aparat yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk melaksanakan kekuasaan kehakiman. Dalam melakanakan tugasnya dia merdeka dalam pengertian bebas dari campur tangan pihak kekuasaan negara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lainnya, dan kebebasan dari paksaan, direktiva atau rekomendasi yang datang dari pihak ekstra judicial, kecuali dalam hal-hal yang diizinkan oleh undang-undang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Secara lebih konkret kebebasan Hakim mengandung 4 pengertian:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak terpengaruh oleh pihak-pihak berperkara baik pihak meteriil maupun pihak formil,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tidak terpengaruh oleh tekanan, paksaan direktiva atau rekomendasi pihak ekstra judicial dar siapapun dan dari badan apapun,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bebas dan berani berinisiatif dan berimprofisasi dalam tugas pemeriksaan dan mengadili suatu perkara demi pengembangan hukum itu sendiri, demi keadilan dan kebenaran, demi pembangunan dan demi eksistensi negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kebebasan yang bertenggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara dan bangsa, masyarakat, nama baik korp dan diri sendiri. ( Mahkamah Agung RI, 1995 : 150 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;"&gt;Akan tetapi sejauh mana jangkauan kebebasan Hakim tersebut?.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut Yahya Harahap ( 1995 : 87 ), jangkaun otonomi kebebasan Hakim dalam menyelenggarakan fungsi peradilan tersebut meliputi lima hal, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menafsir peraturan perundang-undangan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mencari dan menemukan asas-asas dan dasar-dasar hukum,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mencipta hukum baru apabila menghadapi kekosongan perundang-undangan,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melakukan contra legem apabila ketentuan suatu pasal perundang-undangan bertentangan dengan kepentingan umum, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bebas mengikuti yurisprudensi,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Kaitannya dengan keberadaan tugas Hakim, suatu pertanyaan yang dapat diajukan adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: apakah yurisprudensi mengikat hakim lain. Atau, seorang hakim harus terikat dengan keberadaan yurisprudensi?. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Sudikno Mertokusumo ( &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;93-94 ), dalam sistem hukum Indonesia pada asasnya seorang hakim tidak terikat pada putusan hakim terdahulu mengenai perkara atau persoalan hukum serupa dengan yang akan diputuskannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sekalipun demikian, dalam praktik peradilan di Indonesia para Hakim bawahan selalu mengikuti pendapat Mahkamah Agung dalam menyelesaikan kasus serupa sebelumnya dengan alasan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mahkamah Agung merupakan pelaksana kekuasaan kehakiman tertinggi yang diberi kewenangan membina peradilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hakim Agung dianggap lebih mempunyai otoritas di bidang hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika tidak mengikuti pendapat Mahkamah Agung, suatu putusan hakim bawahan berpotensi dibatalkan jika sampai ke Mahkamah Agung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;PENUTUP&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Demikian sekilas pembahasan tentang yurisprudensi. Pembahasan ini hanyalah dimaksudkan sebagai pemandu. Keterbatasan waktu dan isi pembahasan ini mengharuskan para mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan dan wasasan persoalan ini dengan menelaah kepustaakaan dan mencermati perkembangan praktik penegakan hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Tulisan sederhana ini di beberapa bagian masih diperlukan kajaian lebih mendalam oleh Mahasiswa sendiri. Oleh karena itu para Mahasiswa diharapkan dapat menelusuri seluk beluk yurisprudensi ini pada studi kepustakaan yang sudah barang tentu sangat luas. Dengan demikian pengetahuan tentang yurisprudensi dapat diperoleh secara mendalam dan detail.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;Jember,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Oktober 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;FATWA HUKUM&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengertian Fatwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;“fatwa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berasal dari bahwa Arab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“al-Fatwa” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang berarti petuah, nasihat, jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan hukum. Bentuk jamak dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;kata “al-fatwa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ al-Fatawa );&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut istilah ( dalam Ushul Fiqh ) adalah pendapat yang dikemukakan oleh seorang mujtahid atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;faqih sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan pemninta fatwa dalam suatu kasus yang sifatnya tidak mengikat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pihak yang membrikan fatwa dalam praktik bisa : pribadi, lembaga, mapun masyarakat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam istilah fikih dan ushul fikih pihak yang memberi fatwa biasanya disebut &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ al-mufti”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, sedangkan pihak yang meminta fatwa disebut&lt;b&gt;&lt;i&gt; ”al-mustafti”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dasar Hukum Fatwa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Al Qur’an :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Artinya : Bertanyalah kepada para ahli jika kamu tidak mengetahui. ( Al Anbiyak : 7 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Al Sunnah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Artinya : Barang siapa ditanyai suatu ilmu, lalu ia menyembunyikannya maka ia bakal dikendali pada hari kiyamat dengan kendali dari api neraka. ( HR Abu Dawud dan al-Turmudzi ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ijmak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Para ulama telah sepakat tentang kebaradaan lembaga hukum fatwa ini. Sebab fatwa merupakan salah satu sarana menyebarluaskan ilmu. Bagi orang yang berilmu dan kepadanya diajukan suatu pertanyaan tentang ilmu yang dia ketahui adalah haram hukumnya apabila ia tidak menyampaikannya. Keharaman ini dapat dilihat dari adanya qarinah dalam hadits rasulullah di atas yang memberikan ancaman siksa bagi siapa saja yang menyembunyikan ilmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kedudukan Fatwa di negara Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Di beberapa negara Islam saat ini, seorang mufti menduduki posisi penting dan merupakan salah satu lembaga resmi yang mengurus berbagai persoalan umat Islam, seperti di Mesir, Arab Saudi, Syuriah, dan Maroko. Di berbagai negara tersebut mufti merupakan salah satu jabatan keagamaan dan memberikan fatwa mereka tidak lagi terikat dengan salah satu madzhab melainkan bersifat komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendapat madzhab. Fatwa yang dikeluarkan oleh seorang mufti bisanya selalu mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Seorang mufti dalam memberikan fatwa juga terikat dengan perundang-undangan yang disusun oleh negaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;D.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Prasyarat seorang Mufti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kuat niyatnya. Seorang mufti dalam memberikan fatwa harus semata-mata karena Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berpengetahuan, sabar, penuh hormat dan tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kuat terhadap yang dikuasainya dan terhadap yang diketahuinya. Maksudnya seorang mufti hendaknya orang yang mendalam ilmunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mempunyai ekonomi yang cukup. Maksudnya penghidupannya tidak tergantung pada orang lain atau selalu memerlukan uluran tangan orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengenal masyarakat secara baik. ( Fatchurrahman, 405 )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;E.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Persamaan dan Perbedaan Fatwa dengan Putusan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Persamaan : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Baik pada fatwa maupun putusan mufti dan hakim harus memahami peristiwa yang hendak dimintakan fatwa atau putusan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Baik pada fatwa atau putusan, seorang mufti dan hakim harus memahami hukum syar’i yang akan diterapkan pada peristiwa tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-align: justify; text-indent: -12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perbedaan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangkauan fatwa lebih luas dari pada putusan. Fatwa dapat diberikan kepada siapa saja. Sedangkan putusan hanya kepada orang tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -6pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Fatwa seorang mufti sifatnya tidak mengikat peminta fatwa ( al-mustafti) sedangkan putusan hakim bersifat mengikat dan harus dilaksanakan oleh pihak yang dihukum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;F.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pandangan Ulama tentang Berfatwa&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berfatwa memakai hasil Ijtihad Mujtahid lain yang      masih hidup&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menurut Abu al-Husen al-Basri dan segolongan ulama ushul, seorang mufti dalam menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya tidak boleh mengambil pendapat hasil ijtihad seorang mujtahid yang masih hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Alasannya : pertanyaan yang diajukan itu diajukan kepadanya, bukan mujtahid lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Menurut Fakhrudin ar-Razi dan Imam Al-Baidhowi, seorang mufti boleh saja memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan mengambil pendapat seorang mujtahid yang masih hidup. Alasannya : Al Qur’an memerintahkan untuk bertanya kepada orang yang ahli.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lihat surat 16 : 43 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mayoritas ( Jumhur Ulama ), berpendapat bahwa seorang mufti boleh saja memfatwakan pendapat mujtahid yang masih hidup dengan syarat mufti tersebut mengetahui landasan hukum serta jalan fikiran yang dipergunakan mujtahid tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 42pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berfatwa memakai hasil Ijtihad Mujtahid lain yang      sudah wafat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Para ulama usul fikih sepakat, bahwa memfatwakan hasil ijtihad para mujtahid yang telah wafat boleh dengan syarat mufti tersebut mengetahui landasan hukum dan jalan pikiran yang dipergunakan mujtahid tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;G.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;KEPUSTAKAAN&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Ensiklopedi Hukum Islam, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Harahap, M.Yahya, S.H. 1995, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Peran Yurisprudensi sebagai Standar Hukum Sangan Penting Pada Era Globalisasi, ,(&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat dalam Pustak Peradilan .&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Hilman, Ridwan, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanya jawab Ilmu Hukum, Galia Indonesia, Jakarta&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Kansil, CTS, S.H. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tanya Jawab Pengantar Ilmu Hukum, Sinar Grafiti, Jakarta.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Lotulung, Paulus Efendi, Prof.Dr, S.H., 1995,&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yurisprudensi Dalam Perpektif Pengembangan Hukum Administrasi Negara di Indonesia,(&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat dalam Pustak Peradilan )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Mertokusumo, Sudikno, Prof. ,S.H. 1996, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Mengenal Hukum, Liberty, Yogyakarta&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Mahkamah Agung RI, 2006, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Yurisprudensi Mahkamah Agung RI.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Purbacaraka, Purnadi, Prof.Dr. dkk, 1995, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Perundang-undangan dan Yurisprudensi ( dimuat dalam Pustaka Peradilan )&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;Setiawan, S.H., 1995, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengaruh Yurisprudensi Terhadap Peraturan Perundang-undangan, ,(&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimuat dalam Pustak Peradilan).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: justify; text-indent: -41.95pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: center; text-indent: -41.95pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: center; text-indent: -41.95pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: center; text-indent: -41.95pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: center; text-indent: -41.95pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.95pt; text-align: center; text-indent: -41.95pt;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=3168223899983201665&amp;amp;postID=3209173792300637326#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ) Disusun dan sampaikan sebagai bahan kuliah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahasiswa STAIN Jember 2010&lt;div style=""&gt;&lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definiti
